
"Ayo cepat kita masuk kedalam"ucap Jordan seraya menyeret mereka,eh yakali di seret,canda we.
Hingga mereka duduk di aula,seraya menyuruh sang koki menyiapkan beberapa makanan ringan,dan minuman.
"Ka Joo,dimana Nino?..."tanya Anna.
"Kurasa tadi dia berada di lantai dua, memang nya ada apa?..."jawab Jordan kembali bertanya.
"Ah. Ada sesuatu yang harus ku bahas berdua dengan nya"ucap Anna seraya mengedip kan sebelah matanya,dan bangkit dari duduknya, dan pergi menaiki anak tangga.
Jordan di buat penasaran,saat ia ingin bertanya pada kedua orang yang berada di samping nya,ia mengurungkan niat tersebut, karena melihat Sam dan Leon yang juga terlihat kebingungan serta penasaran.
"Jadi kalian juga tidak tau apa yg akan Anna lakukan kali ini"ucap Jordan.
Sam dan Leon pun menggeleng kan kepalanya bersamaan.
"Aku juga sangat penasaran,dia hanya bilang bahwa ia memiliki janji, entah dengan siapa, perempuan atau laki-laki aku sama sekali tidak tau"ucap Leon.
"Kau saja tidak tau,apalagi aku yang baru saja datang"tambah Samuel, yang terlihat membuamg nafasnya.
"Ini membuat ku tidak bisa diam,pasalnya dari pagi tadi ia terlihat sangat berbunga-bunga"ucap Leon seraya menggerakkan tangan nya menunjukkan ekspresi.
Sementara Samuel dan Jordan saling menatap.
Tak...
Jordan memukul kepala Leon seraya berkata"Kau tidak perlu melebih lebihkan nya dasar sialan,aku bahkan tidak berani membayangkan nya"ucap nya geram.
"Haisss.. kau ini"gerutu Leon seraya memegangi kepalanya.
"Dasar kalian.."
seka Samuel.
🐾🐾🐾
Setelah Anna di arahkan oleh bawahnya untuk ke tempat di Mana Nino berada,ia segera masuk kedalam.
"Nooo.."
Panggil Anna.
Seorang pemuda pun memalingkan wajah nya,Ahh.. ia sangat tampan.
"Nona..., ada apa, seharusnya kau menyuruh seseorang untuk memanggil ku, kenapa kau harus datang kemari"ucap nya seraya berjalan mendekati Anna dan mengambil kan kursi untuk Anna duduk.
"Hei!.. ini bukan masalah serius, kau paham."
"Aku hanya ingin kau menemaniku melihat CCTV"ucap Anna.
"Tentu saja Nona"ucap nya.
Sesampainya di ruangan CCTV,Nino mulai mengutak-atik layar monitor big di depannya,sedangkan Anna memperhatikan dengan menyangga dagunya.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang mau nona lihat?.."
tanya Nino yang tetap fokus pada benda bergambar di hadapannya.
"Aku hanya ingin melihat tamu ku."ucap Anna tersenyum.
"Maaf jika saya lancang nona,tapi tamu seperti apa ia,hingga nona yang menunggu nya dan wajah nona pun terlihat cerah?.."tanya nya lagi.
Ana melirik pada Nino,dengan menghembuskan nafas panjang sebelumnya ia berkata"Untuk yang satu ini,aku akan sabar menunggu, bagaimana pun juga,ia adalah salah satu pion terbaik yang baru saja aku temukan"Anna tersenyum tipis.
Nino pun tersenyum,jika itu yang di katakan Nona nya,ia sudah tau betul, tamu seperti apa yang akan datang ke markas besar Mafia Angel's Of Death.
"Saya pun ikut senang berama anda Nona."
"Em.. Apakah dia orang nya nona?..."ucap Nino saat melihat,sebuah mobil sport a limited berhenti di depan gerbang markas.
Anna tersenyum.
Ia berkata"segera siapkan semua yang di butuhkan,aku akan menyambut kedatangannya,Nino"
"Baik nona."
🐾🐾
"Apakah ini benar tempatnya?..."
gumamnya.
Dalam hati iya berkata" ini benar-benar markas besar!.."
Anna berjalan cepat menuruni anak tangga, hingga menarik perhatian ketiga pria tampan yang duduk di.
"Ada apa Anna?..."
