Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 21


__ADS_3

Sam sa'at ini sudah berada di ruangan Ana bersama dengan Leon.


Sam tersenyum dan berkata


"Para pegawai mu sangat ramah,"


"Haha,terimakasih tuan"jawab Leon sungkan.


"Tidak perlu sungkan tuan Leon"ucap Sam.


"Tuan Sam tidak perlu memanggilku dengan sebutan tuan,panggilsaja nama ku"ujar Leon.


"Baiklah,mari lita membahas tujuan utama kita di ini"ucap Sam,yg di iya kan oleh Leon.


Hingga tidak terasa sudah 1 jam mereka berada di ruangan tersebut.


"Terimakasih Leon"ucap Sam seraya berdiri dan berjaba tangan dengan Leon.


"Tentusaja tuan,boleh saya antarkan keluar"ucap Leon seraya tersenyum.


"Ah,,tidak,tidak perlu Leon,emm kalau boleh tau di mana nona Ana,sa'at pertama datang kesini pun aku tidak melihatnya"seka Sam seraya menoleh kesana kemari memcari keberadaan Ana.


"Oh,nona Ana sa'at ini masih berada di sekolahnya tuan"jawab Leon.


"Mmm,,,boleh kah aku menjemputnya ke sekolhan nya"ucap sam dengan wajah yg penuh harappan,sedangkan max hanya tersenyum simpul melihat tuannya yg sangat bekerja keras untuk mendekati ana.


"Tentu saja,jika itu kemauan tuan dan tuan tidak merasa keberatan"tutur leon dengan wajah cerianya.


Sam dan Max tersenyum mendengar jawaban dari Leon.


"Baiklah terimaksih"ucap sam dan hendak keluar dari ruangan tersebut tapi di hentikan oleh Leon yg berkata

__ADS_1


"Tuan Sam,biar aku mengantar mu sampai ke loby,"ucap Leon seraya mengulurkan tangannya hendak meraih handle pintu.


"Ah tidak perlu Leon,aku sangat senang bisa mendapat ijin dari mu,kau tinggal kirimkan saja alamat nya,mulai sekarang kau dan aku adalah saudara,ok"ucap Sam serius,seraya menepuk pundak Leon beberapa kali dan keluar dari ruangan tsb.


"Aku mengucapkan terimakasih banyak tuan Leon"ucap Max seraya membungkukan badannya dan berlari keluar.


Leon tersadar dari lamunannya sa'at Max sudah berlari keluar.


Apakah aku tidak salah dengar,tuan Sam seorang yg bukan lah orang biasa mau menjalin hubungan keluarga dengan kami-batin Leon lalu ia tersenyum lebar.


Skip...


Ke esokan harinya


Ana sudah berada di sekolahannya,sedangkan Sam,Max sedang berkeliling di indonesia bersama jordan ,dan sudah pasti Leon sa'at ini berada di kantor.


Dan perihal tentang menjalin persodaraan,Ana tidak memberikan tanggapan dalam hal tersebut


Ana pun sempat termenung ketika mendengar penjelasan Leon bahwa,Sam juga mengalami hal yg sama dengan apa yg ana rasakan.


Tapi tetap saja Ana tidak memberika tanggapan tentang hal itu,mungin sangat sulit baginya menerima orang asing di kehidupannya.


●SEKOLAH●


11:13 WIB


Ana sedang duduk santuy di kantin dengan memejamkan matanya,sangat tenang,dan damai ketika meliahat wajahnya,tidak ada yg mengganggunya,bukannya tidak ada tapi tidak berani.


Hingga bunyi ponsel Ana memecah kericuhan di kantin semua orang ribut dan menoleh ke arah sumber suara dan sa'at mereka tau ponsel siapa yg begitu nyaring sehingga membuat semua orang mencaci dan memaki karna tidak mengecilkan volume ponselnya,merek semua terdiam seperti batu,sangat sunyi,tidak ada yg berani berkomentar dan bersuara,bahkan mereka sampai memberhentikan acara makan-makannya,hingga suara nafas pun tidak terdengar di sana.


Ana meraih ponselnya dan menjawab panggilan di sana

__ADS_1


"iya..."ucapnya.


"Nona,tuan Joo,,,mengalami tembakan di perutnya,musuh menyerang nya sa'at ia sedang berjalan-jalan dengan tuan Sam dan tuan Max,dan pelaku sa'at ini sedang di cari"kata seorang dari serbang sana dengan sekali tarikan nafas.


"Di mana sekarang?..."tanya nya,tanpa di sadari ia menekan udara yg ada di sekitarnya,karna marah,yg membuat orang yg ada di sana sulit bernafas dan menciuttt takut.


"Markas nona"ucapnya.


TUT.


Ana memutuskan sambungan sebelah pihak,lalu ia berdiri dan meninggalkan kantin.


Semua orang bernafas lega,termasuk trio ikan asin,Farel,Miko dan Demian


yg duduk bersebelahan meja dengan Ana.


-Eh buset,,,,,gimana gw ga takut ma tu cewe,bisa-bisa gw mati kehabisan nafas.


-Sumapah dia udah mirip bat kek malaikat pencabut nyawa.


-Lu klo ngmng kyk dah liat ajh malaikat pencabut nyawa.


-Kira-kira apa yh yg buat dia marah sampe-sampe kita yg kena imbasnya


-Lu bener gw jadi pen mukulin orang yg nelpon dia tadi,....


Di Tempat Lain


"Haciiiiiiiuh........"


"Anjim siapa nih yg lagi nympahin gw" ucap Nino seraya menggosok-gosok hidungnya dengan punggung tangannya,ia anggota mafia Angel's Of Death tg tdi menelpn Ana,

__ADS_1


Nextt............


__ADS_2