
Sangat tidak beruntung untuk beberapa orang yang menemui Ana dalam keadaan seperti ini yang akan menjadi nasib sial bagi mereka.
Saat Ana melewati sebuah jalanan sepi,ia di paksa berhenti oleh sekelompok pemuda dengan senjata tajam di tangannya.
"Hey... kau,cepat keluar"bentak pemuda dengan memukul mukuli bagian depan mobil seraya menodongkan senjata tajam yang sejenis dengan Samurai.
"Jika kau tidak mau keluar,maka akan kami pecahkan kaca mobil mu "ucap beberapa pemuda lainnya yang mengepung mobil Ana dari segala Arah.
Ana sendiri hanya terdiam melihat aksi mereka yang membuatnya muak,ia pun memutuskan turun dari mobilnya,padahal kaca mobil miliknya adalah kaca anti peluru jadi akan tetap aman jika ia berada di dalam mobil saja.
Semua orang tersenyum bangga ketika Ana membuka pintu mobilnya,dan saat Ana menunjukan batang hidung nya,mereka semua terpesona akan kecantikan yang di miliki Ana,mereka benar-benar di buat mabuk melihat kecantikannya.
"Kau cukup cantik,aku akan mengampuni nyawa mu,asalkan kau bisa memuaskan aku"ucap salah satu pemuda dengan sombong.
"Hanya idiot yang mengatakan hal itu di siang bolong begini"ucap Ana.
__ADS_1
"Apa yang baru saja kau katakan!..."ucap nya marah,lalu ia kembali ke titik awal dengan berkata"Hah lupakan,aku akan mengampuni mu karna kau membuatku bergairah,jika kau tidak mau maka jangan salahkan aku berbuat kasar pada mu"ucap nya yang di iringi tawa rekan rekannya.
Entah apa yang Ana gumamkan,yang jelas ia hanya berdiri dengan kokoh di samping mobil sport nya.
Saat si pemuda tadi hendak menyentuh pipi Ana,ia menjerit kesakitan karna Ana memutar tangannya 90°ke arah yang berlawanan.Lalu Ana menendangnya hingga ia tersungkur kebelakang.
"Aggrrhh...Sialan,kenapa kalian diam saja,cepat seret dia"perintah si pemuda tersebut yang berusaha berdiri.
Para rekan-rekannya pun segera menghampiri Ana,dan dengan mudah Ana berhasil membuat mereka semua terbaring lemah di tanah,lalu Ana berjalan mendekati mereka dan mengambil Samurai yang tergeletak di aspal.
Ia memegangnya lalu dengan tatapan tajam ia melihat kearah si pemuda tadi,Ana berjalan perlahan menghampirinya dengan aura pembunuhnya yang sangat mematikan,sedangkan si pemuda tersebut berjalan mundur perlahan dengan penuh rasa takut.
Hingga akhirnya ia terpojok dan tidak bisa melarikan diri lagi dati Ana,Ana menatapnya dengan tatapan dingin lalu ia mengeluarkan pistol nya.
"A.. apa?...Sejak kapan ia memiliki senjata.. jika begini,maka tamatlah riwayat ku"batinnya.
__ADS_1
Ana menodong kan pistolnya.
"No..Nona aku mohon ampuni.. ampuni aku nona"ucap si pemuda tersebut.
Namun sayang seribu sayang,Ana tidak perduli,hingga terdengar dua suara tembakan dan teriakan menusuk pendengaran.
Ana menembak kedua kaki si pemuda tersebut,hingga ia tidak bisa berdiri,Ana menghampiri nya dengan tekanan yang besar,sedangkan si pemuda tersebut hanya menangis merataoi nasib sialnya.
Dengan dingin dan datar ana berkata"Angkat kepala mu"ucapnya.
Si pemuda itu pun yang nampak enggan mengangkat kepalanya terpaksa menuruti kemauan Ana,saat ia mengangkat kepalanya.
Husshh...
TAk...
__ADS_1
Ana menebas leher si pemuda tersebut dengan sekali tebasan yang menggunakan Samurai milik si pemuda itu sendiri,kepala pemuda tersebut menggelinding hingga mengenai sepatu miliknya,Ana pun menginjak kepala si pemuda tersebut lalu menendangnya entah kemana...
NEXT...