Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 89


__ADS_3

"Tenangkan dirimu,dan bernafaslah dengan benar"ucap Hyun jin.


Han ye pun menarik nafasnya secara teratur untuk beberapa kali,saat ia sudah merasa cukup baik,ia mulai berbicara dengan serius pada Tuannya.


"Tuan.. mereka berencana mencari kelemahan mu,dan aku takut mereka akan menyeret Nona Ana kedalam masalah kita"ucap Han ye dengan wajahnya yang nampak panik.


Namun sa'at ia melihat Tuannya ia cukup bingung,kenapa tuannya tidak bereaksi apapun padahal ini berhubungan dengan Nona Ana.


"Tuan.. kenapa kau tidak beraksi apapun,ini menyangkut keselamatan Nona Ana kan"tanya Han ye seraya memberikan tatapan menyelidik.


Berhenti lah menatap ku seperti itu,aku sudah tau apa yang kau katakan,dan biarkan aku yang akan mengurus masalah ini"ucap Hyun jin.


Han ye pun,bagaikan berubah menjadi batu,ia terdiam kaku,apa yang baru saja di katakan Tuannya,dia sudah mengetahui bahwa Nona Ana akan menjadi incaran para ketua mafia tersebut,lalu untuk apa aku tadi berlari bagaikan di kejar setan bahkan sampai mau mati,ck.. ck.. ck.. pengorbanan yang aku lakukan sia-sia. fikir Han ye dengan air mata yang mengalir.


"Kau boleh pergi"ucap Hyun jin acuh tak acuh.


Han ye pun berjalan keluar bagaikan tanpa nyawa,ia dengan lemas dan tanpa semangat hidup menundukkan kepalanya tanpa berhenti berjalan,dan tidak memperdulikan orang-orang yang menyapa hormat padanya.


.........


Hari berikutnya.


"Han bagaimana?..."ucap Hyun jin seraya membuka beberapa berkas di hadapannya.


"Mereka semua sudah menyiapkan segalanya,dan siap datang kemari kapan pun Tuan memintanya"ucap Han ye,yang tampil formal dengan pakaiannya,yang juga menambah kesan gagah.

__ADS_1


Hyun jin hanya tersenyum tipis mendengar penuturan dari sekertaris nya itu.


"Tidak perlu terburu-buru,kita akan menunggu undangan pertempuran datang"ucap Hyun jin seraya meletakan dagunya di kedua tangannya.


"Baik tuan."


Sementara itu Ana tengah di landa kebimbangan besar di hatinya.


"Kau yakin Ana..."ucap Samuel Jackson.


yang nampak mencari bantuan pada Jordan.


Sedangkan Jordan malah setuju dengan Ana,


"Tapi jika itu jalan yang kau pilih,maka aku tidak bisa berkata apa-apa"ucap Jordan seraya menundukkan kepalanya.


ucapan Ana yg nampaknya menguatkan dirinya sendiri seraya menunduk.


ia menarik nafasnya pelan,lalu membuka kembali,melanjutkan kembali kalimat yang sempat terpotong oleh kenyataan yang amat pahit baginya.


"Aku... Ah... I.. ibu mendatangi mimpiku semalam,dia bilang.. dia.. dia bilang..."


Lagi lagi ucapannya tercekat, suaranya terdengar amat rendah,nafasnya memburu,ia semakin menunduk kan kepalanya.


Sampai-sampai,isak tangis terdengar dari mulutnya yang nampak bungkam.

__ADS_1


Dengan secepat mungkin,Samuel memeluk erat Ana,mengusap punggung Ana pelan berusaha menenangkan nya.


Ana berusaha menahan dirinya agar tidak berlarut-larut di dalam kesedihan.


Jordan segera mengarahkan Samuel agar membawa Ana duduk di sofa jika Ana sudah mulai membaik.


Ana menolak,ia melepaskan pelukan Samuel dan melanjutkan kalimatnya dengan isak tangis yang menemaninya.


"Ibu bilang... Jangan lagi mempersulit ayah mu Ana..."ucap Ana dengan air mata yang tidak henti mengalir.


"Tapi... tapi aku bilang padanya,aku tidak bisa melepaskannya bu... hiks.. aku... aku ingin dia merasakan apa yang ibu dan aku rasakan"ucapny yang benar-benar nampak benar-benar sangat menyedihkan.


Sam benar-benar tidak tega melihatnya ia pun memeluk erat Ana kembali membiarkannya mencurahkan semua yang ada di dalam benak nya.


"Ibu... dia terlihat marah pada ku,ia berhenti berbicara pada ku... dan samar-samar ia menghilang dengan mengucapkan kalimatnya yang benar-benar membuat ku tidak bisa bernafas"ucap nya..


Samuel tidak henti-hentinya mengusao surai hitam panjang Ana,ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa,selain menenangkan nya.


"Aku masih ingin berbicara panjang lebar dengannya.. tapi dia menghilang bersama dengan kalimat terakhirnya yang lagi lagi berkata Lepaskan lah dendam di hatimu,dan lepaskan ayahmu" ucap Ana


"Aku benar-benar tidak bisa menerima itu... Hiks.. Hiks... Je.. jelas jelas aku bertahan hidup hanya karena dendam yang amat banyak di hati ku,jika begitu aku tidak bisa melakukan apa.. apa.."Ana menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Samuel.


Ana benar-benar bukan Ana yg kita kenal.. Ana yg ini benar benar sangat rapuh,tidak ada yang tau bahwa Ana akan berada di titik serendah ini,Bahkan leon pun belum pernah melihat Ana yang seperti ini,jika dia tau maka entah bagaimana reaksinya itu.


Para reader,author minta do'anya supaya author bisa cepat sembuh dari penyakit yg lagi nempel nih di author...

__ADS_1


Intinya author sangat berterimakasih atas dukungan yg di beri para reader...


Next...


__ADS_2