
" jadi?..."
Ucap Anna,menatap tajam mata orang tersebut.
Begitu pun dengan Leon,yang tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.
Ia yang di tatap oleh seluruh orang yang berada di dalam ruang rapat, tersenyum kembali di balik masker hitam nya.
Hingga nampak orang-orang nya berbisik padanya'Tuan jika anda ingin mati,jangan lah anda membawa kami bersama mu'
bisik nya.
'Sialan,lihat saja aku akan menghabisi mu setelah ini' balasnya.
Leon sangat geram di buat nya,ia mengepalkan tangannya kuat,hingga kuku-kuku nya memutih,ingin rasanya ia menghajar orang yg tengah berdiri di depannya ini.
Sementara itu Anna menatap tajam mata si lelaki tersebut,namun si lelaki tersebut selalu berusaha menghindari nya.
Terjadi keheningan selama 1-2 menit di sana.
"Rapat ini di tunda,kalian semua silahkan keluar, kecuali kau" ucap Anna mengarah pada si CEO tersebut.
"Kenapa begitu!.. kenapa tidak kita berbicara baik-baik di sini bersama-sama"ucap nya sedikit panik.
'Jika mereka semua keluar, bagaimana dengan rencana ku' batinnya.
Tidak ada yang berani bergerak di sana,seolah menunggu perintah kedua dari Anna.
Namun Anna memicingkan mata nya,dengan tajam ia berkata"Aku bukan orang yang akan mengulangi kata-kata ku untuk kedua kalinya"
Mendengar hal itu pun,mereka semua bergegas keluar dari dalam ruangan rapat, sedangkan Leon masih berdiri tegak di samping Anna.
Nampak Anna menghela nafas berat dua kali, lalu berkata"Berhenti lah menjadi orang bodoh di balik masker mu itu.. Saaaaamm!.."
Mendengar Anna menyebut nama Sam membuat Leon tersadar bahwa dugaan nya tidak mungkin meleset"
Sementara itu , orang yang tengah di bicarakan,tersenyum dan membuka maskernya, menampakkan wajah tampan berkharisma dengan senyum yang memikat.
Saat ia hendak membuka mulutnya tiba tiba...
Plak..
"Kurang ajar, bisa bisanya kau mempermainkan kami"ucap Leon kesal seraya memukul kuat kepala Samm.
Sam pun terhuyung di buatnya,dengan kesal kepalanya di pukul oleh Leon,ia pun memukul kepala Leon pula.
Plak..
"Berani sekali kau memukul kepalaku"ucap Samm.
"Hey.. seharusnya kau beruntung karena aku hanya memukul kepamu"
Ucap Leon tak mau kalah.
"Sialan, seharusnya kau menyambut ku dengan ramah."
"Setelah kau melakukan ini pada kami dan kau meminta kami untuk menyambut mu dengan baiikkk... Hah..."
"......."
__ADS_1
Yah.. dan beberapa kata mutiara terus terlontar di antara keduanya,mungkin itu adalah salah satu cara mereka menyapa setelah sekian lama tidak bertemu.
"Kalian bisa hubungi aku,jika sudah selesai"ucap Anna yang sudah berada di ambang pintu keluar,seraya melihat pada mereka berdua.
"Tidak-tidak,kami akan ikut sekarang dengan mu"ucap Samuel yang di anggukki oleh Leon.
"Baiklah.." ucap Anna seraya pergi keluar.
Dan mereka berdua pun segera berlari kecil menyusulnya.
🐾Lift
"Jadii..."
ucap Anna.
Leon pun segera menyenggol tangan Samuel, karena mereka berdua berada di belakang Anna.
"Ah.. aku sangat bosan,aku benar-benar butuh liburan,dan kebetulan beberapa bulan ke depan ini tidak ada urusan yang terlalu penting,jadi aku meminta Max untuk menangani di sana,dan aku bergegas kemari."
"Hahhh.."
Sam menghembuskan nafas panjang"sebenarnya tidak hanya itu,ada beberapa hal yang ingin aku katakan pada kalian" tambah nya.
"Kita bisa bicarakan itu di Mansion bersama dengan Jordan"ucap nya lagi.
"Hmm.. bagus,lagi pula aku sedang ada janji"ucap Anna tersenyum miring.
