Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 131


__ADS_3

"Ayo... " Ucap Hyun seraya memegangi tangan Anna.


Mereka berdua menaiki mobil dan menuju ke lokasi,di sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut masing-masing,Hening begitulah keadaan nya.


Tibanya di sana.


"Bagaimana?..."


"Semua beres,persis seperti yang telah di rencanakan." Ucap Frans.


Anna melihat arloji di tangannya,


"Nice.. sebentar lagi,ia akan menabrak pohon besar."ucap nya.


Dan benar saja,sebuah mobil sedan Corolla Altis berwarna silver melaju dengan cepat tak terkendali,karena faktor jalan yang menurun dan sedikit menikung,tentu saja dengan adanya campur tangan mereka.


Bruak....


Bruk..


Pyar...


Mobil tersebut menghantam pohon besar di pinggir jalan, terpelanting terbalik dengan kondisi hancur.


Persis seperti yang telah di ilustrasi kan oleh Anna.


Mereka menunggu beberapa saat, kemudian mengecek kondisi orang yang ada di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Bawahan Anna mengatakan dua orang yg duduk di bangku depan, sudah tidak bernyawa, sedangkan 3 orang lain nya yang duduk di bangku belakang tidak sadar kan diri, termasuk sang target.


"Bunuh kedua bawahan nya,lalu bawa target kemari, jangan lupa,ikat tangan dan kakinya."ucap Hyun mengeluarkan perintah nya.


'sebenarnya siapa yang ketua nya di sini?..' batin Anna.


"Mood ku jadi hancur!.."gumam Anna.


Hyun sempat melirik ke arah Anna,dan menyadari apa yang baru saja Anna gumam kan,ia hanya tersenyum tipis.


...


"Ugghh.. "


"Akhirnya kau bangun!."ucap Anna yang menyandarkan tubuhnya di batang pohon,dengan Hyun jin yang berada di sampingnya.


"Ugh.. tubuh ku sakit semua,."


"Apa kalian yang telah menolong saya?..."saya sangat berterima kasih." Ucap nya seraya hendak berdiri.


Namun pundak nya dicekal oleh Frans.


"Tunggu sebentar pak!."ucap nya, seraya memberikan kode pada Anna dan Hyun.


Hyun tampak memberikan tanda pada Anna, untuk segera mengeksekusi target.


Anna memutar bola matanya malas,seraya menghembuskan nafas berat "Heuh!...

__ADS_1


Anna berjalan menghampiri nya,lalu ia berjongkok dan berkata" Hey Pak!.. Dengar ya,kami datang kemari bukan untuk menyelamatkan mu."ucap Anna sembari mengeluarkan senjata andalannya.


"Ka-kalian, sebenarnya siapa?..."ucap nya panik,ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Frans.


"Le-lepas kan." Takutnya , ia meronta dan berlari pincang menjauhi mereka.


Frans hendak memegangi tangan nya,dan beberapa bawahan pun hendak mencegahnya untuk lari,namun Anna memberikan perintah untuk melepaskan nya.


"Nona ini?..."


"Tidak apa biarkan ia merasa keberhasilan untuk yang terakhir kalinya,lagi pula dengan berlari seperti itu membuat nya tidak bisa bertahan lama."ucap Anna seraya memasukan satu peluru kedalam pistol nya.


Cklek...


Ketika ia hendak membidik,tangan nya membeku di udara, karena di tahan oleh Frans.


Anna memelototi Frans seolah berkata "apa yang kau lakukan?.."


"Jika Anda melakukan tembakan di sini,suara letusan peluru sudah pasti menjadi perhatian warga sekitar,itu juga akan mengacaukan rencana yang anda buat,tolong jangan lupakan itu."ucap nya.


Namun Anna tetap memelototi Frans.


"Aku tidak sebodoh itu,dasar bodoh."ucap nya.


"Lepaskan tanganmu darinya."potong Hyun Jin mencengkeram kuat pergelangan tangan Frans.


Anna melepaskan tangan nya, seraya berkata"Lihat ini..." Ucap nya dan menarik pelatuk itu tanpa ragu.

__ADS_1


Dan ...


next....


__ADS_2