Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 108


__ADS_3

"Apa yang baru saja ia katakan,di pilih langsung katanya, sialan bagaimana ka Joo bisa meliliih orang bodoh seperti nya.."batin Ana seraya memijat kepala nya pelan.


"Kenapa dengan mu nona..."ucap lelaki tersebut seraya hendak menyentuh tangan Ana.


"Jangan bergerak, turun kan tangan mu.."ucap Ana dingin.


"kau bilang Jordan sendiri yg memilih mu?.."tambah Ana lagi.


Pria tersebut mengangkat kedua bahunya,dan dengan sombong nya mengatakan iya.


"Bisa kau hubungi dia.."ucap Ana.


dengan wajah yang mulai terlihat menyeramkan


Si pemuda tersebut pun terlihat kebingungan,ia melihat kebelakang,solah-olah mencari bantuan atau pun solusi pada rekannya.


Terjadi kontak mata antara kedua pemuda tersebut.


"Ah.. pada jam begini,Tuan Jordan tidak bisa di ganggu Jaa...."


ucapan pria itu pun terpotong oleh kata-kata Anna.


"Kalau begitu,biar aku yang menghubunginya.."ucap Ana yang membuat kedua lelaki tersebut pun menahan tawanya,mereka seperti baru saja mendengar sebuah lolucon.


Anna tidak mau lagi ber basa-basi,ia merogoh saku celana nya,dan segera menghubungi Jordan.


Sementara kedua pemuda tersebut pun hanya memperhatikan Ana, karena mereka berdua pikir Anna hanya lah membual untuk membuat mereka takut.


"Cantik.. kau tidak perlu berpura-pura bahwa kau mengenal tuan Jordan,aku hanya mengingatkan mu bahwa tuan Jordan bukan orang yang akan diam saja bila ada yang membuat nya tidak senang"ucap si pemuda.


"Lihat!!.. dia bahkan tidak memperdulikan kita,apa dia pikir kita akan takut"tambah terkannya.


..


"Halloo!.."


"Ann... kau tidak boleh pergi kemana-mana,kami sebentar lagi akan sampai di lokasi mu"ucap Jordan yg bahkan tidak menjawab salam dari Anna.


Kebetulan sekali,benar-benar sangat pas.


"Baik.. tapi aku ingin kau sampai di lokasi ku dalam waktu 3 menit,jika kau terlambat 1 menit saja,maka bersiaplah untuk mendapat kan hukuman karena aku tidak akan mengampuni mu ka Joo"ucap Anna yang langsung menutup telepon.


"Apa kau sudah selesai nona,ck.. ck.. ck. aku sungguh sangat penasaran, siapa yg kau panggil, Ayah mu, atau kah paman mu..."ucap nya lalu tertawa terbahak-bahak bersama teman nya.


Si lelaki tersebut pun hendak menyentuh tangan Anna,Ana menatap tajam dan menepis tangan si lelaki tersebut.

__ADS_1


Phak..


"Jangan coba-coba kau menyentuh ku"ucap Anna.


"Atau kau mau kehilangan tanganmu"ancam Anna.


"Uh.. sialan. kenapa tenaga nya begitu besar,rasa nya tangan ku ini mau patah"batin si lelaki tersebut, seraya memegangi tangan nya.


"Ahh.. sialan"ucap nya kesal.


"Seperti nya kau ingin nasib mu seperti dirinya nya"tambahnya marah seraya melirik ke arah wanita yang tergeletak di aspal.


Ia pun memberikan kode pada temannya,dan mereka pun berniat mengeroyok Ana.


Namun..


Dor..


Akh...


Ringisan seseorang menggema di gang gelap yang lembab tersebut,di tambah dengan suara-suara gaduh lainnya, entah itu tikus atau kucing yang kaget akibat suara letusan peluru.


"Akkhh.. ka.. kaki ku"ucap nya terbata-bata seraya memegangi kakinya yang di tembus timah panas.


"Dari mana datangnya peluru ini.."


"Itu datang dari pistol milik ku."ucap seorang pria tampan,tinggi,gagah dengan suaranya yang baritoon menandakan ia bukan orang sembarangan


Tanpa melihat kebelakang,bahkan mendengar suaranya saja Ana sudah tau siapa orang tersebut.


Ana melipat tangannya di dada,dengan tatapan mencemooh ia memandang kedua pemuda itu.


