
Beberapa informasi tentang nya
Iya bernama Franz Harald Meshach,berusia 27 tahun,asal Singapura ,iya dia merupakan seorang pembunuh bayaran yang terkenal akan keahlian nya dalam membuat dan menggunakan racun racun mematikan.
Namun ia juga memiliki fobia terhadap darah yang banyak,sangat aneh memang untuk seorang pembunuh bayaran yang kerjanya menghabisi nyawa orang malah takut terhadap darah,tapi itu tidak menghentikan nya untuk melakoni pekerjaan yang ia bangga-bangga kan.
Ini adalah pertemuan ketiga nya dengan Anna,jangan lupa pertemuan pertama mereka di makam ibunda Anna,almh Nyonya Adinda Agatha,itulah pertemuan mereka yang asthetic.
Padahal itu adalah hari pertama baginya menginjak kan kaki di Indonesia.
Saat itu ia sangat terkejut mengetahui respon dingin dan datar dari Anna, namun pertemuan kedua membuatnya kesal saat melihat Anna,dan yang ketiga ini,iya ingin mengenal dahulu orang seperti apa Anna ini,dan bagaimana kehidupan nya,dan barulah ia bisa menyimpulkan.
.....
Jika kalian bertanya-tanya,kenapa Anna baik banget sama si Franz Harald, jawaban nya, sebenarnya Anna bukan baik ya Guyss,tapi ia tau harus bagaimana ia bersikap pada orang yg akan ia gunakan untuk membantu nya di dunia bawah.
Bukankah seorang pembuat racun mematikan di dunia sangat berguna bila di rangkul sebagai rekan?..
Ok Back to story'....
Sebelum Anna pergi dari club malam tersebut,ia menghampiri si pelayan bartender,yang sudah banyak membantu nya.
"Anda sudah mau pulang nona?..."
"Hmmm iya..."
"Berapa total, semua yang harus ku bayar?..."Ucap Anna.
"1 botol Vodka harganya 14,5 miliyar nona"ucap si pelayan tersebut ragu-ragu, pasalnya ia takut orang yang berada di depan nya ini akan kaget dan mungkin saja tidak akan mampu membayar.
Namun semua ke khawatiran nya,buyar kemana-mana,ia terbengong-bengong melihat Anna yang tidak menunjukkan reaksi apapun,bahkan setelah mendengar biaya yang harus ia bayar,yang bahkan dirinya pun tidak pernah berani membayangkan nya.
"Jangan lupa, bahwa aku minum beberapa gelas tadi"ucap Anna
Yang membuat si pelayan bartender tersebut tersadar di dalam lamunannya.
"Ahh... iya,maaf kan saya Nona,kalau di tambah dengan itu harganya menjadi 17,2 miliar"
"Baik,bisakah aku membayar nya dengan cek"tanya Anna.
"Hah.. sebentar Nona,saya tanyakan dahulu pada atasan saya"ucap nya.
Anna hanya mengangkat kedua alisnya mengiyakan.
Beberapa saat kemudian.
Saat si pelayan bartender tersebut hendak membuka mulutnya untuk berbicara,Anna langsung memotong nya dengan berkata"Jadi.. bagaimana?.."
"Bisa.."
Ana menghembuskan nafas malas.
Lalu ia menyodorkan selembar cek,di atas meja"Ambil lah"ucap nya ,seraya berjalan meninggalkan meja.
"Ter..., Eh Nona,ini terlalu banyak.."
__ADS_1
Teriak si pelayan bartender tersebut.
Lalu ia berlari dan memberhentikan langkah kaki Anna dengan berdiri di depannya.
"Nona apa anda salah menulis,disini tertulis 20 M,ini terlalu banyak nona"ucap nya panik.
"Aku tidak pernah salah,maka dari itu,sisanya untuk mu.."ucap Anna lalu nyelonong pergi.
Sementara si pelayan tersebut terdiam kaku,seraya tangannya yang tidak berhenti bergetar.
1 menit...
2 menit..
3 menit..
Ia tersadar dalam lamunan nya.
"Tapi No... na"
Ia melihat ke sekeliling dan tidak menemukan keberadaan Anna.
"Apakah ini mimpi"ucap nya.
seraya memandangi cek yang bernominal kan 20 Milyar tersebut.
Tanpa di sadari seorang lelaki sudah memperhatikan mereka dari tadi
"Ada berapa banyak sebenarnya kejutan di dalam dirimu itu Nona.
