
...
Malam telah berganti siang,sepeti biasanya Ana pergi ke sekolah,untuk menimba ilmu,tapi seperti yang kita tau pendidikan untuk Ana hanyalah sebuah realita semata.
Saat ini ia sedang membaca buku di salah datu kursi kantin buku tersebut yang baru saja ia dapat dari Eun-bi,dengan wajah nya yang datar namun sangat cantik tersebut selembar demi selembar halaman ia baca dengan tatapan penuh tertuju pada bukunya seraya sesekali ia menyeruput minuman dinginnya.
Orang-orang yang berada di kantin tidak memperdulikan dirinya,mereka hanya terfokus pada urusannya masing-masing.
Namun ada saja orang yang ingin mencari gara-gara dengannya seperti ke 4 orang berikut ini,yang diketahui sebagai seorang senior.
Hap...
Seorang wanita yang datang dan tiba-tiba langsung duduk di atas meja di depan Ana,tapi Ana tidak bergerak atau bahkan melirik sedikitpun kearahnya.
Dirinya Hanya terfokus pada buku yang berada di hadapannya.
"Oh...Jadi seperti ini rupa si selebriti yang di bicarakan oleh orang-orang"ucap si wanita lantang.
"Coba kita lihat,apa yang si selebriti ini lakukan?..."tambahnya seolah-olah meminta semu orang yang berada di kantin untuk memperhatikan nya.
"Jangan mengganggu ku"ucap Ana datar.
Tanpa mengalihkan pandangannya dari buku tersebut.
"Hohoho...Hey apa kalian dengar apa yang ia katakan..."teriak wanita tadi,yang mengambil minuman Ana yang berada di meja dan menyiramkan nya ke buku yang sedang Ana baca.
Ana benar-benar malas,ia pun menutup buku yang sudah basah tersebut dengan kasar.
Phak...
"Hahah...Aku sudah menunggu saat ini,apa yang bisa kau lakukan hingga mereka semua takut padamu"ucap si wanita tersebut.
__ADS_1
"Menyingkir lah"ucap Ana seraya memukul wajah si wanita tersebut dengan bukunya keras hingga ia terjungkal ke belakang dengan hidungnya yang berdarah.
Dak...
Bruk...
"Akh...Kurangajar"maki nya yang benar-benar sangat merasa malu tersebut.
Saat para temannya ingin membantu si wanita tersebut untuk berdiri,Ana malah pergi meninggalkan kantin tanpa sepatah kata pun,dirinya terlalu malas untuk berkelahi dan akhir akhir ini mood nya sedang berantakan.
.........
Leon dan Jordan sedang berada di ruang tamu,mereka sedang santuy seraya menonton tv sampai akhirnya datang lah Ana yang memang langsung pulang dari sekolahnya setelah pelajaran selesai.
"Hmm...Sudah pulang?..."ucap Leon seraya memakan beberapa potato chips di genggamannya.
"Ya..."jawab Ana yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
"Ah...Tidak perlu"ucap Ana seraya memjamkan matanya.
"Oh ia,kau mendapatkan sebuah kiriman dari seseorang"ucap Leon.
"Dari siapa?..."tanya Ana malas.
"Hmm...dari pria yang bersamamu kemarin"ucap Leon enteng.
"Apa!..."kaget Ana yang langsung membuka matanya dan terduduk tegak ketika mendengar ucapan Leon.
"Uhuk...
Uhuk...
__ADS_1
Ada apa dengan mu?..."ucap leon tersedak makanannya karena mendengar teriakan Ana yang tiba-tiba.
"Argh...Apa lagi yang dia inginkan sekarang"batin Ana.
"Kami sudah menyimpannya di kamar mu"ucap Jordan.
Seraya memukul-mukul punggung leon.
"Iya sebaiknya ku segera melihatnya"tambah leon.
Ana pun segera pergi ke kamarnya untuk melihat apa yang di berikan si Hyun tua itu untuknya.
"Apa kita telah melakukan kesalahan"ucap Leon pelan.
"Aku tau,tapi siapa yang berani menolak permintaannya,kau juga tau hampir semua geng mafia di seluruh dunia mematuhi perintahnya,jika dia mau mungkin besok kita sudah tidak bisa melihat dunia lagi"tutur Jordan.
"Kau memang benar,hanya saja..."ucap leon terpotong oleh suara benda jatuh.
Bruk...
Leon dan Jordan melihat ke arah benda jatuh tersebut dan segera mengambilnya.
"Ini..."ucap Jordan seraya melihat ke atas.
NEXT...
oia para reader ada yg mau saya tanya in ni dan tolong jawab dengan jujur.menurut kalian
-Apakah cerita saya ini sama dengan cerita²mafia di luar sana?...
bila memang ada kesamaan tolong di tulis di kolom komentar.Karna ini benar-benar sangat penting untuk saya
__ADS_1
terima kasih.