Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 77


__ADS_3

"Ana,apa yg kau lakukan!..."teriak Jordan sedikit panik,pasalnya yg di lempar oleh ada dari lantai dua adalah kiriman dari Hyun jin.


"Aku membuangnya"ucap Ana santai dengan mengangkat kedua tangannya.


"Hey...Cepat kau turun kesini!..."Teriak Leonardo fransisco.


"Hah..."ucap Ana.


"Ku bilang cepat kemari"ucap Leon tegas dengan ekspresi yang serius.


Ana terdiam di tempat,lalu ia tertawa santay,


"Haha..."


"Apa yang kau tertawakan Ana,sebaiknya kau cepat turun"ucap Leon,sedangkan Jordan hanya mengerutkan dahinya melihat Ana yg tertawa.


"Baiklah baiklah"ucap Ana seraya cengengesan.


"Apa yang lucu Ana,kenapa ku membuang pemberian orang lain"ucap Jordan yang berusaha berbicara baik baik dengan Ana.


"Tentusaja itu lucu,sudah lama aku tidak melihat ekspresi wajahmu yang seperti itu"ucap Ana yang langsung duduk di sofa.


"Berhentilah mengalihkan pembicaraan,kenapa kau membuang nya"ucap jordan seraya menyodorkan kembali paper bag tersebut.


Ana memutar bola matanya malas lalu ia berkata"Aku tidak suka"ucap Asal.


"Memangnya apa isinya?..."tanya Leon bersemangat dengan mendekati Ana.


"Hmm...Kau boleh melihatnya"tutur Ana seraya membuka bungkus snack Leon yang berada di meja.

__ADS_1


"Aku tidak berani"ucap Leon seraya memegang tangan Ana.


"Heuh...Isinya satu set pakaian"ucap Ana sesekali memasukan snack kedalam mulutnya.


"Lalu kenapa kau tidak memakainya"tanya Jordan yang di angguki oleh Leonardo fransisco.


"Untuk apa aku memakainya,lagipula siapa yang akan pergi bersamanya"ucap Ana santay.


"Apa!..."kaget Leon dan Jordan.


"Apa yang kalian kagetan?..."ucap Ana tanpa dosa.


"Kau bilang apa barusan,dia mengajak mu pergi bersama"ucap Leon dan Jordan secara bersamaan,mungkin mereka saat ini sedang sehati guys wkwk.


"Iya...Dia bilang ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padaku dan memintaku memakai pakaian tersebut untuk pergi bersama dengan nya"tutur Ana.


"Iya...Iya kapan?..."tambah Leon.


"Dia bilang dia akan datang kesini 1 jam lagi"ucap Ana dan kembali memakan snack di genggamannya.


"Apa!!..."Lagi-lagi leon dan Jordan di buat kaget sekaligus terkejut mendengar ucapan Ana uang sangat enteng tersebut.


"Uhuk...


Uhuk...Sialan,ada apa sebenarnya dengan kalian"ucap Ana kesal,karna mereka teriak terlalu keras hingga membuatnya terkejut dan tersedak.


Ana pun mengambil air putih yang berada di hadapannya.


"Sebaiknya kau cepat bersiap-siap"ucap Leon seraya merampas snack dari genggaman Ana.

__ADS_1


"Eh...Hey...Hey..."ucap Ana yang hendak mengambil kembali snacknya.


"Ini...Cepat pakai ini dan bersiap-siap"ucap Jordan pula dengan menyodorkan paksa paper bag kedalam genggaman Ana.


"Hey...Hey...Apa yang akan kalian lakukan?..."ucap Ana yang memang tidak di beri kesempatan untuk berbicara.


Leonardo fransisco dan Jordan Gleno berdiri dari duduknya dan mereka memegang bahu Ana masing masing dan mendorongnya untuk pergi kedalam kamarnya.


"Tu...Tunggu,tunggu sebentar!..."teriak Ana seraya meronta-ronta.


"Kau sebaiknya tidak banyak bicara"ucap Leon.


"Tapi...Tapi...Aku tidak mau"ucap Ana berusaha memohon kepada mereka berdua dengan ekspresi wajah yang memelas,haiss...Entah sejak kapan ia bisa menggunakan ekspresi lain,selain datar.


Leon bahkan sempat termakan oleh rayuan wajah Ana yang menggemaskan itu,namun ia pun sadar setelah Jordan menginjak kakinya.


"Maafkan aku Ana"dengan air mata yang berlinang di dalam batin Leon.


Ana benar-benar tidak habis pikir,kenapa wajah memelasnya tidak ampuh,padahal ini kali pertama,pertama kalinya ana menggunakan ekspresi tersebut.


"Sialan...Kenapa mereka bisa sekuat ini,jika terus begini maka berakhir sudah"batin Ana.


Leon dan Jordan semakin kesusahan karena Ana tidak henti-benatinya melepaskan diri.


Dan dengan terpaksa Leon dan Jordan pun menyeret Ana menaiki anak tangga,dengan Leon yang memegang tangan kanan Ana dan Jordan memegang tangan kiri Ana.


"Ah...Tidak...


Ok Next...

__ADS_1


__ADS_2