
Anna tertawa, tersenyum penuh ironi.
Lalu menatap jijik kedua pemuda yang tengah berlutut memohon pengampunan darinya.
"Habisi mereka"ucap Ana lalu pergi meninggalkan TKP.
Kedua pemuda tersebut pun, mengalihkan pandangannya pada Jordan,memohon belas kasih,berharap Jordan akan mengampuni mereka.
"Berhenti lah berwajah menjijikkan seperti itu,jangan lupa, bahwa aku sudah memperingati kalian sebelum nya"
Jordan mengeluarkan pisau kecil di dalam saku nya.
"Siapa dulu yang ingin matanya di keluarkan, jujur saja,apapun yang di perintahkan oleh nya,aku tidak bisa membantah"
...
Yaap..
bisa di bayangkan bagaimana nasib akhir dari kedua pemuda itu.
Sementara itu,di mansion.
Leon tengah menceramahi Anna,padahal Anna baru saja datang, kebiasaan lama memang tidak bisa di hilangkan.
"Sekarang ini, dimana Jordan?.. kenapa dia tidak ikut pulang bersama mu,padahal aku sudah menyuruhnya untuk membawa mu kembali,tetapi malah dia yang hilang....blablabla.."
"Dia ini sudah seperti ibu-ibu kompleks"batin Ana.
Padahal ulah siapa ini, sampai-sampai aku harus lembur,kalau tau begini,lebih baik aku tidak pulang dan tidur di kantor saja.
"Ka.. Leoonn,aku lelah"ucap Ana yg memang nampak terlihat kelelahan.
Haha.. akhiri akhiri ini Ana baru saja melatih wajahnya untuk menggunakan beberapa ekspresi,supaya orang-orang tidak bosan dengan wajah datarnya.
Leon yang mengoceh tak jelas pun,terdiam seketika, saat melihat Ana yg nampak kelelahan.
'Apakah aku terlalu berlebihan'
Leon terlihat menghembuskan nafas kasar,lalu ia berkata"Hmmm.. baiklah, segera lah istirahat,tapi sebelum itu bersihkan dulu tubuhmu"ucapnya dengan mengusap wajah kasar.
'Yeah.. berhasil'
Ana berjalan melewati Leon dengan ekspresi Datarnya kembali,
Sangat mudah baginya mengubah ekspresi wajah, bagaikan membalikkan telapak tangan saja.
...
Jordan kembali ke mansion, bersama dengan antek-antek nya, sekitar 02:11dini hari.
Saat Jordan membuka gerbang mansion,ia di kagetkan oleh Leon yang berdiri rapat di hadapan nya dengan melipat kedua tangannya di dada.
'Ya.. Ampun'
"Apa yang kau lakukan..."
ucap Jordan.
Leon memperhatikan Jordan.
"Kenapa kau berdiri di sini,kau ini sudah seperti hantu saja"Maki Jordan,yang Jantung nya hampir melompat keluar.
"Sebenarnya apa yang terjadi,Kenapa pakaian mu ada noda darah"Tanya Leon penuh selidik.
__ADS_1
Plak..
'Aduuuh!!..'
Jordan memukul perut Leon.
"Dasar kau tidak sopan, setidaknya sebelum bertanya, biarkan aku masuk terlebih dahulu"maki Jordan yang nyelonong masuk,tanpa memperdulikan Leon yang meringis memegangi perutnya.
"Dasar kau sialan!.."
ucap Leon menahan sakit perut nya.
Lalu ia pun segera menutup gerbang,dan segera berjalan menyusul Jordan.
"Sekarang katakan pada ku,apa yang terjadi?..."Tanya Leon kembali,saat mereka sudah duduk di dapur.
Sementara Jordan tengah berdiri di depan lemari pendingin,dan menuangkan jus kedalam gelas yang di pegang nya.
Lalu Jordan pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi,tanpa ada yang terlewat kan sedikit pun.
"Heuh.. lagi-lagi!.."gumam Leon, sesaat setelah ia mendengar kan apa yang di kata kan oleh Jordan.
"Ini salah mu juga!..."celetuk Leon, seraya meminum jus yang di tuangkan Jordan untuk nya.
"Apa yang baru saja kau katakan?.."Gerutu Jordan yang tidak terima dengan apa yang di ucapkan Leon barusan.
"Aku berkata, sesuai fakta,jika saja kau menghabisi mereka waktu itu,mana mungkin Ana akan jadi sasaran mereka"
"Ini sepenuhnya bukan hanya salahku,tapi salah mu juga,karena membiarkan nya bekerja sampai larut malam begini"
"Bla.bla.bla....."
