Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 97


__ADS_3

Setelah mengirimi pesan pada Leon dan Jordan Ana keluar dari wc tersebut,dan benar saja sekitar sepuluh orang sudah berdiri tegak di depan pintu kamar mandi wanita.


Tanpa mereka sadari,Ana kembali memperhatikan smirk nya.


Dan tanpa dosa ia membohongi mereka dan menjadi gadis yang polos yang lemah.


"Siapa kalian..."ucapnya yang berusaha agar tidak terdengar kaku.


"Hhe... kau tidak perlu banyak tanya,lebih baik kau ikut dengan kami"ucap salah satu dari mereka.


Ana berjalan melewati mereka tanpa memperdulikan mereka sama sekali,dan Ana sudah memprediksi bawa mereka tidak akan membiarkan nya pergi begitu saja.


Ana tersenyum tipis,saat anak buah dari Izanagi mengejar nya menyeretnya dengan paksa.


"Sudah ku bilang untuk diam dan patuh,namun kau tidak mau mendengarkan,maka ini lah akibatnya"ucap nya kesal.


"Cepat... bawa dia ke dalam mobil sebelum ada orang yang melihatnya."ucap tambah nya pada rekannya.


Ana pun mengikuti apa mau mereka,bukan karena ia tidak bisa melakukan apapun,tapi ia sedang menunggu saat yang tepat untuk membunuh mereka semua tanpa sisa,heuhh..


Entah apa reaksinya jika jumlah mereka sangat banyak,mungkin ia akan sangat senang bisa menghabisi banyak nyawa untuk memuaskan hasrat membunuhnya.

__ADS_1


Mereka pun membawa Ana kedalam mobil,dengan penjagaan ketat,Ana masih penasaran apa yang mereka ingin kan darinya,sampai satu dari mereka menghubungi bos nya.


"Halo Tuan... kami berhasil membawa gadis itu,dan saat ini kami tengah bersamanya untuk pergi ke sana"ucapnya dk dalam panggilan.


"Hmmmm.. Pemimpin ternyata,Aku sudah tidak sabar ingin melihat siapa orang yang berani mengincar diriku"gumam Ana.


Jika Ana mau,mungkin saat ini mereka sudah kehilangan nyawanya dan mati dalam keadaan kehilangan tangannya,karena mereka berani menyentuh dirinya.


Namun ia ingin membunuh lebih banyak dari ini,nafsu nya menuntun nya menuju mangsa yang lebih banyak.


Terkadang kita sendiri suka bertanya-tanya,apa ia akan tetap berani jika mengetahui bahwa yang mengincarnya adalah 3 ketua mafia yang cukup kuat.


Maka mungkin jawabannya adalah,Ana tidak takut mati,meskipun ia sampai terbunuh ia tidak akan merasa menyesal karena di hidupnya hanya ada kekosongan,jadi ini bukan masalah.


"Hmm... aku tidak menyangka ada rumah di tempat seperti ini"gumam Ana saat ia sampai di tempat yang di tuju.


Karna tempat ini benar-benar tempat yang cukup jauh dari hiruk pikuk nya keramaian kota,benar-benar tempat terpencil.


"Berjalan lebih cepat..."ucap salah satu dari pria yang membawanya.


"Sialan... lihat saja nanti,kau yang akan mati lebih mengenaskan"batin Anna dengan senyumannya.

__ADS_1


Mereka pun masuk kedalam bangunan tersebut,Ana di tuntun hingga ia di pertemukan dengan Pintu besar yang menjulang tinggi.


"Masuk lah.."


Aan tidak mau banyak berpikir melihat mereka yang hanya terdiam di luar tanpa berani masuk kedalam,bahkan mengetuk pintu pun tidak.


Jadi sudah jelas,bahwa ruangan ini adalah ruangan Tuan mereka.


Tanpa berlama-lama,Ana pun masuk kedalam ruangan tersebut dengan penuh semangat di balik wajahnya yang datar.


Kreattt...


Teo,Veto dan Izanagi melihat ke arah pintu secara bersamaan.


"Jadi ini gadiss tersebut..Hmmm ia terlihat cukup berani"kira kira itulah yang ada di dalam fikiran mereka.


"Hmmm... Tiga orang ya.. seperti nya mereka memiliki kedudukan yang sama"batin Ana.


Ok Nextt...


Terimakasih untuk tetap setia membaca Si Mafia Yg Haus Akan Dendam,

__ADS_1


Hehe... LOVE YOU


__ADS_2