
"Apa?..."kaget Leon setelah mendengar penjelasan dari Jordan.
"Aku tau,tidak seharusnya aku menyembunyikan nya dari mu"ucap Jordan dengan sedikit tertunduk.
Leon menarik nafas kasar seraya menendang meja hingga terjungkal.
Brak...
Semua orang meringis mendengar suara meja yang sangat nyaring tersebut.
"Apa Samuel juga tau masalah ini?..."tanya Leon
"Iya..."Jawab Jordan seraya mengangguk kan kepalanya.
"Jadi kalian menyembunyikan masalah sebesar ini dari ku!..."Murka Leon,bagaimana pun juga Ana adalah segalanya baginya.
"Aku benar-benar minta maaf"ucap Jordan.
"Cukup!...Bagaimana dengan Ana,apa dia tau bahwa dia sudah menarik perhatian raja mafia?..."
"Aku dan Sam sengaja tidak memberitahu nya,karna Sam bilang untuk sementara waktu ini Hyun jin tidak akan menyakiti Ana"tutur Jordan panjang lebar.
Leonardo fransisco hanya terdiam seraya memejam kan matanya,sedangkan Jordan terlihat benar-benar sangat merasa bersalah dirinya telah gagal untuk menjadi kakak yang baik.
Hingga beberapa sa'at kemudian Leon berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Jordan yang tengah tertunduk,Leon menepuk pundak Jordan beberapa kali,ia menyadari sikapnya yang sangat kasar pada Jordan tidak akan mengubah apapun.
__ADS_1
"Maaf,aku terbawa emosi."ucap Leon.
"Tidak apa...Aku mengerti perasaan mu"ucap Jordan pula,dengan memeluk Leon dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Bisakah kau membawaku melihat Sung ji"tutur Leonardo.
"Tentu saja"
...
"Sebenar nya kau mau membawa ku kemana?..."ucap Ana dengan datar nya,dengan tatapan mata yang lurus kedepan.
"Siapa yang barusan bersama mu itu?..."tanya balik Hyun Jin dengan suara yang datar pula.
"Maka jawablah dulu pertanyaan ku"ucap Hyun jin dengan menatap Ana.
"Apa hubungannya dengan mu?..."ucap Ana.
"Tentu saja ini ada hubungannya dengan ku.Kau adalah wanita ku!..."ucap Hyun dengan tegas.
Ana mengerutkan dahinya"Apa?...Wanitanya!!...Apa aku benar-benar tidak salah dengar.Dasar gila..."batin Ana seraya menatap Hyun jin.
Hyun jin pun menatap mata Ana dengan tatapan nya.Dirinya hendak melihat apa yang ada di dalam diri Ana melalui matanya,tapi tidak bisa,di sana terdapat sebuah penghalang besar,benar-benar sulit untuk di tembus.
"Aisssh...You crazy!..."ucap Ana seraya memegang kepalanya.
__ADS_1
Sa'at Hyun hendak membuka suaranya,kata-kata yang akan keluar tercekat oleh ucapan sang supir"Tuan kita sudah sampai"ucapnya.
Hyun jin pun menatap tajam sang supir.Sampai-sampai sang supir pun terlihat ketakutan beserta dengan keringat yang membanjiri dahinya.
"Ma'af kan saya Tuan"ucapnya seraya mengusap dahinya.
Hyun pun langsung turun dari mobil dan segera membuka sebelah pintu lainnya.
"Cepat keluar..."ucap Hyun pada Ana.
"Hey...Berbicara dengan baiklah pada ku...Aku paling tidak suka di perintah!"ucap Ana dengan menaikan intonasi suaranya ia sangat marah saat keluar dari dalam mobil tersebut dan menghempaskan tangan Hyun jin yang hendak membantunya keluar dari dalam mobil.
Hyun hanya bisa bersabar untuk gadisnya ini,yang selalu marah-marah dan berbicara kasar padanya.Jujur saja,bila ada orang yang berbicara seperti itu pada nya biasanya Hyun langsung membunuhnya di tempat sa'at itu juga, tapi itu pengecualian untuk Ana.
"Dasar pria tua!..."maki Ana di dalam hatinya.
Maff ya reader,author baru up soalnya otak author macet😵😂 wkwk...
biasalah kehabisan ide...
Terimakasih loh atas dukungannya.
Ok Next...
👉
__ADS_1