Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 50


__ADS_3

Ketika semua sedang asik dengan makanannya di kantin,Ana justru berada di atap menikmati angin sejuk yg menerpa


Ia berdiri di ujing tembok pembatas yg tingginya sekitar 1 stengah m


Ia Memejamkan matanya,di wajahnya yg cantik nampak terlihat jelas ada beribu-ribu kesedihan yg mendalam dan berjuta-juta kebencian yg selalu bertambah besar


Wajahnya cantiknya yg dapat menggbarkan begitu banyak penderitaan yg telah ia lalui,dirinya nampak terlihat lelah,lelah dengan semua yg ia alami


Sa'at ini mungkin dirinya sedang menangis,tapi tidak ada yg bisa keluar dari matanya,sudah tidak ada air mata yg tersisa,semua sudah tidak ada pergi bersama dengan kematian ibunya


"Buu..Bisakah kau menunggu sebentar lagi,aku sudah menemukannya,hanya saja,pikiran dan hatiku masih belum bisa sejalan,jujur saja,,,putrimu ini tidak sekuat yg di lihat,di hati putri mu yg sangat berdosa ini masih memilik setitik namnya,dan setitik ajaran nya,ma'af kan putri mu ibu,meskipun begitu aku tetap tidak akan membiarkannya mati selain di tangan ku"batin nya...


"Sedang apa kau di sini?...."


Kesedihan yg membuat dirinya terombang-ambing berhenti seketika ketika


Dengan tarikan nafas yg panjang,ia membuka perlahan matanya dan memperlihatkan betapa indahnya Manik-manik di matanya


Ia memutar tubuhnya dan melihat siapa yg berani mengganggunya di sa'at seperti ini


Ia menatap tajam lelaki yg sempat mengajaknya bicara di bawah pohon rindang


Dengan suaranya yg datar dan auranya yg dingin ia pergi begitu saja tanpa sepatah katapun


Namun lelaki tersebut mencegahnya dengan menarik tangan ana


"Bicaralah Sedikit pada ku"


uarnya


"Lepaskan tangan mu dariku"

__ADS_1


ucap ana dengan menghempaskan tangannya kuat,lalu pergi meninggalkan si lelaki tersebut


"Bener-bener susah"


gumamnya,lalu ia pun menghampiri kursi yg ada dan merebahkan tubuhnya dan mengangkat sebelah kakinya di tumpukan ke satu kaki lainnya


Ia pun mencoba mencari ketenangan dengan memejamkan matanya menikmati angin yg menerpanya


....


Jordan tengah asik menonton tv di mansion nya,menunggu jeda iklan yg menunda berita terpanas yg sangat ingin dia dengar dan ingin ia lihat


"Kau membuat keputusan yg salah jika ingin menyakiti ana kami"


gumamnya dengan seringayan nya


Hingga acara yg ia tunggu-tunggu pun tiba,dirinya yg sudah tidak sabar segera memperbaiki duduknya dan menatap fokus pada layar televisi


Dan putri satu-satunya juga terjerat kasus perencanaan pembunuhan dan penganiayaan pada teman kelasnya bla bla bla


Jordan tersenyum puas,dirinya benar-benar sangat puas baginya menyakiti dan membuat orang yg pantas menderita sangat menyenangkan


hingga tiba-tiba suara ponsel membuatnya berhenti tertawa dan mengambil ponselnya dan menjawab panggilan


"Iya...."


"Joo,bagaimana keadaan ana disana?.."


"Dia baik,apa kau tidak menanyakan kabar ku?..."


"Untuk apa aku menanyakan kabarmu,itu sangat membuang-buang waktu berharga ku"

__ADS_1


"Dasar kau ini,bagaiman keadaan markas?..."


"Markas aman,meskipun sempat ada beberapa tikut-tikus yg mencoba mencuri makanan"


"Oh,,berarti kau tidak kekurangan bahan untuk menunaikan hobi mu itu Leon,hahahah...."Ujar Jordan


"Tentu saja,bagaimana dengan mu?..."


Tanya Leon


"Aku di sini baru sekali menyiksa orang,kau tau sendiri di sini adalah kawasan nya the king blood,jika aku sampai membunuh orangnya maka tamat lah riwayat kita"ujar Jordan


"Kau benar,kau harus berhati-hati aku dengar the king blood tidak kenal ampun pada siapapun,ingat keselamatan mu adalah keselamatan ana" ucapnya


"Iya Kua benar,baiklah terimakasih kalau begitu"ucap Jo


"Iy,,akan aku matikan,aku ingin menghubungi ana aku benar-benar sangat merindukan suara datarnya"ucap leon


"Baiklah,,"jawab joo


"Jangan lupa jaga kesehatanmu"ucapnya seraya mnutup panggilan


Like & Dukung diriku Hmmm😂😂


Thanks buat para reader yg selalu setia membaca cerita ini


Maaf bila diriku terlalu lama up nya


hhe 😅


favorit in atuh kk

__ADS_1


Lanjutt Yok......


__ADS_2