
'Benar-benar cari mati '
batin Max.
Ana berjalan menuju sebuah dinding,yg membuat Sam dan Max bingung,sedangkan Leon sudah tau apa yg akan terjadi selanjutnya.
Dengan suara ciri khas nya ia berkata
"Buka"
Sam dan Max benar-benar bingung di buatnya,
dalam hitungan detik
dinding tersebut terbuka,dan memperlihatkan berbagai macam jenis senjata,dari yg super kecil hingga yg super besar,dari yg biasa hingga super canggih.
Tempat tersebut adalah tempat penyimpanan senjata untuk menangani para musuh,dan tempat ini juga di akses dengan sensor suara.
Hanya suara penciptanya lah yg bisa membuka dinding tesebut.
Sam hanya melongo saja di buatnya
'Benar-benar brilian,sangat-sangat canggih,tidak salah Ana memiliki iq di atas rata-rata'
batin Sam.
Ana meraih salah-satu pisau yg berukuran cukup besar,Ana sempat memainkan pisau itu sekilas,lalu ia kembali berjalan menghampiri mereka.
Ana kembali duduk,lalu ia memberikan pisau tersebut pada Leon.
"Kau tau kan,apa yg harus kau lakukan"ucap Ana menyerahkan pisau nya.
__ADS_1
Leon hanya mengangguk.
Leon lalu berjongkok di depan pemuda tadi
dan berbisik tepat berada di telinganya
"Kau membuat keputusan yg salah telah berani menghina nona kami"
"Lakuka"ucap Ana.
Dan seketika teriakan kesakitan menggema di seluruh ruangan{Vape Kali Ah,}.
Seringayan iblis menghiasi wajah cantik nan imut milik Ana
dengan santainya ia melihat leon memotong kedua kaki pemuda itu dengan sekali tebasan.
Max dan Sam tidak terlalu terkejut ketika Leon memotong kaki pemuda tsb,karna bagi mereka itu juga merupakan hal yg bias mereka lakukan setiap harinya.
'Benar-benar seperti seorang yg hauss akan darah'
batin Max dan Sam.
Teriakan teriakan berikutnya pun terdengar nyaring,dan membuat Ana sangat puas
kedua tangan dan kakinya si pemuda tadi sudah habis di potong Leon.
Lelaki tersebut masih meraung-raung kesakitan,darah membanjiri seisi ruangan,dan bau amis semerbak yg pekat membuat orang yg belum terbiasa akan muntah mengeluarkan semua isi perutnya.
Ana tertawa nyaring seraya bertepuk tangan.
Prok.. 👏
__ADS_1
Prok..👏
Prok..👏
Ia berjalan menghampiri Leon dan menepuk pundaknya yg mengisyaratkan agar Leon pergi membersihkan diri.
Lalu ia berjongkok dan mencekram kuat dagu si pemuda yg sudah terkulai lemah{Aduh ma'af nih aku msi blom prefesional,Dalam menulis,jdi msi bnyk teypo}.
"Tadi itu benar-benar sangat indah,tapi sayang aku sudah mulai bosan......Jadii"
Dengan secepat kilat Ana menarik lidah si pemuda dengan tangan kosong secara paksa,hingga tercabut dari tempatt nya,dan seketika itu juga si pemuda tersebut kehilangan nyawanya.
Max dan Sam sangat kaget di buatnya,lagi-lagi mereka di buat terpelongo melihat tindakan Ana,bukan karna apa yg di alami si pemuda itu,tetapi mereka terpelongo karna melihat siapa yg melakukan nya,yaitu seorang gadis remaja yg tanpa ragu dan belas kasih menyiksa dan mengambil nyawa orang.
Ana berdiri dari jongkoknya, dan salah satu anggota mafia Angel's Of Death memberikan sebuah tissue..
Ana mengambil nya dan membersihkan tangannya,
Sambil membersihkan tangannya Ana menatap jijik mayat si pemuda tadi dan berkata
"Menjijikan"
ucapnya seraya melmparkan tissue ke tubuh si pemuda dan pergi dari ruang bawah tanah.
Sa'at bayangan Ana sudah tak terlihat,Max membuyarkan lamunan Sam dengan berbisik di telinganya,
"Tuan aku tidak-tidak salah lihat bukan,Yg tadi melakukan hal tersebut adalah nona Ana kan"ucap nya.
Sam mengangkat sudut bibirnya,dan berkata
"Tidak,itu baru benar-benar adik ku"ucap Nya.
__ADS_1
Nextt.........