
"Baru pulang?...."
"Iya.."
"Hmm.. bersihkan dirimu dulu,ada yang mau di bicarakan."
Anna mengangguk,ia berjalan lemas menuju kamarnya, sementara Jordan pergi kearah yang berlawanan, beberapa saat kemudian mereka sudah duduk rapih sambil menyantap makanan,hanya terdengar dentingan sendok yang beradu.
"Habis dari mana?..."
tanya Leon.
"Aku hanya berjalan-jalan sebentar,lalu bertemu dengan seorang kenalan."jawab anna tidak terlihat bersemangat.
"Kenalan?..."
sahut Sam dengan jeda,lalu ia melanjutkan ucapannya
"Tidak masalah kau habis dari mana,dan bertemu siapa,selagi itu membuat mu merasa lebih baik."
"Nino menghubungi ku,dan ia menanyakan mu."
"Hmmm.. oooh,biar ku hubungi nanti.
"Kami sarankan, beristirahat lah untuk malam ini,ingat jangan lupa tujuan utama kita datang ke Bali"
Anna berdiri dari duduknya, seraya berkata"Iya.."
lalu ia pergi meninggalkan mereka.
Anna menutup pintu kamarnya pelan,ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, memikirkan hal apa yang sebaiknya ia lakukan, Menghindari, Menghadapi atau mungkin lebih baik Mengabaikan, pernah di benak nya terbesit ingin memiliki kehidupan yang normal, layaknya kebanyakan orang.
Ia memejamkan mata nya, dengan sekali hembusan nafas berat,ia membuka kembali matanya,ia sudah bertekad untuk menghadapi apa yang menjadi masalah terbesar nya saat ini,
__ADS_1
08:11..
"Pagi-pagi,mau pergi kemana?.."tanya Jordan yang tengah duduk di teras seraya menyesap secangkir kopi.
"Mau membeli peralatan memancing,aku ingat tujuan utama kita datang ke bali,hari ini terlintas di kepala ku, bagaimana gambaran ikan besar yang akan tertipu dengan sebuah umpan buatan"ucap anna tersirat penuh makna.
Jordan memicingkan matanya,"mau ku temani?.."
Anna menyeringai.
....
Di sebuah kapal pesiar mewah Samuel dan Leon tengah menunggu kedatangan Anna dan Jordan.
Singkatnya Jordan yang memberitahukan pada mereka berdua, bahwa ia dan anna akan pergi memancing.
"Bagaimana?...."
"Beres."ucap Jordan.
"Mari biar ku bantu"
Ucap Sam menyodorkan tangannya, untuk membantu Anna menaiki kapal tersebut.
"Mau makan sesuatu dulu?.. atau langsung memancing?..."
"Terserah?.. aku akan mengikuti"
Sahut Jordan.
Leon dan Sam menatap Anna yang tengah memilih joran pancing yang baru saja ia beli itu, melihat reaksi anna yang tidak menjawab pertanyaan tersebut, membuat mereka sudah tahu pasti, bahwa langkah selanjutnya adalah langsung berlayar menuju spot yang telah di arahkan oleh petugas pemandu
Sambil menuju ke spot pemancingan,mereka bersantai, menikmati lautan biru yang terbentang seolah tak memiliki ujung,dengan langit nya yang cerah, seolah mendukung kegiatan mereka kali ini.
__ADS_1
"Haaaaah, sungguh nikmat mana yang kamu dustakan, its so beautiful "ucap Sam seraya menarik nafas dalam-dalam.
"Mau ku buatkan teh?.."ucap Jordan,pada Anna yang tengah memandangi luasnya lautan.
"Tentu."
(Gak usah heran guys,karena emang, kapal yang mereka tumpangi memiliki dapur,serta beberapa fasilitas lainnya,kan namanya juga kapal pesiar mewah.)
Jordan menyodorkan cangkir nya, seraya ikut berdiri di samping Anna ,ia berkata "apa yang sedang kau pikirkan?.."
"Haha tidak ada, ah biar ku sarankan, rencana kalian yg itu batalkan saja, sekarang rasanya aku tidak membutuhkan nya,menghindari hal yang memang sudah di tentukan untuk ku rasakan percuma,aku bisa menghadapi ini, seperti aku menghadapi setiap masalah yang menghampiri ku dahulu, menghindar dan mengabaikan sudah kita lakukan,satu satunya yang tersisa hanyalah menghadapi, biarlah semua berjalan sesuai kehendak nya,,kita ikuti sampai permainan ini berakhir."
Mereka menyimak,dan mengelola apa yang baru saja anna ucapkan, terlalu berlarut-larut dalam sebuah keputusasaan tidak lah baik.
Jika memang 1,2,3,sampai 9 pintu tidak bisa terbuka,masih ada 91 pintu lain nya.
"Itu baru Anna Agatha ku,ku pikir karena terlalu banyak membuat nyawa orang lain hilang membuat IQ mu itu menurun, ternyata masih aman."ucap Leon seraya mengusap pundak anna lembut.
"Kuharap,sisimu yang ini tidak akan pernah hilang, Jujur aku sedikit senang,kalau kau bisa sedikit merasakan kekhawatiran seperti ini, setidaknya kau tidak mati rasa"batin Leon.
"Hey.. hey.. sepertinya kita sudah sampai di lokasi,mari kita tangkap ikan yang besar, seperti semangat ku yang berkobar."
"Membayangkan nya saja membuat ku bersemangat, bagaimana kalau kita taruhan,siapa yang mendapatkan ikan paling besar bisa meminta apapun dari ketiga orang yang kalah!..".
"Tidak buruk!"ucap Anna.
"Wah wah,jarang jarang bisa menyuruh Anna dengan bebas begini tanpa di marahi oleh nya."
"Heh,itu hanya berlaku jika kau menang dari ku"ucap Anna dengan tatapan mata yang tajam.
Sementara mereka bertiga tersenyum penuh makna.
Next...
__ADS_1