
Anna berdiri dari tempatnya, iya berbalik seraya berkata" maaf telah membuatmu kecewa, tapi ya, inilah keahlian ku, membunuh mereka secara langsung dengan tanganku sendiri"
" tidak seperti beberapa orang kebanyakan, yang hanya menghabisi targetnya dari jarak jauh"tambahnya dengan nada yang mengejek.
Si lelaki tersebut, membelalakkan matanya.
' bagaimana iya bisa tahu semuanya'
"Ouh iya.. satu lagi,kenapa kau selalu menggangguku"ucap Anna seraya berjalan mendekati pria tersebut seraya mengusap malam tangannya dengan kain yang sudah dipenuhi darah, dengan aura hitam yang mengelilingi di sekitarnya.
membuatnya benar-benar nampak sangat sangat menyeramkan, dan si pria tersebut pun berjalan mundur ke belakang, dengan sedikit demi sedikit.
"Heyy... apa yang ingin kau lakukan"ucapnya panik.
Ana menyeringai, melihat dengan tatapan penuh mencurigakan.
" kenapa?.. bukan kah kau rela menunggu ku, untuk ini!.."
Anna berjalan semakin mendekat pada si pria tersebut.
"Me.. menjauh lah.. singkirkan kain penuh darah menjijikkan itu"ucap si pria tersebut seraya menunjuk nunjuk kain yang tengah Anna pegang.
Anna memiringkan kepalanya,lalu ia tersenyum maniiss.
Yang malah membuat si pria tersebut, bergidik ngeri.
" ok. ok. bisakah kita bicarakan ini dengan baik baik,uuhh.. ayolah bagaimana jika kita meminum segelas vodka,aku aku akan membayar semuanya"
" aku tahu kau bukan orang yang akan menyerang lawan mu dengan memanfaatkan kelemahan nya ,jadi mari kita bicarakan baik baik"
"Apa yang aku dapatkan jika aku melepaskan mu?.."
ucap Ana dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Apa pun yang kau inginkan, semuanya akan kuberikan"
"Memangnya apa yang bisa kau berikan pada ku"ucap Anna lagi.
"Sudah lah, sebaiknya kita pergi dari tempat ini"ucap si lelaki tersebut.
Anna mengangkat kedua bahunya saraya berkata"Baik lah..."
pria tersebut pun berjalan dahulu Anna,Anna pun mengikutinya dari belakang.
tapi tiba-tiba, si pria tersebut berhenti berjalan, dan berbalik ke belakang melihat Anna.
" apa kau akan membiarkan mayat mereka begitu saja"ucap nya.
"Tidak udah di perduli kan"ucap Anna.
Dan berjalan mendahului si pemuda tersebut.
dan karena takut ketinggalan, pemuda tersebut segera bergegas menyusul langkah kaki Anna.
__ADS_1
....
Saat ini,mereka sudah berada di meja bartender yang tadi," silahkan duduk" ucapnya.
" nona apakah anda tidak apa-apa?..." tanya si pelayan bartender.
" seperti yang kau lihat, aku tidak apa-apa, dan aku sudah sangat sangat bersenang-senang, kau tahu, mereka berdua benar-benar sangat memuaskan"
ucap Anna dengan wajah yang benar-benar menunjukkan kepuasan, dan dengan mata yang penuh banyak arti.
Anna berdiri dari duduknya, dan mendekatkan wajahnya pada wajah si pelayan bartender, yang jaraknya hanya terhalang meja.
dengan berbisik ya berkata" bisakah kau siapkan ruangan kosong yang cocok untuk membahas masalah pribadi"
sementara si pelayan bartender tadi, terdiam kaku di tempatnya, ia sama sekali tidak berani bergerak satu inci pun, dengan suara pelan yang berkata" a.. akan saya siapkan nona." ucapnya yang langsung pergi secepat kilat di tempatnya berdiri.
sementara pemuda yang bersama dengannya, hanya melihat dengan penuh kebingungan, sebenarnya apa yang dibicarakan wanita ini. begitulah pikirnya.
Sementara Anna tersenyum tipis.
