
"Mendengar ucapan sung ji membuat Ana tertawa keras hingga menggema di sana"kau bilang apa?... aku gila.Pft...Hahaha tentu saja aku gila,karna kau membuat ku gila..."ucap Ana dengan raut wajah yg sangat menyeramkan.
Sung ji benar-benar di buat kaget melihatnya.
"Dia..Dia... dia bukan putri ku yang sangat manja itu, bukan,bukan dia bukan"batin Sung ji dengan wajahnya yang nampak terlihat sangat panik.
"Tidak... tidak. aku harus pergi dari sini,kau.. kau gila"ucap Sung ji seraya berusaha melepaskan borgol di tangannya.
Ana kembali tertawa terbahak bahak,Ana pun berkata pada Sung ji"Kau tidak akan bisa lepas dari sini.."ucap Ana.
"Tidak... aku..Aku tidak perduli,aku harus keluar dari sini,bagaimana pun caranya"batin Sung ji.
Namun sayang usahanya sia-sia,bagaimana pun juga besi tersebut sangat kuat dan kokoh melingkar di pergelangan tangannya.
Sedangkan Ana hanya menatap nya datar,dan saat ana menyadari bahwa Sung ji hendak membentur kan kepalanya ke dinding,ana segera membuka suara dengan lantang,dingin nan tajam.
"Bunuh dirilah jika kau tidak percaya aku bisa menyelamatkan mu dari kematian,dan setelah itu kau akan mendapatkan siksaan yang lebih kejam dari pada ini."ucap Ana seraya berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruangan.
sedangkan Sung ji mem-batu di tempatnya.dan saat kaki ana 1 langkah lagi menuju keluar ia berhenti sejenak dengan berkata"Kau barusaja melihat 1 wajah ku,dan belum melihat wajah ku yang lain,jadi bertahan pastikanlah ku tidak mati sebelum melihat semuanya"ucap ana lalu langsung menghilang di balik pintu.
.........
"Mana Leon?..."tanya Ana pada Sam dan Jordan.
__ADS_1
"Dia sedang berada di ruangan xx "ucap Jordan.
Ana pun berjalan mendekati mereka dan duduk di salah satu kursi di sana.
"Kalau begitu aku ingin kau mencarikan dokter terbaik untuk datang kemari,tidak perduli berapapun yang harus ku bayar"
"Untuk apa?..."ucap Jordan Gleno.
Ana hanya memberikan tatapan tajamnya pada Jordan,dan sontak saja jordan langsung paham dengan situasi.
"Baiklah..."ucap Jordan seraya berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Sekarang hanya tersisa Samuel Jackson dan Kyon Ana Agatha,suasana di sana terlihat sangat canggung.
"Maaf soal tadi Ana"ucap samuel.
Ana pun mengalihkan pandangannya pada Samuel Jackson,lalu mengembuskan nafas kasar.
"Huft...
Tidak apa,aku yg seharusnya meminta maaf padamu"ucap Ana.
Sam tersenyum tipis"Tidak perlu Ana"ucap Samuel.
__ADS_1
Lalu Leon pun turun dari atas anak tangga,
"Dimana Jordan?..."tanya Leon yang sudah berada dekat dengan Ana dan Samuel.
"Jordan sedang berada di luar,mungkin sedang menghubungi beberapa dokter"ucap Samuel yang memutuskan untuk menjawab Leon saat melihat Ana yang hanya terdiam tak berminat untuk menjawabnya dengan wajah datarnya.
"Dokter?..."bingung Leonardo fransisco.
"Iya..."
ucap Samuel yang terpotong oleh perkataan ana yang menyekak nya.
"Aku yang memintanya untuk mencarikan dokter untuk mengobati Sung ji,aku tidak bisa membiarkan ia mati begitu saja"ucap Anan.
Leon pun terdiam
"Ups... Kalau tidak salah,aku yang terakhir kali menyiksanya,apakah aku sudah keterlaluan"batin Leonardo fransisco.
"Hey kau kenapa?..."ucap Samuel seraya melambai-lambaikan tangan nya di depan mata Leon.
"Ah... Hah,,tidak.. tidak ada"ucap Leon gelagapan.
Hingga ia pun memutuskan untuk duduk di sebelah samuel.Sedangkan Ana terfokus pada layar ponselnya.
__ADS_1
Next......