Keesokan pagi nya..
Ana tengah duduk seraya sarapan pagi bersama dengan Leon.
"Ann.."
"Hmm... "
Anna yang masih mengunyah roti nya hanya mengangkat kedua alisnya.
"Kali ini kau ikut bersama dengan ku yak"ucap Leon
"Kenapa?..."
Jawab Anna seraya memberhentikan makannya.
"Ada sesuatu ayang ingin ku bicarakan,semalam sepulang dari perusahaan aku mencari mu di rumah,tapi ternyata kau tidak ada,jadi aku ingin membahas nya di mobil"
Jelas Leon.
"Baik tidak masalah,apakah ini ada hubungannya dengan kegiatan sampingan kita"ucap Anna.
Leon mengangguk kan kepalanya.
Dan Anna pun,tersenyum tipis.
__ADS_1
' kebetulan sekali,aku juga sudah memiliki janji dengan seseorang'batin Annaa.
....
Sesampai nya di Perusahaan.
"Oya Ann.. Hari ini kita ada rapat dengan para investor dari Amerika"ucap Leon seraya berjalan berdampingan dengan Anna.
"Oh.. kenapa aku belum tau?..."
ucap Anna.
"Itu dia,aku lupa memberitahu mu,dan yang lebih aneh nya lagi,orang ini tidak memberitahu kan identitas nya,apakah kita harus menyelidiki sampai ke akar-akar nya"bisik Leon.
"Ouh.. dia ingin main rahasia-rahasian ternyata,tidak apa,kita tidak perlu repot-repot mencari tau,lebih baik kita tunggu dia datang kemari,jika dia berani macam-macam pada perusahaan milik ku kita buat ia tidak bisa keluar dari Indonesia"ucap Anna.
"Hmm... tidak buruk,jadi kita datang ke markas jam berapa"
tanya Leon, karena bagaimanapun juga,penguasa di sini tetaplah Anna.
"Jika bisa aku ingin setelah rapat kita langsung pergi menuju markas"ucap Anna.
"Baik.."
"Jadi segera persiapkan semua berkas-berkas untuk rapat,karna aku tidak mau berlama-lama"ucap Ana.
Leon mengangguk kan kepalanya patuh.
.....
Acara rapat sekitar pukul 09:23.
Ana,Leon dan para pimpinan lainnya tengah berkumpul di ruangan rapat,namun Ana terlihat tidak bersahabat.
"Jadi.. dimana pimpinan kalian,ini sudah sangat terlambat, kalian seharusnya sudah tau sebelum memutuskan untuk ber investasi di perusahaan ini,bahwa CEO kami merupakan orang tidak suka dengan kata terlambat"ucap salah satu dewan,berusaha mengembalikan suasana hati Anna dengan sedikit memujinya. sekaligus ingin mendapatkan simpati iya kan.
"Apakah kalian sedang bermain-main dengan perusahaan kami"ucap Leon menatap tajam para tamu-tamu dari Amerika.
"Kami benar-benar minta maaf,tapi tadi beliau bilang ingin pergi ke toilet sebentar"
"Sebentar.. apa kalian pikir menunggu setengah jam itu hanya sebentar, ka...."
Anna mengangkat tangan nya mengisyaratkan agar Leon tidak banyak bicara.
"Jika kalian semua pikir aku akan mentolerir semua ini dan hanya kan duduk diam tanpa melakukan apapun,maka kalian semua salah. aku bisa saja melempar kalian semau keluar dari dalam perusahaan ku,dan bahkan bila aku mau aku akan melempar kalian semua keluar dari Indonesia "ucap Anna yang membuat orang-orang bergetar ketakutan.
'Jika bukan Nona Anna yang berbicara,mungkin mereka akan menganggap kata katanya hanyalah sebuah lolucon belaka'
Seseorang membuka pintu ruang rapat, hingga semua orang menatap nya tajam.
Ia memakai baju Suilt, memakai masker hitam, kacamata hitam, tanpa dosa ia berjalan kearah kursi kosong dan duduk di sana, mata nya menunjukkan bahwa ia tidak terlihat panik,atau bahkan ketakutan, padahal ia sudah di tatap tajam oleh seluruh anggota perusahaan, entah itu dari pihak Anna maupun dari pihak nya.
Tapi justru, mata nya menunjukkan bahwa ia menikmati saat-saat sepeti ini, dan bahkan ia menantikan nya...
Next..
__ADS_1