
Saat Ana hendak pergi meninggalkan cafe tersebut ia terlalu fokus pada layar ponselnya hingga ia menabrak dada bidang seseorang hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang.
"Haiss...Sialan"gumam Ana seraya menggosok gosok jidatnya.
Sedangkan seseorang yang di tabrak orang Ana hanya menatap Ana dengan wajah datar nya.
Ana pun menadahkan kepala nya,untuk melihat siapa orang yang sudah menghalangi jalannya,setelah tau siapa orang yang berdiri di hadapannya Ana menunjukkan ekspresi malas di wajah cantik nan imutnya itu.
Sedangkan lelaki tersebut memegang dagu Ana seraya membungkukkan badannya lalu ia berbisik di telinga Ana"Kita bertemu lagi gadis nakal"ucapnya.
Tanpa memperdulikan orang-orang yang tengah memperhatikan nya,karna mereka semua tahu siapa lelaki tersebut.
Ana segera menepis tangan Hyun,lalu memutar bola matanya malas.
Sedangkan Hyun kembali ke posisi berdiri tegak nya,
"Ck...Dunia benar-benar sempit"ucap Ana malas,lalu ia langsung menyingkirkan tubuh Hyun dan pergi.
Melihat tuannya di perlakukan tidak sopan,beberapa pengawal hendak menghentikan Ana,namun Hyun segera memberikan tatapan maut pada mereka.
[kalo emang dunia sempit tapi ko author ga pernah liat Lee Min Ho di jalan 😂 wkwkwk]
"Jika kalian melihatnya lagi,biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan jangan pernah menghalangi nya"ucap Hyun seraya masuk kedalam kafe,sedangkan Ana sudah hilang mengendarai sepeda motornya.
__ADS_1
.........
Hari sudah mulai sore,Ana masih belum pulang kerumah nya,sa'at ini ia tengah di rumah sakit untuk melihat keadaan Eun bi.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?..."tanya Ana dengan wajah datar nya.
Sedangkan Eun bi hanya mengangguk kan kepalanya seraya tersenyum.
"Besok kau sudah bisa pulang"ucap Ana.
"Terimakasih Ana."ucap Eun bi seraya menangis.
Ana hanya terdiam menatap Eun bi,dia benar benar tidak berniat untuk memeluk Eun bi untuk menenangkan nya.
Hingga tidak terasa siang telah berganti malam,cahaya dari berbagai lampu membuat kota seoul terlihat bagaikan hamparan bintang bintang yang bertaburan jika kita melihatnya dari atas ketinggian.
"Uhuk...Uhuk...Si..Alan"ucap Ana terbata bata seraya menginjak kaki si lelaki tersebut dengan kuat.
"Akkhhhh..."teriaknya keasakitan seraya melompat lompat dengan satu kakinya,sedangkan sebelah kakinya di pegang oleh kedua tangannya.
Ana menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pasokan oksigen di paru-parunya.Tanpa melihat terlebih dahulu orang yang sudah hampir mengambil nyawanya.
"Ada apa ini!!..."ucap Jordan yang datang dari atas tangga lalu menghampiri keduanya.
__ADS_1
"Jordan apa yang kau lakukan padanya!! kenapa dia membuat kaki ku jadi penyek"teriak nya.
Seketika Ana menyadari dengan suara tersebut,ia pun segera memalingkan pandangannya pada lelaki tersebut,betapa terkejutnya ia,sampai sampai Ana tidak menunjukan ekspresi apapun di wajahnya.
"Ana.Apa kau tidak senang melihat ku ada di sini?..."ucapnya dengan sangat bersedih hati.
"Apa yang kau lakukan di sini?..."tanya Ana.
"Haaaaa..."ia benar benar terkejut mendengar Ana mengatakan itu padanya.
Sedangkan Jordan tertawa terbahak bahak melihat apa yang saat ini sedang berlangsung.
"Diam kau brengsek!!..."ucapnya seraya melempar Jordan dengan sepatu nya.
"Akh...Sialan kau"maki Jordan,karna sepatu tersebut berhasil mendarat di dahinya.
"Ana...Apa kau tidak suka bila aku ada di sisni?...Apa kau tau aku sangat merindukan mu!..."ucapnya memelas.
Ana menghembuskan nafas berat seraya memijat pelipisnya.
...
Next...
__ADS_1
Yoo...
kalian pasti tau siapa dia? yap,dia adalah......