
Anna tengah membersihkan tangannya dari noda darah, dengan mata merah dan seringai yan yang menyeramkan iya tertawa terbahak-bahak, tersenyum dengan penuh kepuasan.
" iya, ini ini aku inginkan.. aaaaaahh.. sensasi ini benar-benar membuatku ketagihan, mungkin aku perlu meluangkan waktu untuk melakukan ini."
Anna dengan tatapan matanya yang penuh dengan kesenangan ia memandangi mayat mayat yang tergeletak di lantai, dengan darah segar yang menggenang dimana-mana.
Ia tertawa penuh ironi, tapi tiba-tiba, ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin dan datar, bersamaan dengan shalat mata yang tajam, tanpa melihat ke belakang, ya berkata dengan penuh tekanan danau ranu matikan yang mampu membuat orang-orang disekitarnya sulit untuk bernapas.
"Apa kau masih ingin berdiri di sana, bahkan setelah melihatku menghabisi orang-orang bodoh ini"
Dia yang bersembunyi di balik tembok, menundukkan kepalanya, dan menunjukkan diri di depan Anna.
" wahh wahh wahh, ternyata selain kau pandai dalam memisahkan bagian tubuh orang lain ternyata kau pandai juga dalam mendeteksi adanya lawan di sekitarmu, tadinya aku pikir kau hanyalah seorang wanita yang sombong dan angkuh, yang hanya tahu bersikap kasar pada orang-orang di bawah mu"
Anna berdiri dari tempatnya, iya berbalik seraya berkata" maaf telah membuatmu kecewa, tapi ya, inilah keahlian ku, membunuh mereka secara langsung dengan tanganku sendiri"
" tidak seperti beberapa orang kebanyakan, yang hanya menghabisi targetnya dari jarak jauh"tambahnya dengan nada yang mengejek.
....
Flash Back
beberapa saat yang lalu..
Ana yang kala itu masih merutuki kebodohan nya, dengan menenggelamkan kepalanya di lipatan tangan, merendam kekesalan nya.
Ia juga berusaha untuk menekan hawa nafsunya untuk menghabisi seseorang, bahkan otaknya pun seolah-olah berkata' habisi.. habisi ia..'
Brak..
"Arghh... sialan"
marah Anna memukul meja bartender dengan keras.
Beberapa orang sempat mengalihkan pandangan yang pada Anna namun mereka kembali lagi pada kegiatan mereka masing-masing.
Yaa...
bagi mereka di tempat seperti ini sudah biasa ada orang yang seperti itu, karena memang sah satu kegunaan tempat club malam itu untuk menenangkan pikiran, jadi sudah tidak aneh lagi.
"Apakah anda tidak apa apa nona?..." ucap si pelayan yang berdiri di depan bartender, dengan wajahnya yang sedikit panik.
__ADS_1
"Hah.. aku tidak apa-apa, jangan hiraukan aku"
ucapnya.
" uh.. baiklah" jawab si bartender tersebut dan langsung kembali lagi ke pekerjaannya yaitu mengelap beberapa gelas di atas meja, dan berusaha untuk tidak memperdulikan apa yang terjadi pada Anna.
Phak..
" apa kau tidak apa-apa nona?.." ucap salah satu pemuda seraya memukul pundak Anna. sedangkan satu pemuda lainnya hanya tersenyum.
Anna mengangkat kepalanya, dan melihat orang yang mengajaknya berbicara, dengan mata malas iya menatap kedua pemuda tersebut.
"Kau sepertinya sedang tidak baik-baik saja nona, ikut lah dengan kami, kami jamin kau akan merasa senang" ucap si pemuda satunya, saya memberikan kode pada temennya.
Terbesit di pikiran Anna 'Apa?.. bersenang-senang?..'
" apa kalian yakin akan mengajakku berenang-senang" ucapnya seraya menambahkan wajahnya pada kedua pemuda ini.
kedua pemuda tersebut pun, nampak terbengong, nan terpesona oleh kecantikan yang dimiliki Anna.
' wanita ini cantik sekali, aku yakin malam ini akan sangat menyenangkan, pikir kedua pemuda tersebut berkomunikasi lewat tatapan mata dan sebagainya.
