Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 40


__ADS_3

.....


"Ana ,,apa ini tidak terlalu mahal"ucap Eun Bi


"Tidak,"ucap Ana seraya memarkirkan motornya,dan mengisyarat kan Eun Bi agar segera naik ke motornya,


Eun Bi pun bergegass naik,tidak ada perbincangan diantara keduanya,hingga sampai Ana memberhentikan sepeda motornya.


"Terima kasih Ana"Uucap Eun Bi membungkukan badan nya setelah turun dari sepeda motor Ana,


Ana hanya menoleh dan segera menjalankan sepeda motornya,


tadinya ia hendak kembali ke rumah,namun ia berubah pikiran dan langsung mengubah rute jalan pulang ke tempat makan di pinggir jalan seperti biasanya.


Ana memakan ramyonnya dengan khidmat,tanpa nemperdulikan tatapan orang-orang.


....


RUMAH


Jordan,sa'at mendengar suara motor milik Ana ia bergegas berlari keluar rumah,ia melihat Ana yg baru turun dari motor dan melepaskan helmnya.


Sa'at Ana menuju ke dalam rumah,ia melihat Jordan yg sudah berdiri di depan pintu,Ana menatap Jordan dan seolah berkata.


"Apaa...?.."


Jordan menghembuskan nafas kasar,seraya berkata


"Heumm,mari masuk dulu"ucap Jordan


Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu,sebelum Jordan bicara pada Ana,ia terlebih dahulu mengisyaratkan agar pelayan membawakan minum untuk Ana


"Ada apa k Joo"tanya Ana


"Heuh,pihak sekolah menghubungi aku,mereka bilang kau membuat masalah besar,hingga melukai siswa lain"ucap Ka Jordan

__ADS_1


"Heuh,itu bukan masalah besar"ucap Ana santay


"Tapi Ana,pihak sekolah tidak bisa membantu kita?..."ucap Jordan


"Kita tidak butuh bantuan mereka"ucap Ana remeh.


"Mereka sudah memperingatkan aku,bahwa siswa-siwi yg berurusan dengan mu,cukup memiliki kekuasaan,dan pihak sekolah tidak bisa melawan mereka"tutur Jordan


..."Aku mengerti peraturan di sini,*siap**apun orang yg memiliki banyak uang maka dialah yg akan berkuasa*"...


ucap Ana seraya meminum jus yg telah di siapkan oleh pelayan.


"Seharusnya kau tidak melupakan siapa kita,dan aku yakin kau tau,apa yg harus kau lakukan ka Joo"ucap Ana seraya berdiri dari duduk nya,dan meninggalkan Jordan


Jordan terdiam di tempattnya


"Apa yg Ana ucapkan benar,,mereka tidak lain hanyalah sekelompok semutt,bagaimana aku bisa melupakan siapa identitas kami sebenarnya"gumam Jordan.


Sementara itu


Di gedung pencakar langit,tepatnya di sebuah ruangan rapat,


Samuel sedang mengadakan rapat dengan beberapa bawahannya,mengenai cabang baru perusahaan miliknya,sedangkan max sedang berada di lokasi untuk anak cabang perusahaan,untuk melhat dan mengontol di sana,semua orang sedang serius membahas hal tersebut


namun ketukan pintu membuyarkan konsentrasi mereka


-Siapa yg berani beraninya mengganggu di sa'at-sa'at seperti ini.


-Tidak ada yg berani mengganggu kita ketika sedang rapat,siapa orang yg cukup berani ini.


-Tuan Sam tidak suka jika ada yg mengganggu rapat yg tengah berlangsung.


-Ia benar-benar memiliki nyali besar


ucap mereka.

__ADS_1


"Masuk"ucap Sam dengan eajah suramnya,


hingga seorang pengawal pun masuk dengan percaya dirinya.


"Ada apa hingga kau berani mengganggu acara rapatku"ucap Sam dengan marah


"Maafkan aku tuan,aku hanya ingin menyampaikan informasi yg sangat penting"ucap pengawal tersebut.


"Aki ingin mendengar berita apa yg sangat penting tersebut,hingga kau berani mengganggu ku,tapi jika berita itu tidak cukup membuatku puas,maka bersiaplah untuk kehilangan kepalmu"Ucap Sam


"Saya benar-benar tidak bernai tuan"ucap pelayan tersebut,lalu ia membisikan sesuatu di telinga Sam,hingga sa'at mendengar hal tersebut Sam sampai berdiri dari duduk nya dan berteriak marah


"Apaaaa!!....."teriaknya seraya memukul meja keras,


Hingga semua orang yg ada di sana pun sampai terlonjak kagett


"Rapat berhenti disini"ucap Sam seraya meninggalkan ruangan,dan menuju ke ruangan pribadinya.


Sam pun membanting pintu ruangannya dengan kasar.


Brak..


"Berani sekali mereka mengganggu adik ku,apa mereka tidak tau siapa aku,,ah sialan"ucap Sam seraya mondar-mandiri di ruangannya


"Lalu bagaimana sekarang keadaan Ana?..."tanya Sam seraya menggenggam kuat tangannya dan merekatkan giginya ,pada pengawal tadi yg setia mengikuti tuannya.


"Aku mohohn tuan,tenangkan dirimu,nona Ana tidak apa-apa,dia malah tidak mempermasalahkan hal ini,ia terlihat tenang dan tidak perduli"ucap pengawal tersebut takut-takut.


"Ana memang tidak perduli,tapi aku benar-benar perduli,tidak ada yg boleh mengusik adik ku"ucap Sam dengan tatapan mematikan.


Jangan Lupa Vote Authorr Ya,Yg Ikhlas Ajh


😂😂Insyaallah Author Akan Sering Updet


OK NEXTTT......

__ADS_1


__ADS_2