
"Aku sarankan untuk sekarang kita tidak perlu bertindak apa-apa"ucap Izanagi Isamu dengan ekspresinya yang sangant seram.
"Aku akan mengikuti apa yang yang terbaiknya saja,tapi... apa kita tidak harus memusnahkan dahulu cabang-cabang Blood Skulls di beberapa Negara."ucap Veto Martin.
"Kau jangan bodoh,butuh waktu seumur hidup untuk memusnahkan cabang-cabang Blood Skulls,semua orang dari dunia hitam tau,bahwa cabang-cabangnya tersebar di seluruh dunia,yang ada kita bisa mati di tempat"tukas Teo Harry.
Sedangkan Izanagi Ismu hanya memutar bola matanya malas seraya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berkata"Itu benar,kita tidak akan mendapat apa-apa dengan menyerang cabangnya,lebih baik kita langsung ke pusatnya,masalah hidup dan mati kita tergantung dengan rencana yang akan kita lakukan"tutur nya.
Veto Martin mengangguk-nganggukkan kepalanya seolah sudah mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Izanagi Isamu.
"Kau memang paling cerdas di antara kita,oleh sebab itu kita harus mencari kelemahan terbesarnya"ucap Teo Harry dengan wajahnya dan senyumannya yang licik.
"Itu saran yang benar,sebaiknya kita harus secepat mungkin untuk mencari melemahannya,dengan begitu akan cepat pula untuk kita bisa melenyapkannya"sergah Veto Martin.
"Kita jangan gegabah,ia bukan lah orang yang bodoh,yang akan membeberkan apa kelemahan nya sendiri,kita semua tau ia bisa menjadi The King Of Mafia The World bukan tanpa alasan"skak Izanagi Isamu yang lagi-lagi membuat para rekannya tersadar akan resiko berurusan dengan The King Of Mafia.
"Jujur saja,kami mengandalkan mu Izanagi Isamu"ucap Teo Harry yang di angguki oleh Veto Martin.
__ADS_1
.........
Di ruangan bernuansa gelap terdapat 2 orang yang tengah berdiskusi dengan sangat amat serius.
"Bagaimana Han?..."tanya nya.
"Semua sudah beres tuan"ucap Han ye dengan sigap dan wajahnya yang ikut terlihat datar akibat terbawa nuansa aura dari bosnya.
"Baguss.. "ucap Hyun jin,yang terlihat nampak memikirkan sesuatu dengan seringaian di bibirnya.
"Hanya kalimat itu yang terlontar dari mulutnya,hiks... tidakkah ia memberikan aku ucapan terima kasih atau memberikan ku tiket ke luar negri untuk berlibur"jeritan hanti Han ye.
Ia memarkirkan mobilnya dan pergi membelah jalan,seraya di sepanjang jalan ia terus saja bergelut dengan dirinya sendiri,ia tidak henti-hentinya mengeluarkan sumpah serapah untuk tuannya yang benar-benar tidak berperasaan.
Hingga suara dering ponsel membuat mulutnya bungkam.
"Iya..."
__ADS_1
"Bla...Bla...Bla..."
"Apa?... Kau tidak sedang bercanda dengan ku bukan"kaget Han ye saat mendengar ucapan seseorang di sebrang ponsel sana.
"Benar tuan,tim elit yang memberikan berita tersebut"ucap nya.
"Agrh... sialan"ucap Han Ye kesal seraya membanting stir dan kembali ke pada Tuannya untuk melapor.
Hingga tidak beberapa saat kemudian,Han ye pun sampai dan segera berlari ke ruangan Hyun jin.
Dengan tergesa-gesa dan terengah-engah han pun tidak sadar bahwa ia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu,dan ia langsung masuk kedalam.
Hyun Jin,hanya menatap Han ye yang menerobos masuk kedalam ruangannya dengan ter engah-engah dan keringat yang membanjiri tubuhnya,coba bayangkan Han Ye berlari dari parkiran untuk menuju lantai 12,ya meskipun ia memakai lift wkwk.
Han Ye mengatur nafasnya dahulu lalu ia berkata dengan tergesa-gesa.
"Tuan... huh.. huh... itu.. Nona.. Nona Ana "ucap Han ye yang tersenggal akibat terlalu lelah berlari.
__ADS_1
NEXR...