
"Aku pergi ke toilet sebentar,jika kalian ingin pergi,maka tidak apa pergi saja duluan"
"Kau ini,tidak apa,kami akan menunggumu di sini."
"Benar lagi pula,kami sudah tidak memiliki kegiatan apapun setelah ini"
Ana menganggukkan kepalanya,dan pergi meninggalkan meja.
Saat Anna berjalan, notifikasi ponselnya berbunyi,ia pun memeriksa ponselnya.
Brukk...
"Ugh..."
Ana yang terlalu fokus pada layar ponselnya,tidak sengaja menabrak punggung seseorang.
"Bagaimana kau menggunakan ma..ta..."makian lelaki yang di tabrakan Ana tercekat karna melihat siapa orang yang telah menabrak nya.
Belum sempat Ana melihat wajah pria yang berada di depannya ini,ia sudah di buat kaku dengan apa yang di ucapkan seseorang di hadapannya.
"Nona baju hitam"
Celetuk si lelaki tersebut seraya menunjuk nunjuk.
Ana terdiam,barusan dia bilang apa?..Nona baju hitam,Ana melihat kearah bajunya,ia,memang yang ia kenakan saat ini adalah warna Hitam.Tapi bukan berarti orang boleh memanggil nya dengan panggilan seperti itu bukan.
Setelah Ana menadahkan wajahnya,dan melihat kearah si lelaki tersebut,dan saat itu juga,Ana mengerti kenapa orang yang berada di depannya ini memanggil nya begitu.
"Hmm.. lain kali!.. jika ingin berhenti, usaha kan jangan di tengah jalan"ucap Ana datar seraya berjalan pergi.
Lelaki tersebut pun terbengong bengong,Apa?.. lagi lagi dirinya yang kena semprot, padahal yang salah bukan dirinya.
"Apa?... padahal aku sama sekali tidak memiliki niat buruk padanya,wanita aneh"
Si pria tersebut pun memutar bola matanya malas dan mengubah ekspresi. dan berjalan meninggalkan lokasi.
Tidak lama,setelah Ana masuk kedalam kamar mandi,terdengar keributan besar di ruang utama.
Ana bergegas keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke tempat terjadinya perebutan.
setelah sampai di sana banyak sekali orang berteriak- tarian dan banyak pula orang yang tengah berkerumun,Anna melihat kesana kemari dengan matanya yang tajam.
iya mencari ketiga sahabatnya karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada mereka.
__ADS_1
"Ann..."
"Annn..." teriak miko pada Anna seraya melambai lambaikan tangan nya.
Anna segera menghampiri mereka dan berkata" apa yang telah terjadi di sini?..."tanya nya.
"Entahlah saat kau pergi beberapa menit yang lalu, dua orang pria tewas di tempat,entah kami pun tidak tahu apa sebabnya!.."
"Iya, tapi mereka bilang sebelum kedua orang itu meninggal mereka terlihat seperti orang yang kehabisan nafas"
" apa kalian yakin?..."selidik Ana,
" ah tidak juga tapi dari pihak cafe sudah menghubungi pihak berwajib, dan akan mengusut masalah ini"
" dan tidak sedikit pula orang-orang berkata bahwa kedua lelaki tersebut meninggal karena keracunan makanan dan minuman di kafe ini"
Anna memicing kan matanya, di dalam batin nya berkata ' aku yakin ini bukan masalah keracunan biasa,pasti ada dalang dibalik semua ini'
" lebih baik kita pergi dari sini tidak aman untuk kita jika lebih lama lagi disini"ucap Anna.
Mereka semua pun pergi meninggalkan cafe tersebut, namun saat mereka sudah masuk ke dalam mobil yang masing-masing,Anna malah keluar kembali dari dalam mobilnya.
Dengan beralasan bahwa anda barangnya yang tertinggal di dalam kamar mandi,dan ia pun menyuruh ketiga trio curut untuk terlebih dahulu pulang kerumahnya masing-masing.
Miko, Farrell dan Demian pun pergi meninggalkan Anna.
Sementara itu ia masuk kembali ke dalam cafe dan mendekati kerumunan iya pun memeriksa kedua mayat tersebut hanya dengan melihat nya saja, dan iya sudah berani menyimpulkan apa penyebab dari kematian kedua lelaki ini.