Sam melihat ke arah Leon seraya mengangkat alisnya.
Leon sendiri memainkan bola matanya seolah berkata"Tunggu sebentar,nanti ku jelaskan"
Sam mengangguk kan kepala nya, sebagai respon iya.
" Kaya, kemari sebentar"
ucap Anna pada seorang wanita muda.
"Iya Nona"
Kaya pun segera berjalan cepat menghadap Anna.
"Hari ini aku dan Leon ada urusan dan tidak akan kembali ke kantor,jadi aku berikan kau tanggung jawab untuk mengawasi para pegawai,kalian bisa pulang setelah pekerjaan selesai"ucap Anna.
Kaya mengangguk patuh.
"Bagus. jika ada keadaan darurat kau bisa langsung hubungi aku"
tambah nya.
"Ayo..."
ucap Anna pada kedua Abang nya ini🤣.
Sam merupakan orang yang tidak suka banyak tanya,jadi ia pun hanya mengikuti mereka.
🐾Sementara itu🐾
"Apa kau bodoh?...."
__ADS_1
teriak seorang pria dari ponsel yang sedang ia genggam.
"Aku minta maaf, jujur saja,saat itu aku benar-benar tidak berdaya"ucap nya dengan pelan,seraya menundukkan kepalanya.
"Haiss... dasar bodoh,aku baru pertama kali melihat pembunuh bayaran yang sangat bodoh dan ceroboh seperti mu"maki orang yang berada di dalam panggilan tersebut.
"Aku akan mengirimkan beberapa orang ke sana untuk membawa mu kembali,dengan begitu tidak akan ada orang yang bisa menghentikan mu"tambahnya.
"Ah.. tidak perlu Hyun,aku bisa mengatasi ini,lagi pula kami sudah membuat sebuah janji, Jujur saja aku masih ingin bermain di sini"ucap lelaki ini yang tidak lain adalah Franz Harald.
"Janji apa yang kau maksud, Jang pernah membuat ku khawatir Franz"ucap lelaki di panggilan tersebut dengan dingin.
"Hey.. sepertinya kau lupa aku ini orang seperti apa!.. ah,sisanya akan ku beritahu kan nanti, karena seperti nya aku sudah terlambat,hahah semoga hari mu menyenangkan Hyun."
🐾 Disisi lain🐾
Tut..
"Dia mematikan panggilan ku"ucap nya geram.
"Lihat saja apa yang bisa aku lakukan padanya.. dasar Franz sial*n" tambah nya.
🐾 Back To Anna🐾
"Bersiaplah,nona Anna akan segera datang"
peringatan untuk semua anggota Mafia Angel's Of Death,dari seorang pengawas Cctv.
-Wah,cepat bersiap,jangan sampai nona Anna melihat mu bermalas-malasan,jika iya, kau bisa habis.
-Tanpa kau beritahu pun, aku sudah tau, karena aku masih menyayangi kepalaku.
Riuh" di markas.
...
"Joo ka Joo..."
Teriaknya.
Entah apa yang ia pikirkan,tapi setelah turun dari mobilnya ia langsung berteriak memanggil-manggil nama Jordan. dan tidak menghiraukan para bawahannya yang berjejer rapih menyambut kedatangan nya.
Akhirnya yang di panggil-panggil pun menunjukkan batang hidungnya.
"Aahhh... sudah lama sekali rasanya aku tidak melihat wajah yang tampan namun berwibawa itu"batin Author.
"Kebiasaan lama mu ini sulit di hilangkan ternyata"ucap Jordan seraya berjalan menghampiri Anna.
Ana menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan,lalu berkata.
"Coba lihat,di jalan aku menemukan sebuah Kutu"ucap Anna seraya memperlihatkan Samuel.
Awalnya Jordan sedikit kebingungan, baru saja Anna mengatakan sebuah Kutu,dan betapa kagetnya ia melihat seekor Kutu yang dimaksud oleh Anna.
Sedangkan Leon tertawa terbahak-bahak,dan terlihat pula Anak buah mereka berusaha menahan tawanya.
"Kau ini. ada ada saja"ucap Jordan.
Lalu mereka pun saling berjaba tangan,dan berpelukan.
__ADS_1
Sam sendiri hanya mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum menanggapi ucapan dari adik kesayangannya ini.
Next....