
Setelah kejadian tersebut,Ana mengunci diri di dalam kamarnya,dan ini sudah 3 hari ia di dalam kamarnya,Sam dan Jordan sangat khawatir dengan keadaan Ana,mereka sama sekali tidak mendengar apapun dari dalam kamar Ana,seolah-olah di dalam kamar tersebut tidak ada orang.
Beberapa kali Sam dan Jordan berusaha berbicara pada Ana,tapi tidak ada jawaban dari dalam sana.
Pagi ini Samuel Jackson dan Jordan Gleno sedang menyiapkan sarapan,sa'at Sam dan Jordan menata peralatan makan,terdengar suara langkah kaki yang teratur menyentuh lantai.
Jordan dan Samuel pun segera mengalihkan pandangannya keatas,dan betapa terkejutnya mereka melihat Ana dengan pakaian casual nya dan dengan gaya rambut yang baru.
Samuel pun segera menghampiri Ana dan memegang kedua pundak Ana dengan ekspresi bahagianya.
"Kau... kau akhirnya keluar Ana,bagaimana keadaan mu hah"ucap Samuel seraya melihat Ana dari bawah keatas.
Ana hanya terdiam seperti biasanya,mungkin ia sudah melepaskan semua beban di dalam hatinya,
Samuel tersenyum bahagia,ia segera menuntun Ana ke meja makan,sedangkan Jordan hanya tersenyum pula melihat Ana yang sudah kembali ke keadaan sebelumnya.
Samuel sangat bersemangat,ia pun menarikkan kursi untuk Ana,ia juga menyiapkan alat makan untuk Ana,dan tidak lupa menyajikan makanan nya juga.
"Tidak perlu..."ucap Ana seraya menahan tangan Samuel yang hendak meletakkan makanan di piringnya.
__ADS_1
"Tidak... tidak.Biar aku yang melakukannya"ucap Samuel Jackson,yang benar-benar sangat bahagia tersebut.
"Hey... kau.Kenapa kau tidak duduk juga"ucap Samuel pada Jordan yang sedari tadi memperhatikan nya saja.
"Haha... baiklah.. baiklah"tutur Jordan seraya menarik kursinya juga untuk nya,dan makan bersama mereka berdua.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin di bicarakan pada Ana dari Jordan maupun Samuel,tapi mereka tidak ingin merusak suasana untuk saat ini dan lebih memilih menikmati makanannya.
.........
"Mau kemana..."ucap Samuel saat melihat Ana beranjak dari kursinya.
Sontak saja Samuel Jackson dan Jordan Gleno langsung berdiri dari duduknya,dengan ekspresi kagetnya.
"Apa kau yakin..."tanya Jordan.
Ana hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Jordan.
"Aku akan menemani mu"ucap Samuel Jackson.
__ADS_1
Dan lagi-lagi ana tidak menjawab ucapan samuel dengan kata kata,melainkan hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Samuel pun segera mengikuti Ana yang sudah lebih dahulu berjalan di hadapannya,dan dengan begitupun Jordan,ia pun tidak ingin ketinggalan satu momen pun.
Saat sampai di ruangan tersebut pun,Samuel sedikit panik dengan apa yang akan terjadi nanti pada Ana,tapi justru Ana tidak menunjukan ekspresi apapun,mereka pun masuk kedalam.
Terlihat Sung ji yang tengah terduduk di kursi kayu dengan tatapan yang kosong.Ana mendekatinya dan duduk tepat berada di depan Sung ji.
Sedangkan Jordan Gleno dan Samuel Jackson berada di sisi pintu masuk,melihat apa yang akan Ana lakukan.
Ana hanya menatap Sung ji yang memang tengah menatap lurus kedepan.sudah cukup lama Ana menatapi Sung ji tanpa teralihkan sedikitpun.
Hingga akhirnya Sung ji membuka suaranya"Apa yang kau inginkan"ucap nya lemah,dengan tatapan yang masih nampak kosong.
"Matilah untuk ku,tanpa penyesalan"ucap Ana yang sama sekali tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.
Samuel dan Jordan saling bertatapan,apa ana masih ingin membunuh Sung ji,bahkan setelah ia merasa terpuruk karna nya.
Ini benar-benar di luar ekspektasi dari Samuel dan Jordan.
__ADS_1
Next...