"Bla.bla..bla.."
....
"Hei!... kau dan aku hanya beda 1 tahun saja.Ok!.."ucap Leon seakan memperjelas perbedaan mereka.
Bingung sendiri, entah kapan perdebatan ini kan berakhir.
..
Malam ini,Ana pulang lebih awal,katanya ia memiliki janji dengan beberapa orang.
Selepas ia pulang dari perusahaan,Anna langsung pergi ke Apartemen untuk mengambil barang, sekalian mengganti pakaian nya.
Tentu saja sebelum itu,ia sudah memberitahu sudara-saudaranya.
Iya.. semua anggota Mafia Angel's Of Death adalah sudara baginya.
Tak heran, sekarang dirinya, semakin di segani di kalangan dunia bawah.

Ana memakai dress hitam,sangat cocok untuk nya yang memang selalu berpakaian serba hitam.
'Iya.. apa karena di setiap harinya ada saja nyawa yang melayang di tangannya, oleh karena itu ia sudah siap berkabung dengan pakaian nya yang sudah senada,atau dia memang tidak menyukai warna terang'
17:46 pm.
Ana menjalankan mobil nya santai, tujuan nya kali ini adalah sebuah kafe,yang memang tidak terlalu jauh dari lokasi apartemen milik nya.
Cafe xxx
__ADS_1
Ana memarkir kan mobil mewahnya dengan santai.Ana turun dari mobil nya dengan mengenakan kacamata hitam.
Kali ini memang ia tidak menjadi pusat perhatian, karena memang kafe ini sering di datangi oleh orang-orang dengan setatus sosial yang tinggi.
Selayaknya kafe dengan standar yg tinggi, mereka memperlakukan tamu nya bagaikan seorang raja.
Saat Ana masuk kedalam cafe tersebut,Ia mendengar namanya langsung di sebut.
Ana melihat ke arah orang yang memanggil namanya,ia menurunkan kaca mata hitamnya,dan tersenyum tipis seraya berjalan mendekati meja tersebut.
"Apakah aku terlambat!..."
"Tidak,kau datang tepat waktu. benar kan Broo"
"Iya.."
"Santai saja Ann. sebaiknya kau duduk terlebih dahulu,kau datang kesini bukan hanya untuk berdiri kan"
Ana mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum tipis.Lalu ia pun duduk di kursi yang sudah di siapkan.
"Kau ini, semakin cantik saja!.."goda Miko.
"Apa kemarin-kemarin aku tidak cantik"ucap Ana dengan menatap tajam.
Miko kaget,ia pun tidak bisa berkata-kata.
Fftt...
"Lihat, bagaimana ekspresi nya tadi,dia benar-benar ketakutan".
Farrell tertawa terbahak-bahak bersama dengan Demian.
"Ann.. kau sebaiknya sering-sering membuat nya seperti itu,aku benar-benar sangat menikmati detik-detik ia tergagap-gagap"ucap nya seraya mengusap air mata,akibat tertawa.
Aja tersenyum melihat mereka bertiga.
....
Guys..
Jangan bilang, bahwa kalian sudah lupa dengan ketiga curut ganteng ini, mereka dulu adalah teman Anna,dan sekarang pun masih begitu,haha.
Dulu mungkin,Anna tidak dekat dengan mereka,tapi setelah ia pulang dari Korea 2 th lalu, hubungan mereka sekarang semakin dekat.
Ups..
Tapi seperti nya,bukan mereka yang semakin dekat,tapi Ana sendiri yang mendekatkan diri pada mereka,kalian semua tau sendiri bagaimana perilaku ketiga curut ganteng ini saat bertemu dengan Ana.
"Hmm.. Iya, kenapa kau tidak memesan?.."ucap Demian, menawarkan.
"Sebentar"
Ana pun memanggil pelayan,dan melihat lihat buku menu.
"Pilih lah makanan apapun yang kau mau Ann,kali ini biar kami yang bayar."
Sahut Farrell yang di angguki oleh kedua sahabatnya ini.
Ana mengangguk-anggukkan kepalanya
"Hmmm..."
Setelah memesan,mereka pun berbincang-bincang,hingga makan yang di sediakan pun sudah di antar.
__ADS_1
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat,mereka sangat menyayangkan waktu ini, padahal mereka baru saja bertemu tadi,sangat susah untuk bertemu Ana kembali,karna urusan pribadi masing-masing yang memang sangat padat.
Next...