'Heh,semua ini di dalam dugaan ku'
batin Ana,seraya berjalan keluar.
' sungguh bernasib malang'
batin Ana saat ia mengemudi mobil nya, setelah mengetahui apa penyebab kematian kedua pemuda tersebut, iya merasa tidak tertarik, dan memilih untuk kembali ke mansion.
namun saat tinggal beberapa meter lagi ya sampai di kawasan mansion nya, terbesit pikiran bodoh di dalam otak cerdik nya, iya pun banting setir memutar kembali mobilnya meninggalkan kawasan mansion nya.
" apa ini?.. memikirkan kejadian tadi membuat hasrat membunuhku terangsang, aku bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali aku merasakan sensasi seperti ini"
" tapi jika dipikir-pikir, memang sudah lama sekali aku tidak merasakan hangatnya darah segar di tanganku ini, karena tanganku ini terlalu sibuk memegang berkas-berkas yang merepotkan itu"
memang benar apa yang dikatakan oleh Anna, sudah hampir satu setengah tahun ini, iya sama sekali belum pernah mengeksekusi musuh musuhnya dengan tangannya sendiri, melainkan ia selalu memerintahkan Jordan atau anak buah yang lain untuk mengurusi masalah tersebut.
__ADS_1
'Hmmm... kemana sebaiknya aku pergi mencari sasaran'
batin Anna seraya menyusuri jalanan yang sepi dan gelap.
beberapa menit kemudian...
" sialan!!... apa-apaan ini, bahkan seekor nyamuk pun tidak ada."
iya dibuat kesal dengan keadaan ini, ya ampun menginjak pedal gas dan melaju dengan kecepatan penuh dengan mobilnya yang memang sudah dirangkai khusus untuk melaju dengan kecepatan secepat kilat.
Ya tentu saja untuk mengantisipasi terjadinya serangan mendadak dari para musuh, atau mungkin terjadinya kejar-kejaran dadakan.
Cekitttt....
Anna mengerem mendadak, di depan sebuah club malam.
iya memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam, mungkin dengan meminum segelas atau dua, tiga, gelas vodka, bisa menenangkan perasaannya yang kesal karena belum memuaskan hasrat nya.
iya menghampiri meja bartender, dan meminta segelas vodka, tapi si pelayan tersebut malah nampak terlihat ragu-ragu.
Dengan wajah datar nya Ana mengangkat sebelah alisnya seraya berkata,
" apa yang kau lihat?.... " dengan sorot mata tajam yang meng intimidasi.
" i.. itu, apa anda yakin nona?.. "
jawab si pelayan tersebut takut takut, pasalnya vodka adalah minuman termahal yang ada di klub tersebut, ditambah lagi dengan pakaian yang Anna kenakan, benar-benar terlihat seperti seorang gadis baik-baik.
Tanpa menghilangkan aura mang intimidasi miliknya, iya menjawab dengan datar" tugasmu disini adalah melayani pelanggan, jadi layani lah aku, jika kau masih banyak bicara, aku tidak akan segan-segan memotong lidahmu"
Sialan, dia tidak tahu saja, bahwa Anna saat ini sedang kesal, jika dia mau kau bisa menjadi salah satu sasaran yang malam ini.
Setelah Anna meminum beberapa gelas vodka, iya pun berfikir, pantas aja si bartender tersebut nampak segan untuk memberinya minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi ini, ternyata pakaian yang ia kenakan, memang terlihat cukup sopan, untuk seorang wanita yang berada di dalam klub malam.
Otak cerdas nya kembali berputar, dan saat itu pula iya merasa bener-bener dirinya ini bodoh.
' kenapa aku tidak pergi ke markas saja, dan mengeksekusi beberapa orang yang berkhianat kepadanya, bukankah itu adalah sasaran yang empuk'
"Aargh... ada apa dengan kuu..." teriak Anna,seraya
memegangi kepalanya.
Tidak akan ada yang menggangu Ana,dan tidak akan ada yang terganggu oleh Anna,karna gemerlap nya lampu dan alunan musik yang keras dari sang dj, mengalihkan semua perhatian siapapun orang yang berada di dalam club malam sebut.
__ADS_1
Next..