
"Ck sialan"
Baiklah lagi pula aku sedang butuh hiburan
Ana memperlihatkan seringaian di balik helmnya,lalu ia memutar arah dan memilih gang yg sempit dan minim dari pencahayaan.
Ia memberhentikan motornya,lalu ia turun dari motor tersebut dan bersandar ke dinding dengan melipat kedua tangannya,dan menunggu kedatangan gangster yg mengikutinya
Hingga sekitar 12 orang dengan sepeda motornya masuk kedalam gang tersebut,Ana pun tersenyum melihatnya,mereka pun turun dari motor nya masing-masing.
Hingga si sang ketua tertawa terbahak-bahak
"Hahahaha,nak apa kau tau,dengan dirimu yg berhenti di sini sangat memudahkan kami untuk menangkapmu"
tawanya dan ucapannya yg menggelegar bersama teman-temannya ternyata terdengar sampai ke seseorang yg tengah berada di salah satu rumah di sana.
Dan ia pun cukup penasaran hingga ia ingin pergi melihatnya,betapa terkejutnya ia melihat gadia itu lagi,hingga ia lebih memilih duduk dan memperhatika mereka dan ia juga ingin melihat apa yg akan di lakukan gadis tersebut,yg berhasil menarik perhatiannya
"Jangan mendekat paman,aa,,,,atau aku akan berteriak"ucap Ana dengan akting nya yg sangat meyakinkan,dengan mata yg berkaca-kaca,tubuh gemetar,hingga ia berjalan mundur dengan sangat pelan seperti ia tidak mampu menopang beban tubuhnya sendiri.
"Nak,tidak akan ada yg mendengarmu di sini,sekencang apapun kau berteriak,atau bahkan sampai suara mu habis pun tidak akan ada yg menolongmu"
__ADS_1
"A'apa salahku paman,aku,aku akan memberikan semua yg aku punya paman,kau kau mau uang,atau bahkan kau mau kendaraan ku itu,maka ambilah tapi biarkan aku pergi"
Kata-katanya yg sangat meyakinkan dengan suara yg gemetar dan bahkan ia sampai terduduk di tanah,dengan air mata yg bercucuran,
Dia benar-benar lebih cocok menjadi seorang aktris daripada seorang ketua mafia,dia benar-benar mendalami dan menghayati perannya sebagai gadis lemah di sini
"Hahah boleh juga,tapi biarkan kami menghabisimu dulu"
Sa'at sedang berbicara dan mengolok-olok Ana,Ana melihat bawahan nya,eh lebih tepatnya bawahan atau anggota elit mafia Black Blood berada di belakang para gengstr tersebut
Ana memberikan isyarat agar mereka mundur,karna ia benar-benar butuh hiburan sa'at ini,mereka pun menuruti apa yg Ana ucapkan,karna mereka juga tau,Ana bukan lah orang biasa
"Tapi....Jika kau mau menyerahkan dirimu pada ku,dan melayaniku dengan baik,maka aku akan meminta ayahku untuk mempertimbangkan nya"
Sedangkan dari lantai dua seseorang yg memperhatiak mereka dari tadi hanya tersenyum tipis,sangat tipis bahkan mungkin tak kasat mata
"Apa sebenarnya yg kau rencanakan gadis nakal"
Brengsek
"Ba'baiklah asalkan aku bisa,bisa jidupp"ucap Ana seraya berdiri dri aspal,dan sa'at itu pula ia mengambil senjatanya yg berada di sepatunya
__ADS_1
Semua orang pun tertawa,dan segera menyuruh si pemuda tersebut mendekati Ana,dengan tatapan yg mesumnya
Berbalik dengan Ana,di dalam hatinya ia tersenyum puas dan merbatin
mendekatlah pada ajalmu
Tinggal beberapa langkah lagi ia sampai pada Ana yg berdiri,Ana dengan gesit memutar tubuhnya dan
Dor!!....
Satu peluru berhasil menembus isi kepala si pemuda tersebut,hingga si pemuda itu pun tersungkur dan mati seketika
Semua orang yg di gang sempit tersebut kaget dengan apa yg barusaja terjadi
Sedangkan si pemuda yg berada di balkon lantai dua cukup terkejut juga lalu ia memperlihatkan seringainnya dan bergumam
sangat indah,benar-benar menakjubkan
Mff Bila Ada Teypo nya
Tinggalkan Jejak Ya Readers
__ADS_1
Karna Sangat Berharga Bagi Kami Para Author
NEXTTT......