Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 58


__ADS_3

Jangan pernah bermimpi aku akan membiarkan mu mati dengan mudah


"Batin Ana seraya berjalan keluar ruangan.


Tanpa rasa takut dan bersalah sedikitpun,ana berniat pergi ke sekolahnya,padahal ia tau bahwa dirinya sudah ketinggalan satu mata pelajaran,namun jika Ana memeiliki takut maka jangan pernah menyebutnya Si The Leader Mafia Girl'.


"Ana kau mau kemana?..."tanya jordan yang melihat ana dari atas tangga.


"Ke sekolah."jawab ana,yang langsung pergi ke parkiran untuk memarkirkan sepeda motornya.


Dengan sangat cool ana memakai helm nya,lalu ia memberi isyarat tangan pada jordan dan pergi meninggalkan kawasan rumahnya.


Tanpa ia sadari,di perjalanan ke sekolahnya ada yang mengenali dia meskipun wajahnya tertutup oleh helm tapi orang tersebut bisa mengenali ana.


"Ck...Ck...Ck..Memang gadis ku yang nakal"


.........


Ana memarkirkan sepeda motornya,hingga ia merasa kupingnya terbakar oleh ucapan orang-orang.


-Ck,lihat dia,benar-benar tidak tau malu.


-Apa dia pikir sekolahan ini milik nenek moyangnya apa!!...


-Mungkin dia salah makan hingga otaknya menjadi bodoh,hahaha.


-Tidak,tidak,aku yakin semalam dia habis melayani peria tua yang gemuk,hahah

__ADS_1


-Hahaha putrinya saja seperti ini,apa lagi ibunya,haha


Ana menghampiri sekumpulan gadis-gadis narsis,dan menatap mereka tajam.


Mereka pun melihat kearah ana yang menatap mereka dengan tajam,mereka sekitar ada 5 orang.


"Oho...Sepertinya jala*g tersebut tidak terima dengan kata-kata kita"


Ana hanya menatap mereka dengan wajah datarnya.


"Ck...Apa kau pikir kami takut padamu,kau hanyalah anak yang menggunakan kekuasan orang tua mu,untuk pamer"


Habis sudah


Ana benar-benar hilang kendali,hingga tanpa aba-aba ia menghajar para cabe hingga mereka tergeletak di tanah kesakitan,dan tentu saja perkelahian tersebut menarik perhatian banyak orang.


Ana mengangkat rambut si wanita tersebut hingga ternadah ke atas.


benar-benar cari mati.


Sa'at ana hendak menggorok leher gadis tersebut,beberapa orang terjerit-jerit,ngeri dan tidak sanggup untuk melihatnya.


Hingga secepat kilat,


Cleb...


Semua orang yang ada di tempat kejadian sangat kaget sekaligus terkejut.

__ADS_1


Pisau lipat ana menancap pada bola basket yang terlempar entah dari mana, yang tepat berada di wajahnya.


Perlahan lahan Ana menurunkan tangannya yang menahan bola basket dengan pisau lipat nya,Ana menatap sinis seseorang yang dari kejauhan hendak menghampirinya.


Ana berdiri dan melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar hingga kepala gadis tersebut membentur ke lantai coran.


Dengan menepuk-nepuk kan tangannya dengan santai untuk menghilangkan debu-debu yang menempel di tangannya,seolah-olah yang dilakukan nya hanyalah hal sepele.


-Apa dia benar-benar tidak waras.


-Dia hampir mengambil nyawa seseorang,dan reaksinya hanya itu.


-Sebaiknya kita tidak berurusan dengannya.


"Berani sekali kau melukai adik ku"


ucap si lelaki yang melemparkan bola basket tadi.


Ana benar benar malas berbicara,ia tidak habis pikir,kenapa setiap sekolah selalu memiliki geng yang mengendalikan para siswa dan merundung mereka.


"Haruskah setiap sekolah memiliki orang-orang yang di takuti,ck,,ck,,ck,,Sangat konyol"


ucapnya mengejek.


"Sepertinya kau meminta untuk di beri pelajaran"ucap si lelaki tersebut bernama Jang Dong-wo.


...

__ADS_1


__ADS_2