
"Coba lihat baik-baik siapa aku?..."
wajahnya yg memang tidak terlihat jelas karena minimnya cahaya di sana,hingga membuat Sung ji masih tidak mengenalinya sedari tadi.
Ekspresi Sung ji nampak kebingungan setengah mati karena ia mulai merasakan sakit di dagunya yang masih di cengkeram kuat oleh tangan Ana.
Sedangkan Hyun masih memperhatikan dengan seksama,dan para bawahannya hanya bersiap-siap jikala mereka di beri perintah oleh tuannya.
"Siapa sebenarnya nona ini?..."batin Sung Ji"Aku tidak biasa melihat wajahnya dengan jelas"tambah nya.
Ana masih tidak melepaskan cengkeraman tangannya dari dagu Sung ji,malah dirinya memperkuat cengkeraman tangannya,dan ia cukup puas melihat reaksi & ekspresi yang di perlihatkan oleh Sung Ji.
Remang-remang wajah cantik nan imut milik ana terpapar cahaya hingga Sung ji kaget setengah mati,dirinya merasa bagaikan tersambar petir,ana yg ia pikir sudah mati hangus terbakar, ternyata menghampirinya dengan tatapan mematikan dan penuh dengan kebencian dan hasrat untuk membalas dendam.
"A...Annaa...."Batin Sung Ji.
Sedangkan Ana hanya tersenyum lebar.
__ADS_1
"Bagaimana!...Apa kau sudah ingat?... Hmm..."ucap ana lalu ia tertawa terbahak-bahak.
"Dia... dia masih hidup!..."
apa yang harus aku lakukan sekarang,melawan pun tidak akan ada gunanya.
"Hahaha...Bagaimana kabar mu ayah?..."ucap Ana dengan menekan dan memberikan seringayan iblis nya di akhir kalimat.
Hyun sangat kaget dengan yang baru saja ia dengar"Apa?...Ayah,yang benar saja" pikirnya karna ia yakin bahwa dari awal yang gadis kecil mafia nya katakan bahwa 'tidak ada yg boleh membunuhnya selain dirinya'
"Apa yg sebenarnya sedang terjadi?... Apa yg tidak aku ketahui dari gadis kecil mafia ku?..."pikir Hyun seraya menatap tajam Han seolah berucap"Apa ini yg dikatakan sudah mendapatkan semua informasinya?..."
"Sebaiknya aku harus bersikap baik padanya untuk bisa lolos dari tuan Hyun,karna dari yang aku lihat bocah ini tidak memiliki rasa takut sedikitpun pada tuan Hyun,aku yakin bahwa bocah ini masih menganggap aku ayahnya"batin Sung Ji.
"Annaa... apa itu kau nak?..."ucap nya dengan nada bergetar dan air mata yg bercucuran"Kau.. kau masih hildup!!... syukurlah nak.."
"Kenapa!!... apa kau menyesal melihat putri mu masih hidup?..."ucap ana dinginnya seraya memperkuat cengkeraman tangannya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak putri ku,aku... aku bahkan sangat senang melihat mu sudah tumbuh dewasa,apa kau tau na!... aku sangatlah merindukan mu... maafkanlah ayah mu ini yg sudah meninggalkan mu,ayah benar-benar meminta maaf,ayah tau kau pasti akan memaafkan ayah mu ini bukan!..."ucapnya.
Ana tertawa sumbang dan ekspresi nya berubah seketika menjadi datar dengan tatapan mematikan.
"Tentusaja..."ucapnya dengan dingin dan melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar hingga kepala Sung ji membentur ke lantai .
Ekspresi wajah Sung ji nampak berubah seketika menjadi panik,ingin rasanya ia me-nyumpah serapahi ana dengan kata-kata kasar yang ia pendam.
"Bawa dia!!..."perintah ana pada bawahannya.
Para bawahannya pun mematuhi perintah nona nya,mereka pun mengangkat Sung Ji,namun saat Ana hendak melangkah laju kakinya terhenti oleh suara santay seseorang yang sedari tadi berada di belakangnya.
"Apa kau melupakan kehadiran ku nona?..."
.........
("setidaknya aku tidak melupakan untuk memberikan like pada episode ini" ucap ana.)
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya gaess✌😋
Next......