
Brak...
Ana menendang pintu ruangan kepsek,hingga pintu tsb terbuka,terdengar teriakan marah Pak Kepsek
"Kurangajar,,siapa kau,,berani-beraninya......."ia mengecilkan intonasi di akhir kalimatnya sa'at melihat bahwa yg menendang pintunya adalah Ana.
"No,nona,,,maaf kan saya nona,saya,,saya,pikir itu bukan anda,ampuni saya....."rengek Pak Kepsek di kaki Ana.
"Aku akan pergi,uruskan itu"ucap Ana seraya keluar dari ruangan Kepsek.
"Tentu,tentusaja nona,kau bisa pergi dengan tenang"ucap Pak Kepsek seraya berdiri,sampai nayangan Ana hilang sepenuhnya dari penglihatan
ia hanya menghembuskan nafas lega di sana,dan menyeka beberapa butiran keringat di dahinya.
Ana mengendarai motornya dengan sangat cepat,
Bahkan marquez dan rossi pun akan ternganga melihat bagai mana Ana mngendarai mtr nya😁.
🍂
"Bagaimana keadaan ka Joo sa'at ini"ucap Ana sa'at memasuki markas,dengan langkah seribu bayangan ia menuju ruang rawat khusus yg berada di markas.
Ia membuka pintu ruang rawat yg memang sangat khusus di siapkan di markas dengan tidak sabaran.
Ia meliaht Jordan yg terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur,dan di sana juga ada Sam,Max,Leon dan Mike selaku anggota DPR eh' selaku dokter pribadi Ana.
"Ka bagaimana keadaan nya"tanya Ana.
__ADS_1
"Dia sudah tidak apa-apa hanya butuh istirahat,meskipun tadi ia sempat kritis karna kehilangan banyak darah,tapi karna tuan Sam mau mendonorkan darah nya pada Jordan,hingga ia bisa di selamatkan"ucap Mike,yg memang usianya berbeda 1 tahun lebih tua dari Jordan.
"Syukurlah,aku sangat berterimakasih pada mu tuan Sam"ucap Ana seraya membungkukan badannya.
Sam tersenyum dan berkata
"Tidak apa,itu memang sudah menjadi kewajibanku karna dia terluka juga karna melindungiku,"ucap nya.
"Bisakah jau memanggilku dengan sebutan kk"ucap sam dengan penuh harap.
"Aku akan mencoba"ucap Ana.
"Permisi nona"seka Nino.
Mereka semua mengakihkan pandangan pada sang sumber suara.
"Pe,,pelaku penembakan sudah di tangkap dan sekarang ia berada di ruang bawah tanah"gugupnya.
Mendengar itu semua,membuat Ana menarik sudut bibirnya keatas,menciptakan seringaian iblis nya ditambah tatapan maut yg menghiasi wajah cantiknya,dengan secepat kilat ia merubah kembali ekspresi wajahnya ke datar.
Sam sempat melihat sekilas seringaian ublis Ana,yg sempat membuatnya terkejut,bagaimana seorang gadis remaja bisa terlihat seakan sangat haus akan darah.
Ana berjalan menuju ruang bawah tanah dan di ikuti oleh,Sam, Leon dan Max,
di sana sudah terikat seorang lelaki yg mungkin sekitar 30 th nan.
Ia duduk di depan lelaki tsb,menatapnya tajam dan berkata
__ADS_1
"Apa mau mu"tanya nya dingin nan datar.
"Membunuhmu!!... kau sudah membunuh ayah ku,aku ingin kau merasakan bagaimana di tinggalkan oleh orang tersayang"teriak lelaki tersebut seraya meronta dari ikatan rantai besi.
"Oh...Aku sedang tidak salah dengar kan,ayahmu yg mana,kau tau dia berkhianat pada ku,apa salahnya jika aku membasmi hama-hama yg merugikan"ucap Ana.
"Cuihhh...."
"Dasar gadis jala*g,biadab"peria tersebut meludahi wajah Ana,tanpa tau apa resiko yg akan ia dapat.
Semua orang kaget dengan tindakan berani yg lelaki itu lakukan, Max langsung membersihkan wajah Ana
sedangkan secara bersamaan Leon dan Sam sedang menodongkan pistol tepat di kepala lelaki tsb.
"Kurangajar,,,berani sekali kau menghina nona ku"teriak Leon penuh dengan amarah.
"Kau harus mati"ucap sam dengan menekan setiap kalimatnya dengan tatapan mata yg memerah menahan amarah.
Ana bangun dari duduk nya dan menepuk pundak Leon dan Sam lalu berkata.
"Menyiksanya dan membuatnya mati secara perlahan akan lebih indah dari pada membunuhnya secara langsung"ucapnya.
Leon pun perlahan lahan menurunkan tangannya dan menghembuskan nafas kasar....
Ana menatap mata Sam dan Mengisyaratkan agar tenang,dan menurunkan senjatanya.
NEXT........
__ADS_1