
Sa'at ini mereka tengah berada di ruang tamu,setelah Ana membersihkan dirinya ia langsung turun kebawah dimana kedua saudaranya tengah menunggu dirinya.
"Bagaimana kabar di sana?..."tanya Ana seraya sesekali menyeruput teh manis nya.
"Semua sangat baik,perusahaan pun dalam keadaan sangat baik"ucapnya.
"Hmmmm..."ucap Ana.
"Ana bagaimana sekarang keadaan Sung ji?..."tanya Leonardo fransisco.
Ana tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyeruput teh manisnya karna mendengar pertanyaan dari Leon.
Sedangkan Jordan secepat kilat menginjak kaki Leon karena menyadari sesuatu pada Ana.
Sedangkan Leon hanya meringis menahan sakit kakinya yang sudah fi injak untuk yang kedua kalinya.Ia pun melihat kearah Ana dan ia merasa sangat bodoh karna sudah menanyakan hal yang tidak enak di dengar dalam keadaan seperti ini.
Namun tiba-tiba saja ekspresi wajah Ana berubah,ia nampak memperlihatkan semirik menyeramkan di bibirnya,lalu ia pun berkata"Tentu saja aku merawatnya dengan sangat baik,karena aku tidak akan membiarkannya mati...Dengan Mudah"
Mereka berdua cukup kaget,namun mereka bisa mengerti,dengan hal tersebut.
.........
__ADS_1
"Anaaaaaa...Cepat bagun!..."teriak Leon beberapa kali.
"Akhh...Sialan,kenapa di selalu mengganggu tidur ku"ucap Ana seraya terbangun dari tidur nya,
Haha,itu adalah salah satu kebiasaan Leon yang selalu membangunkan Ana untuk pergi ke sekolah,bahkan saat ia berada di indonesia ia sempat beberapa kali masuk kedalam kamar Ana untuk membangunkannya,tapi sayang Ana tidak berada di indonesia lagi oleh sebab itu ia dengan nekat memutuskan untuk bertemu dengan Ana dan tinggal beberapa hari di korea.
"Aku akan mengantar mu ke sekolah"ucap Leon yang melihat Ana turun dari anak tangga.
"Tidak perlu"
"Uhh...Ayoo lah,kau tau kan aku tidak akan lama-lama di sini.Jadi tolong turuti apa yang aku ucapkan"ucap Leon.
Ana hanya memijat pelipis nya seraya menghembuskan nafas kasar beberapa kali,dan menuruti apa yang di inginkan Leon.
"Wah...Sekolahan yang cukup berkelas,Jordan memang tau apa yang harus di lakukan"gumam Leon seraya mengagumi bangunan tempat menimba ilmu tersebut.
...Skip.......
Saat ini keduanya tengah makan di sebuah restoran,yap Leon dan Ana karna setelah Ana keluar dari kelasnya Leon sudah standby di parkiran dengan mobil mewahnya.
Dan lagi-lagi Ana harus menuruti apa yang di inginkan oleh orang yang sudah merawatnya saat ibunya tiada,dan yang membuatnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
Tanpa menyadari keduanya tengah di perhatikan oleh seseorang yang misterius.
"Tuan aku melihat nona Ana tengah makan bersama dengan seorang lelaki di sebuah restoran"ucap seseorang berbicara pada ponselnya.
"Di mana tempatnya"ucap seseorang dari dalam panggilan dengan suara datar dan baritonnya.
"Di restoran xx Tuan"ucapnya.Dan seseorang dari sbrang langsung mematikan panggilan.
◎Di lain tempat.
Seorang pria tampan dengan wajahnya yang datar langsung meninggalkan ruangannya dan bergegas menuju ke suatu tempat dengan langkah kakinya yang lebar.
.........
Setelah beberapa saat mereka menikmati makanan yang sudah di pesan,mereka pun sempat beberapa kali Leon mengajak Ana berbicara meskipun ia sudah tau bahwa Ana tidak akan banyak bicara ia tetap mengajaknya bicara.
Hingga tiba-tiba seseorang menghampiri meja mereka dengan wajah yang mengelap dan tatapan yang menusuk.
Leon pun segera memalingkan wajahnya pada si lelaki tersebut,dan ia pun merasa kebingungan ketika melihat ekspresi si lelaki tersebut yang nampak marah tidak suka padanya padahal setahu nya ia tidak pernah membuat masalah dengan orang lain.
Sedangkan Ana hanya memutar bola matanya malas seraya mengusap wajahnya kasar"Apa lagi yang dia inginkan sekarang?..."batin Ana.
__ADS_1
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN DAN HADIAH NYA.
Kuy Next......