Anna berdiri dari duduknya dengan ekspresi bahagia dan mata yang berbinar ia berkata" baiklah aku akan ikut bersama kalian"
"No.. nona, sebaiknya kau tetap dari disini.." ucap pelayan bartender tadi, yang juga merasa ada sesuatu yang tidak beres kepada kedua pemuda tersebut,ia pun berusaha mencegah Anna agar tidak ikut bersama dengan mereka.
Anna tersenyum tipis, ternyata pelayan bartender tersebut memiliki niat baik padanya." kau tidak perlu khawatir aku pasti akan membayar minuman yang telah ku minum, lagipula aku tidak akan keluar dari klub ini ,benar bukan "ucapnya meminta persetujuan dari kedua pemuda disebut.
"Tentu saja, kalau boleh jalan di depan nona" ucap si pemuda tersebut, dan Anna pun berjalan terlebih dahulu, disusul satu pemuda di belakangnya, sedangkan satu pemuda lainnya tengah memperingati si pelayan bartender dengan berkata" jangan ikut campur urusan kami, jika kau masih ingin hidup" begitulah kira-kira ancaman nya.
Anna yang berjalan di depan pun, tersenyum penuh cemooh. dirinya benar-benar dibuat tertawa di dalam hati, oleh tingkah kedua pemuda yang merasa sok pintar, padahal orang yang berdiri di depan mereka sebenarnya hanyalah berpura-pura bodoh.
....
"Oouh.. aku tidak tahu bahwa di klub ini ada tempat yang seperti ini!.." ucap Anna yang berpura-pura bodoh.
" tentu saja, kena tempat ini adalah tempat kami bersenang- senang, tidak banyak orang yang tahu tentang tempat ini, kau adalah orang yang beruntung nona"
" tapi tempat ini, cukup sempit dan agak gelap, ditambah di sini sangat sepi, bagaimana kita akan bersenang-senang"ucap Anna,yg masih berpura-pura polos dan ketakutan, padahal di dalam batinnya ia sangat- sangat bersyukur, bisa diajak ke tempat di mana iya bisa melancarkan aksinya dengan leluasa.
Padahal ia sendiri sempat bingung bagaimana dirinya bisa berada di tempat yang strategis ini, padahal di dalam pikirannya iya mengira bahwa ia akan di bawah ke sebuah kamar, tapi ternyata tempat yang kecil sempit dan cahayanya temaram ini yang menjadi pilihan.
__ADS_1
"Tentu saja kita akan bersenang-senang,caranya kau hanya perlu patuh pada kami"
kedua pemuda tersebut pun, saling melempar kan kode,dan berjalan mendekati Ana.
"Ta.. tapi,bukan kesenangan seperti ini yang aku inginkan"ucap Anna,yang nampak seolah-olah panik,dan berjalan mundur.
'Akan ku ikuti,cara mainnya'
Kedua pemuda tersebut pun, menyeringai,dan membuat Ana terpojok di ujung tembok,pergerakan nya di kunci.
"Lalu kesenangan seperti apa yang nona manis ini inginkan"ucap salah satu pemuda tersebut seraya menyentuh paha mulus milik Ana.
Dan..
Tak..
Sreat...
"Aaaaakkhhhh......."
Si pemuda berteriak histeris, merasakan sakit yang amat di tangannya.
Ana tersenyum penuh ironi,baru saja ia menusuk tangan si pemuda tersebut dengan belati hingga ke tulang,dan mengoyak kulit nya dengan sekali tarik.Sementara si pemuda satu lagi,ia hajar wajahnya dengan tinju.
"Karna kesenangan seperti inilah,yang aku inginkan"ucap Ana,dengan wajah yg sangat menyeramkan.
Kedua pemuda tersebut pun, yang telah ambruk di lantai,semakin di buat takut.
"Mari kita bersenang-senang"ucap Ana.
Dan ia pun menjalankan aksi nya,dari mengeluarkan mata dari tempatnya, memutuskan semua jari-jari tangan,menyayat-nyayat perut dan mengeluarkan isinya, memotong lidah nya dan memutuskan beberapa anggota bagian tubuh lainnya.
Saat ia tengah asyik melancarkan aksinya,ia merasakan ada kehadiran orang lain di tempat itu, namun ia terlalu malas menggubris,dan lebih memilih menikmati saat-saat terindah di hidup nya,
jika orang tersebut berani mengganggu nya,maka jangan salah kan ia,karna akan membuat nasibnya sama seperti kedua korban nya ini.
....
Flash back Of.
Next....
__ADS_1