Kedua pemuda tersebut panik bukan main, orang yang mereka lihat benar-benar Tuan Jordan,dengan menahan sakit di kakinya tubuh kedua pemuda tersebut bergetar hebat, pikiran mereka kosong,lidah mereka kaku.


"Benar-benar cari mati!.."


Anna memalingkan wajahnya.


"Maaf aku merepotkan mu, pakaian ku ini tidak mendukung ku untuk banyak bergerak,dan pistol ku juga berada di mobil"


"Tidak.. lagi pula aku tidak akan membiarkan mu mengotori tangan mu dengan mengurusi mereka"


Anna tersenyum


"hmmm.. ok"

__ADS_1


Jordan memerintahkan pada para bawahan,untuk membawa Ana pulang dalam pengawasan.


Namun Anna menolak


"Jangan menyuruh ku untuk pulang,aku ingin bertanya bagaimana kau bisa memilih mereka menjadi Anggota Mafia milik ku,jika mengenali tuannya saja mereka tidak tau"ucap nya dengan mengangkat sebelah alisnya.


Jordan nampak kebingungan, sedang kan kedua pemuda tadi nampak terlihat pucat pasi, apalagi dia yang kakinya menjadi sarang peluru dari sana darah segar keluar terus-menerus, mungkin dalam beberapa waktu lagi dia akan mati kehabisan darah.


Jujur saja, dari awal memang Anna sudah tau, bahwa mereka hanya mengada-ngada,menyebut-nyebut nama Jordan mengatasnamakan geng mafia Angel's Of Death milik nya,Ana tidak sebodoh itu sampai -sampai bisa percaya dengan apa yang keluar dari dalam mulut bodoh kedua pemuda ini.


Lagi pula,jika memang mereka benar-benar sudah mengabdi pada geng Mafia Angel's Of Deat, bagaimana mereka tidak tau wajah dari pemimpin mereka sendiri, karena bukan sembarang orang yang bisa masuk kedalam geng mafia milik nya,hanya orang orang tertentu lah yang bisa mengabdi pada nya,dan bersumpah setia.


"Aku bahkan tidak pernah ingat dengan wajah menjengkelkan mereka"Jordan di buat kesal karna mereka.


"Kau yakin ka Jooo"


Jordan mengangguk kan kepalanya,dan saat ia hendak membuka mulut,kedua pemuda tersebut menyela.


"Tu.. tuan joo.. To.. tolong ampuni kami"


Ana tersenyum tipis seraya menatap Jordan seolah berkata"Oouhh.. tidak kenal yaa.."


Jordan mengusap wajahnya kasar,dengan ekspresi datar,sorot mata yang tajam dan suara yang dingin ia berkata"Seharusnya aku menghabisi kalian saat itu juga"


Kedua pemuda itu pun meregang,sudah tidak ada lagi harapan untuk hidup jika Jordan sudah berkata seperti itu,memang benar,ini bukan yang kedua kalinya mereka melakukan tindakan kriminal dengan ber kedok geng Mafia.


"Kalian,bawa perempuan itu ke rumah sakit terdekat, biayai pengobatan nya sampai tuntas"


Jordan memberikan perintah,kini bawahan nya telah terbagi dua.


"Aku akan memberikan mereka pelajaran"ucap Jordan pada Ana,yang terlihat Jordan meminta ijin pada Anna.


Anna tersenyum mendengar ucapan dari Jordan,dengan tatapan tanpa dosa dan tapa berpikir panjang ia memberikan perintah"Congkel kedua matanya, karena sudah lancang memandangi tubuh ku"


Hanya ada 2 kalimat yang di pikiran mereka saat mendengar perintah dari wanita cantik di hadapannya.


Yaitu "Dia Iblis"


"Sudah kuduga,ini akan sulit"batin Jordan.


Mereka berdua berlutut dengan air mata memohon ampun dari Ana, sekarang dengan otak nya yang lamban mereka baru menyadari bahwa Wanita di hadapannya ini berstatus lebih tinggi di banding tuan Jordan.


Mereka tidak tau,mau mereka berlutut sampai kakinya bengkak, atau mau sampai kepala mereka hancur sekalipun,Ana tidak akan pernah mengubah kata-katanya.


Next..

__ADS_1


__ADS_2