" sebenarnya apa yang kau katakan kepada orang polos itu sampai-sampai iya berlari ketakutan" ucap si pemuda tersebut kepada Anna.
"Itu bukan urusan mu"ucap Anna datar.
"nona... "
ucap si pelayan bartender tersebut, saya memberikan kode kepada Anna.
Beberapa menit kemudian...
" silahkan masuk.."
Anna pun masuk, dan diikuti oleh pemuda tadi.
" oh iya, bisakah kau bawakan satu botol vodka kemari"ucap Anna. si pelayan tersebut pun mengangguk kan kepalanya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Anna kembali ke dirinya yang sebenarnya, berwajah datar,dan ucapan nya yang dingin.
"Bagaimana kau bisa menjadi seorang pembunuh,jika melihat darah banyak sedikit saja membuat mu kewalahan"ucap Anna datar.
Sementara si pemuda tersebut,hanya terbengong.
'Apa ini?.. apakah ia orang yang sama yang bersama ku tadi, jangan-jangan ia memiliki kepribadian ganda'
itulah kira-kira yang berada di dalam isi otak nya.
"Itu bukan masalah, buktinya sekarang ini aku adalah seorang pembunuh bayaran handal"ucap nya yang terlihat serius.
"Apa hebatnya,kau hanya meracuni mereka"ucap Anna dingin.
"Hey... kau jangan meremehkan racun milik ku, racun yang aku gunakan, adalah hasil dari buatan tangan ku sendiri,dan itu sangat mematikan, tidak ada yg tau tentang penawarnya bahkan di seluruh dunia selain aku sendiri"ucap nya.
Anna terlihat biasa,tidak ada reaksi yang di perlihatkan di wajahnya, maupun pada tingkah nya.
__ADS_1
"Apa kau tidak terkejut sama sekali!.."ucap si pemuda tersebut tidak percaya.
"Untuk apa!.."
ucapnya seolah olah barusan ia tidak mendengar apa apa.
Si lelaki tersebut tidak bisa berkata-kata,Apa ini, pekerjaan nya yang selama ini ia bangga-banggakan malah tidak berarti apa-apa bagi orang yg tengah duduk di depan nya.
"Sekarang, jawab lah pertanyaan ku, aku tahu kau bukan berasal dari negara ini, jadi dari negara mana kau berasal."
Si lelaki tersebut, diam menatap malas Anna yg tengah duduk di depan nya tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari nya.
1 menit
2 menit
3 menit...
Tak...
Ana menancap kan belati yang ia gunakan untuk memutilasi korban nya di meja.
"Jangan kau pikir,aku tidak bisa melakukan apa apa pada mu di tempat ini"ucap Anna menatap tajam.
"Kau lihat ini,bahkan bau anyir darah segar,masih melekat di belati ini,jadi jangan coba-coba untuk menguji kesabaran ku"
" baiklah baiklah,kau menang,karna saat ini aku tidak memiliki apapun untuk melawan mu"
"Aku datang dari Singapura, bukankah tidak aneh tuk seorang pembunuh bayaran berkeliaran di negara orang lain"
ucapnya.
Sementara Anna hanya mengangkat sebelah alisnya. seolah bukan itu yang ingin ia ketahui.
Si lelaki tersebut mengembuskan nafas kasar.
'Wanita ini memang sulit di tipu'
"baiklah jika itu yang kau ingin kan.."
Beberapa jam kemudian...
"Ini.. datanglah ke tempat ku besok malam"ucap Anna seraya menyodorkan sebuah card yg berisikan sebuah alamat.
Lalu ia berdiri dari duduknya,seraya berjalan keluar"Jangan coba -coba untuk menghindar dari ku,jika kau berani,maka aku akan membuat mu tidak bisa keluar dari Indonesia dan seluruh anak buah ku akan menangkap mu"ucap Anna yg hilang di balik pintu.
"Apa....."
'seluruh anak buah katanya,memangnya apa latar belakang wanita menjengkelkan ini'
"Aku juga heran,kenapa di hadapan nya aku tidak bisa berkutik sama sekali, entah ilmu apa yang ia miliki..."
Next...
__ADS_1