
"Aku tidak punya banyak waktu"Jawab Ana dingin,dan tidak lupa dengan wajah datarnya.
Ia pun menghempaskan tangan Hyun dari tangannya,dan pergi meninggalkan ruangan tersebut begitu saja.
Hyun hanya bisa terdiam saja di tempatnya,sedangkan Han yang hendak masuk kedalam ruangan tersebut tidak jadi karena melihat Ana keluar tanpa ekspresi apapun.
Han sedikit kebingungan,apa yang terjadi,hingga ia memilih masuk kedalam,dan ia melihat Hyun yang berdiri tegak layaknya sebuah patung.
"Apa yang terjadi Tuan?..."ucap Han seraya membungkukkan badannya.
Hyun sempat terdiam sejenak,lalu dengan datar nya ia berkata"Aku mau kau mengikuti Ana dan selidiki apa yang terjadi padanya!..."ucap Hyun.
Dengan siap Han menjawab nya patuh
"Siap Tuan"ucapnya meninggalkan ruangan tersebut,dan menghubungi beberapa bawahannya,untuk menemaninya,karna memang semua kawasan atau tempat Klub malam tersebut terdapat anak buah dari Hyun sendiri untuk berjaga jaga,bila nanti ada serangan dadakan.
...
Ana yang berjalan mengikuti arahan yang di kirim ke dalam ponselnya,ia dengan tidak sabaran menelusuri tempat tersebut,hingga sampai lah ia di depan pintu besar berwarna hitam yang menjulang tinggi di hadapannya.
Dengan pasti karna sudah memastikan bahwa tempat ini adalah tempat di mana Eun-bi di sekap.
__ADS_1
Ana pun menendang pintu tersebut,hingga terbuka lebar,semua orang yang berada di dalamnya dengan terburu buru menyiapkan senjata api mereka dan menodongkannya pada Ana.
Ana yang tanpa menunjukkan ekspresi datanya,membuat semua orang yang berada di dalam sedikit keheranan,
Tatapan mata Ana tertuju pada Eun-bi yang masih menangis,dalam keadaan tidak berpakaian,
"Brengsek.."batin Ana dengan amarah yang sudah naik sampai ke ubun-ubun.
Ana memikirkan bagaimana perasaan nya,bagaimana pun juga harga diri nya sebagai seorang wanita sedang di pertaruhkan sekarang,ia yang dalam keadaan telanjang di sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sekitar belasan orang lelaki,
Ana tanpa rasa takut menerobos masuk dan menghampiri Eun-bi,ia tidak memperdulikan keselamatannya padahal semua sorang yang berada di ruangan tersebut sudah menodongkan senjatanya,dan bisa saja mereka menarik pelatuk pistol nya dan membunuh Ana dengan 1 tembakan.
Ana menghampiri Eun-bi,ia naik keranjang nya,Eun-bi nampak terlihat bahagia bercampur malu bertemu dengan Ana,
Tubuhnya yang gemetar hebat,dan air mata yang tidak pernah berhenti mengalir.
Ana membangunkan Eun-bi dan memeluknya erat,Eun-bi pun menangis sejadi jadinya,Ana berusaha menenangkan Eun-bi dengan mengusap suray pirang nan bergelombang milik Eun-bi yang sudah tak beraturan.
"Tenang...Tidak perlu takut,ada aku di sini"ucap Ana yang tidak bisa menghilangkan suara dingin nan datarnya.
"Hiks...A...Ana.."ucap Eun-bi yang terus menagis sesegukan.
__ADS_1
Ana pun membuka jaketnya dan memasangkannya pada tubuh Eun -bi.
Ana benar-benar di buat lupa dengan kehadiran para semut yang masih dengan sigap membidik nya setiap sa'at.
"Nona...sebaiknya kau ikut dengan kami,jika kau mau nyawa mu dan temanmu selamat"ucap salah satu orang suruhan keluarga Jang.
Ana melepaskan pelukannya,dan berjalan mendekati mereka"Jika kalian menginginkan aku,maka lepasakan lah dia dahulu"ucap Ana.
"Nona Apa kau pikir kami ini bodoh!...Sebaiknya kau ikut dengan kami,jika tidak kalian akan mati bersama"
"Aku sudah pernah melihat berbagai musuh dan lawan yang berbagai masacam,tapi baru kali ini aku melihat orang se-angkuh kalian"ucap Ana yang memutar bola matanya malas.
Merasa geram,si petugas tersebut hendak memegang tangan Ana dan berniat menyeretnya,namun.
Dor...
Satu suara tembakan menggelegar di sana,si petugas tersebut ambruk di tempatnya...
...
...Next...
__ADS_1