
"Halo...Paman"
Sung ji pun berusaha membuka matanya perlahan,remang-remang ia melihat kearah Leon"Si...Siapa ku?..."ucapnya lemah.
"Kau sepertinya tidak ingat padaku paman..."ucap Leon seraya mempererat cengkeraman nya.
Sedangkan Sung ji hanya meringis kesakitan.
"Ah...Aku merasa sangat sedih melihat mu tidak ingat padaku"ucap Leon yang tiba-tiba membenturkan kepala Sung ji ke dinding.
Brak...
"Agrh!!..."teriak Sung ji yang merasakan sakit di pelipis kepala nya.
"Uh..Apa kau sudah ingat kepadaku?..."
ucap Leon "Ah...sepertinya kau masih tidak mengingat ku,awalnya aku pikir dengan membenturkan kepala mu bisa membuat mu ingat padaku tapi ternyata kau masih lupa..."tambah Leon bicara seperti orang bod*h.
Jordan yang hanya bisa melihatnya tanpa bisa berbuat apa apa.
"Akh..."ringis Sung ji yang merasakan ada cairan hangat yang mengalir dari kapalnya,dan benar saja,darah segar mengalir di pelipisnya hingga beberapa sa'at kemudian ia kehilangan kesadaran.
"Ck...Sungguh lemah"ucap Leon seraya berdiri dari jongkoknya dan segera memerintahkan bawahannya agar segera merawat Sung ji,agar ia tidak mati begitu saja.
Saat Leon melihat kearah Jordan,nampak ekspresi wajah dari Jordan yang cukup sulit di tebak,Leon sempat terdiam sebentar dan segera menghampiri Jordan dan berkata"Maaf,aku benar-benar kehilangan kendali"ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan Jordan sendiri.
"Aku mengerti..."gumam Jordan.
__ADS_1
.........
Brak...
Mendengar suara yang nyaring tersebut Leonardo fransisco dan Jordan Gleno segera bergegas menuju dimana suara tersebut berasal.
"Apa yang terjadi?..."ucap Jordan dari atas pada bawahannya seraya berjalan cepat kebawah.
"Uh...Itu Tuan..."ucap pengawal tersebut seraya melirik kearah ruang tamu.
Saat Jordan hendak melirik kearah ruang tamu...
Phak...Leon dari belakang memukul pundak Jordan seraya berkata"Apa yang terjadi?..."tanyanya.
"Kau mengagetkan saja"ucap Jordan pada Leon,dan memberi isyarat pada Leon untuk melihat keruang tamu.
"Ana!..."kaget keduanya,sedangkan si pengawal tadi hanya ter bengong-bengong melihat kekompakan kedua Bosnya ini.
Mereka berdua pun segera berjalan cepat dengan langkah lebarnya mendekati Ana yang tengah terduduk di sofa.
"Ana..."teriak Leon yang langsung memeluk erat Ana.
Sedangkan si empunya hanya terdiam melihat kearah Leon yang tengah memeluknya seperti orang yang sudah terpisah bertahun-tahun.
Jordan hanya tersenyum tipis melihat keduanya.
Leon melepaskan pelukan nya"Apa kau baik-baik saja Ana?..."tanya Leon tidak sabaran.
__ADS_1
"Ya,untuk apa kau mengkhawatirkan aku?..."ucap Ana dan jangan lupakan wajah dan suara nya yang datar.
"Bagaikan aku tidak mengkhawatirkan mu,kau itu di bawa oleh ..."ucap leon yang terpotong oleh tatapan tajam Jordan.
"Oleh siapa?..."tanya Ana menyelidik.
"Tentu saja oleh seorang lelaki,ini pertama kalinya aku melihat mu hanya terdiam ketika ada seorang lelaki yang memaksa mu"ucap Leon dengan wajah yang serius.
"Hmm..Tidak apa,aku hanya terlalu malas dengan keadaan,bagaimana dengan mu?..."ucap Ana tanpa ekspresi.
"Ah...Aku tidak apa-apa,hanya beberapa lebam dan memar"ucap Leon yang berhasil mengalihkan perhatian Ana.
"Hmm..."ucap nya dan segera pergi menuju ke kamarnya.
"Heh.Bagaimana kau bisa sangat ceroboh"ucap Jordan seraya menendang pantat Leon,
"Ah...
Hey,aku benar benar tidak sengaja"ucap Leon memegangi pantatnya.
"Ingat lah untuk yang kedua kalinya,untuk sementara ini kita tidak boleh memberitahu nya"ucap
Jordan.
"Hmm...iya"ucap leon seraya meninggalkan Jordan.
NEXT......
__ADS_1