Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 125


__ADS_3

Ini.. cobalah!.."


Anna mengambil Boba yang ada di tangan nya,ia melirik wajah Samuel.


Samuel sedang memperhatikan nya,Sam tersenyum.


Anna pun, menyeruput Es nya.


Satu teguk,


Dua teguk.


"Hmm.. tidak buruk."ucap Nya.


"Kau suka?.." tanya Sam.


Anna menganggukkan kepalanya,


"Lumayan!."


"Hmmm... Wait."


Sam pun meminum Es nya,ia tersenyum.


"Mau ku pesankan lagi untuk di bawa pulang."tawar Sam.


Anna mengangguk.


"Sekalian belikan juga untuk Leon dan Jordan."


Sam pun tersenyum.


"Tentu.."


...


"Joo ayo cepat!..."


"Sebentar!.. apa sebaiknya kita kabari dulu Anna bahwa kita mau menyusul."


"Kalau begitu cepat"


"Ok"


Jordan pun segera menghubungi Anna,dan langsung tersambung.


"Anna aku dan Leon berniat menyusul mu ke sana."

__ADS_1


"Tidak usah,Aku dan Kak Sam juga sebentar lagi akan pulang,jadi tunggu saja, Kak Sam juga sudah membelikan nya untuk kalian"


"Ah,padahal kami sangat ingin kesana, baiklah kalau begitu, jangan terlalu lama, terasa begitu sepi disini"


"Baiklah"


Tut.


"Kau sudah dengar kan?..."


Leon menghembuskan nafas kasar.


"Hah, apa boleh buat." Ucap nya dan langsung menjatuhkan badannya di sofa.


Leon meletakkan tangan nya di dahi,ia terlihat memikirkan sesuatu, seraya menatap langit-langit.


"Ayo!!..."


"Apa?..."


"Kita jemput Anna!"


"Bukankah tadi tidak boleh."


"Tidak,apa!."ucap Jordan, seraya menentang kunci motor.


"Sangat mudah."ucapnya tersenyum.


"Kau mencuri?..."tuduh Sam,seraya menunjuk ke wajah Jordan.


"Kau ingin ku pukul hah?..." Kesal Jordan.


......


"Ayo kita pulang?.."ucap Anna.


Sam mengangguk," ku bayar minuman ini sebentar."


Beberapa saat kemudian,sam kembali menghampiri Anna,dengan kebingungan Sam berkata "Entah ada masalah apa, tapi saat ini mereka tidak bisa menerima pembayaran dengan kartu kredit, sedangkan aku tidak membawa uang tunai."


"Sebentar."


Anna mencari cari di kantong bajunya,jelas jelas saat ini ia hanya membawa tubuh yang dibungkus dengan baju,dan sebuah ponsel.


Anna menggelengkan kepalanya,


"Aku tidak pernah terpikir akan ada adegan seperti ini di hidup ku."ucapnya.

__ADS_1


Karena bisanya semua yg mengurus keperluan Anna,adalah asisten,dan para kakak-kakak nya, terutama Leon,itu sudah terjadi saat pertama kali ia bertemu dengan Leon,oleh sebab itu ia tidak pernah memikirkan hal ini.


"Kalau begitu,tunggu di sini sebentar,ku hubungi bawahan ku dulu." Ucap Sam dan pergi keluar.


Anna terlihat termenung,hingga tibanya tangan kekar memegangi pundaknya.


Anna menoleh dan menatap orang tersebut.


"Aku harus meminta bayaran ku?.."ucap nya.


Anna terdiam,ia tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Hyun memegang kedua pipi Anna,lalu memutar kepala Anna membelakangi nya.Hyun meletakan wajah nya di tengkuk leher Anna.


Hyun terlihat memejamkan matanya.


'Hmmm... Baunya sangat menenangkan.' batinnya.


"Aku suka kau yang patuh, biarkan tetap begini 1 menit saja, sangat sulit menjinakkan macan"tambahnya ter kekeh pelan.


Plak.


Anna memukul tepat di bagian kepala Hyun.


"Sialan, menyingkir lah"


Anna berdiri menghadap Hyun,Hyun memperhatikan tangan Anna yang terulur.


Ternyata Anna merapikan dasi yang dikenakan oleh Hyun jin.


Seraya menatap tajam Hyun, Anna menadahkan wajah nya ia menarik kuat dasi tersebut hingga Hyun tercekik.


Melihat reaksi Hyun Anna terkekeh pelan,"Hha, sisakan leher ini untuk ku,aku akan memikirkan dengan gaya apa aku akan menggor*k ini" ucap Anna menyentuh leher Hyun dengan telunjuk nya.


Namun di luar perhitungan Anna,Hyun jin melingkar kan tangan nya di pinggang ramping nya,Anna membeku.


Melihat reaksi Anna,Hyun semakin nekat,ia merayap kan tangannya menyentuh lembut punggung mulus yang terhalang pakaian itu,Anna dengan kuat mendorong nya.


Anna terlihat menatap lantai,nafas nya memburu,ia memeluk tubuhnya sedikit meringkuk, gemetar dan rasa merinding menyelimuti tubuhnya "Ini lebih buruk dari tertembak!"gumamnya,ia menadahkan kembali padangan nya pada Hyun yang menatap nya seraya tersenyum penuh kemenangan.


Ia memalingkan wajah nya,berjalan keluar dengan perasaan aneh,bahkan ia tidak memperdulikan Samuel ya memanggil-manggil namanya.


Sementara itu Hyun jin , tidak sama sekali pun memalingkan pandangan nya dari Anna, sampai wanita itu tidak terlihat lagi.


"Aaah.. sayang sekali."gumamnya.


Next...

__ADS_1


__ADS_2