Anna melirik mereka bertiga, dengan sombong ia berkata"Tamu ku telah datang"
Sontak mereka semua berdiri dari duduk nya, karena mereka merupakan orang yang paling penasaran dengan tamu tersebut, dengan serentak mereka berkata"Bolehkah aku ikut bersamamu"benar-benar kompak.
Anna terbengong,lalu ia memberikan kode,pada ketiga saudaranya bahwa mereka boleh ikut bersama dengan nya menyumbat eh menyumbat,maksud nya Menyambut kedatangan si ahli racun.
Saat mereka hendak melangkah kan kaki nya, tiba-tiba Nino muncul di depan Anna seraya berkata"Semua sedang di urus sesuai dengan keinginan anda Nona."ucap nya.
Anna mengangguk kan kepalanya dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat ter-cekal.
Sekarang Anna pun berjalan dengan di ikuti 4 lelaki tampan di belakang nya.
Hahah yap benar sekali,Nino juga mengikuti Anna dari belakang.
🐾🐾
" permisi.. apakah benar ini tempat ini?.."ucap Franz seraya menyodorkan kartu yang ia dapat dari Anna.
Para penjaga di depan gerbang mengambil nya dan, dan setelah melihat kartu tersebut,mereka saling menatap.
__ADS_1
"Iya.."
ucapnya serempak.
Para penjaga melirik ke arah Franz,sedangkan Franz masih melihat gedung yang menjulang tinggi di hadapannya.
"Coba kau perhatikan,kartu ini tidak bisa di miliki oleh sembarang orang"bisik penjaga satu ke penjaga lain nya.
"Tentu saja aku tau, karena kartu ini di pegang langsung oleh Nona Anna,dia pasti adalah salah satu teman Nona, sebaiknya kita jangan membuat nya kesal,jika ia, maka habis lah kita"
bisik yg lain nya pula.
Setelah beberapa detik diskusi berikut nya, mereka pun membukakan gerbang dan mempersilahkan Franz masuk.
"Silahkan masuk Tuan,Nona Anna dan yg lain nya berada di dalam"ucap penjaga.
"Tentu"
jawab Franz yang masih menimbang-nimbang pemikiran nya tentang tempat ini.
Tepat saat Franz tinggal satu langkah lagi berada di pintu besar yang tinggi, tiba-tiba pintu tersebut terbuka.
Kedua pasang mata tersebut saling menatap,eh,maksud ku,ke empat pasang mata menatap tajam dirinya di balik tubuh Anna.
🐾🐾
"Uhh.. siapa sebenarnya Anna ini?.. hingga ke empat pria di belakang nya yang menatap tajam kearah ku, seolah-olah aku datang kemari sebagai seorang pembunuh."batin nya.
"Tapi kau memang seorang pembunuh 😅"batin author.
Anna mengangkat sudut bibirnya keatas,melihat kedatangan tamunya.
"Tamu Anna seorang lelaki, akan ku ingat wajah nya"batin Sam.
"Cih,jadi begini bentuk kan orang yang membuat Anna seharian terlihat berbahagia,apa hebatnya dia" gerutu Leon di dalam hatinya seraya melihat Franz dari atas ke bawah.
"Hmm.. di lihat dari wujudnya ia bukan orang sembarangan,pagi pula untuk apa Anna mengundang orang bisa sampai ke markas besar"pikir Jordan.
"Aku penasaran apa keahlian Tuan ini, sampai -sampai Nona menantikan kedatangan nya"pikir Nino yang juga ikut ikutan membatin.
🐾🐾
Nino yang sudah tau akan tugas nya,ia pun berjalan menghampiri Franz dan menyambut nya dengan beberapa kata, tidak bertele-tele lagi,mereka pun sudah duduk rapih di ruangan yang sangat besar, tempat Anna dan para anggota mafianya berdiskusi.
Suasana nya cukup canggung,Anna pun melirik ke empat saudara nya, mereka pun yang mendapat lirikan dari Anna segera bersikap normal and formal.
"Apa mereka ingin membuat pion ku lari bahkan sebelum permainan di mulai"batin Anna yang melihat mereka menatap tajam dan tidak suka pada Franz.
"Maaf, sebelum nya aku tidak memberitahu kan mereka bahwa kau akan datang"ucap Anna santai.
...
Next...
__ADS_1