Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 35


__ADS_3

Materi demi materi terus berjalan hingga waktunya bel istirahat berbunyii.


Semua siswa pun keluar dari kelas mereka,sedangkan Ana masih berada di kelasnya seraya mendengarkan musik di handseat nya dengan mennggelamkan kepalanya di tangan atas meja


{Seperti sedang tertidur gituu,kalian pasti tau lah,author susah ngejelasinnya }


Hingga lewat beberapa sa'at,semua siswa geger dengan adanya moge di halaman sekolah lebih tepatnya di tempat parkir,


{tentu aja kaget,kan biasanya orang Korea itu pake sepeda atau pake MRT,pake taksi juga,ataupun di antar jemput oleh supir pribadi}


-Eh punya siapanih kren banget.


-Wah,pasti orang kaya ni murid.


-Gilaa,mulus bangett br.oo.


-Masih baru kayaknya


-Punya siapa ya ni.


Dan masih banyak lainnya.


Sementara itu Ana hanya memutar bola matanya malas,


"Bukannya ini sekolah elit,tapi liat yg begitusaja sudah heboh"gumam Ana.


Hingga seseorang datang menghampiri Ana


"Heyy,,,apa kau tidurr"tanya seorang wanita dengan hati-hatii.


Ana mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yg berbicara padanya


"Hmmmm"ucap Ana,


"Mmm,nama mu Ana kan,perkenalkan namaku Eun-Bi "ucap si wanita tersebut seraya mengulurkan tangannya dan tersenyum,berharap ia bisa mendapatkan seorang untuk di jadikannya teman.


Ana menatap Eun-Bi dan jatuh pada matanya,ana melihat begitu banyak penderitaan di matanya,tiba-tiba Ana merasa kan sesuatu yg aneh di hatinya seperti rasa kasihan,iba,entah apa sebabnya,hingga Ana mengulurkan tangannya,dan berjaba tangan dengan Eun-Bi.


"Apa kau tidak pergi kekantin? .."tanya Eun Bi,


Setelah Ana tersadar ia menepis jauh-jauh rasa iba dari dirinya,


"Tidak"jawab Ana singkat,lalu kembali menenggelamkan wajahnya di meja.


'Heuh,,sepertinya memang semua orang tidak suka padaku"batin Eun Bi,seraya tertunduk.


Eun-Bi pun lebih membiarkan Ana sendirian,dan ia pergi keluar entah kemana,

__ADS_1


Hingga sa'at pelajaran kembali di mulai,Ana sempat melirik meja di sebelahnya dan melihat kursi itu kosong,Ana sempat bertanya pada dirinya,dan ia menyadari bahwa Eun Bi tidak ada,


Ana hanya mengacuhkan itu hingga setengah jam pelajaran di mulai,Eun Bi masuk ke kelas dengan rambut yg basah,beserta seragamnya


"Ada apa dengan kamu Eun Bi"tanya Bu Guru


"Maff Bu,sa'at saya kekamar mandi untuk membasuh muka,tiba-tiba kerannya rusak,hingga membasahi semua seragam saya"jawab Eun Bi seraya tertunduk kedinginan.


Sedangkan 3 siswa yg tengah duduk di kursinya tertawa puas melihat itu,


Ana memicingkan matanya,dan ia menyadari bahwa Eun Bi berbohong,ia basah kuyup bukan karena keran yg rusak,tapi karna ketiga siswa yg sedang mnertawainya.


"Bodoh"gumam Ana,seraya kembali membaca bukunya,


"Lalu kenapa kau tidak gantii seragammu Eun Bi"ucap Ibu Guru kasihan,


"Ah,tidak apa Bu,sebentarlagi ini akan kering,bolehkah saya duduk Bu"ucap Eun Bi seraya berjalan menuju kursinya.


Namun sayang,ketiga siswa tersebut menendang kaki Eun Bi,


Brukk!!!...


"Aaaaahhhh"ringis Eun Bi yg terjatuh akibat ulah ke tiga siswa tersebut,sedangkan semua orang menertawainya.


Eun Bi berusaha bangkit dan ia segera duduk di kursinya dalam keadaan menggigil kedinginan.


Ana melirik Eun Bi,Eun Bi pun menoleh pada Ana dan tersenyum,Ana memutar bola matanya malas seraya melihat bukunya.


Pelajaran terus berlangsung hingga waktunya pulang pun tiba, semua orang sudah keluar,Ana sempat diam di kelas beberapa sa'at lalu kemudian ia bangkit dan berjalan kelur kelas.


Sesampainya ia di halaman,


semua orang masih berkumpul,untuk melihat siapa pemilik dari motor mewah tersebut.


Ana mendekati mereka,


-Apa ini punya dia.


-Apa kau yakin.


-Kita lihat saja.


Dan benar saja,tanpa memperdulikan mereka,Ana mendekati motornya,menaikinya dan kemudian Ana menjalankannya.


-Ternyata bener itu motor punya dia.


-Sumpah sih dia kren bangettt.

__ADS_1


-Sepertinya kita harus bisa dekat dengannya.


Sa'at Ana berada di gerbang sekolah,ia melihat Eun Bi yg sedang mendorong sepedanya karna kedua bannya kempes dan rantainya juga putuss.


Ana memberhentikan sepeda motornya


"Naik,tinggalkan rongsokan itu"ucap Ana datar.


Eun Bi kaget karna melihat Ana berada di sebelahnya


"Eh,apaaa"ucap Eun Bi,


"Naik"ucap Ana datar,


"Tapiii baju ku basahhh"ucap Eun Bi,


Ana hanya memberikan isyarat agar Eun Bi secepatnya naik ke motornya


"Apakah tidak apa-apaa?..."ucap Eun Bi gugup.


Tidak ada jawaban dari Ana melihat Ana yg tidak menampakkan ekspresi membuat Eun Bi segera menaiki motor Ana,dan Ana pun langsung menacap gasnya


Sementara itu.


-Ohh,,,rupanya ada yg berusaha menjadi pahlawan ternyata.


-Sayang sekali dia tidak nergabung dengan kita.


-Tenang saja aku akan membuatnya nenjauhi si bodoh Eun Bi,dan menjadi tambang emas untuk kita.


Ucap 3 siswi yg memang dari tadi menperhatikan Ana,


Eh,ternyata bukan hanya 3 siswi tersebut yg memperhatikan Ana,tetapi ada sepasang mata yg memang sudah lama memperhatikan Ana.


Sementara itu Ana


"Dimana rumah mu"tanya Ana pada Eun Bi,


"Berhenti di gang depan saja Ana"ucap Eun Bi,


"Hmmm"ucap Ana.


Hingga sampainya Eun Bi pun turun dari motor Ana,


"Ana,,maaf seragammu jadi kotor dan basah karna ku"ucap Eun bi


"Tidak apa"ucap Ana lalu langsung menancap gasnya.

__ADS_1


Terimakasih Buat Kk Yg Udah Supotr Aku😊


NEXTTT,,,,,,


__ADS_2