
Gadis manis dan baik hati itu bernama Sisi. Tumbuh menjadi gadis yang mandiri sejak usia 10 tahun, kedua orang tua nya meninggal kecelakaan dalam perjalanan wisata religi mereka. Sejak kepergian kedua orang tua nya, Sisi di temani oleh kakak ayah nya dengan dua orang anaknya yang tinggal bersama Sisi di rumah peninggalan orang tua nya.
Ini adalah hari pertama Sisi menjadi siswi Sekolah Menengah Atas. Sisi anak yang cerdas dan selalu mengukir prestasi membanggakan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, oleh karena itu Sisi selalu mendapatkan beasiswa di bidang pendidikan. Lulus dari SMP dengan nilai yang memuaskan membuat Sisi bisa masuk di SMA unggulan, sekolah yang sudah dia idamkan sejak masih duduk di bangku SMP. Saat di SMP pun Sisi juga berhasil masuk di SMP unggulan.
Tepat pukul 06.00 Sisi sudah memasuki gerbang sekolah baru nya. Dia merasa sangat gugup sekaligus terharu karena bisa di terima di sekolah yang dia inginkan. Ini hari pertamanya, Sisi tidak ingin terlambat sehingga jadilah pukul 06.00 pagi dia sudah tiba di sekolah baru nya. Karena belum tau kelas nya berada dimana, Sisi memutuskan untuk menunggu di kantin terlebih dahulu.
Sepagi itu kantin masih terbilang sepi, Sisi mengedarkan pandangan ke seluruh kantin dan akhirnya memutuskan memilih duduk di kursi yang ada di pojok kantin. Dia memasang headphone dan mengeluarkan ipod nya lalu memutar playlist yang berisikan lagu lagu favoritnya. Sambil menunggu, Sisi mengeluarkan sebuah novel yang belum selesai dia baca, Sisi memang hobi membaca, mendengarkan musik dan menonton. Tidak pernah punya hobi bermain dan belanja di Mall seperti anak anak remaja pada umunya.
Setengah jam berlalu, tiba tiba seorang remaja sebaya dengan Sisi duduk di hadapan nya. Gadis berkacamata itu menyapa Sisi , " hai apa aku boleh ikut duduk dengan mu di meja ini ?"
"karena meja lain sudah terisi", gadis itu menyapa Sisi.
Merasa ada yang duduk dan bicara di hadapan nya, Sisi mendongak dan memberikan senyum sambil menjawab, "silahkan saja kebetulan kursinya masih ada yang kosong".
__ADS_1
"Renata", gadis itu mengulurkan tangan nya pada Sisi, dan Sisi menyambut nya sambil membalas menyebutkan namanya, "Sisi".
Tanpa Sisi sadari sejak dia pertama kali duduk sendirian, ada sepasang mata yang terus mengamati nya dari lantai atas Musholla sekolah yang langsung berhadapan dengan kantin tempat posisi Sisi duduk.
Sisi senang berkenalan dengan Renata dan yang lebih menyenangkan lagi ternyata mereka satu kelas. Renata mengajak Sisi duduk bersebelahan dengan nya.
Seminggu sudah Sisi berada di sekolah baru nya. Hubungan nya dengan Renata semakin akrab. Renata anak perempuan satu satu nya karena kedua adiknya laki laki, dia senang bisa berteman dengan Sisi karena Sisi gadis yang ramah, baik, cerdas dan sangat mandiri.
"Sisi, apa pekerjaan ayahmu ?" Renata membuka obrolan saat mereka sedang makan siang di kantin.
"Oh maaf ya aku ga tau", ucap Renata dengan rasa penyesalan karen sudah memberikan pertanyaan yang membuat Sisi sedih.
"Ga apa apa kok santai saja", jawab Sisi dengan senyum nya yang selalu tulus pada siapa pun.
__ADS_1
Renata sekarang semakin kagum pada Sisi karena ternyata dia gadis yang mandiri sejak kepergian kedua orang tua nya, dan terlebih lagi Sisi juga anak tunggal.
☆
☆
☆
☆
☆
^^readers, mohon bantu like dan vote nya ya untuk author pemula ini dengan karya pertama nya yang masih banyak kekurangan nya tapi selalu berusaha memperbaiki^^
__ADS_1
terima kasih banyak sebelumnya untuk para readers yang baik hati 😚😚😚