
Sisi masih memeriksa hasil pekerjaan murid les privat nya. Jarum jam menunjukkan pukul 15.00, HP nya yang terletak diatas meja bergetar. Ada chat masuk dari Satria.
Satria
Nanti sore jadi kan kita nonton ?
Sisi
jam berapa ?
Satria
aku jemput jam 4 di kost an
Sisi
Aku bareng Rena aja
Satria
Rena mau jemput Rama di sekolah nya, Rama ada acara di sekolah
Sisi
tapi aku juga lagi di luar, gimana kalau kita ketemuan langsung aja di tempat ?
Satria
aku jemput aja, kamu lagi dimana ?
Sisi
di tempat ngajar
Satria
kirim aja alamatnya
Sisi
aku jadi merepotkan kamu
Satria
ga sama sekali
Selesai mengirim alamat tempat nya mengajar pada Satria, Sisi melanjutkan pekerjaan nya.
Pukul 15.30 tugas mengajar nya hari ini selesai. Sisi berpamitan kepada orang tua murid nya lalu menunggu Satria di depan gerbang rumah itu.
Setelah lima menit Sisi menunggu, akhirnya mobil Satria muncul di depan Sisi. Pintu mobil dibuka dan Sisi langsung duduk di samping Satria.
"Maaf aku terlambat", Satria memulai percakapan.
"Ga apa apa, aku juga baru selesai"..jawab Sisi.
"Kamu udah lama ngajar di sini ?" tanya Satria
"Baru dua bulan", jawab Sisi.
Satria banyak bertanya tentang Sisi. Semakin dia mengetahui tentang Sisi, semakin dia jatuh hati pada Sisi. Dia sangat mengagumi Sisi yang mandiri, Sisi yang baik hati , sederhana dan apa ada nya. Dan yang sangat membuat Satria kagum adalah Sisi ternyata sangat cerdas. Ada rasa bangga dalam hati Satria bisa mengenal Sisi secara dekat.
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, mereka sampai di tempat yang di tuju. Sebuah Mall yang cukup besar di ibukota.
Renata dan Rama sudah lebih dulu tiba, mereka sudah membeli tiket nonton untuk 4 orang.
"Kita langsung ke atas ya, Rena dan Rama sudah diatas", ajak Satria.
"Iya", Sisi menjawab sambil mengangguk dan tersenyum ke arah Satria.
__ADS_1
Saat berada di lantai 3 dan ingin menuju eskalator ke lantai 4, lantai dimana bioskop berada, Satria melihat ada studio foto mini.
"Kita coba foto itu yuk kayaknya lucu deh Si", ajak Satria.
"Ber empat aja sama Rena dan Rama, gimana ?" Sisi mengajukan syarat karena sebenarnya Sisi masih canggung jika hanya berdua dengan Satria.
"Aku mau nya cuma berdua aja sama Kamu", Satria tiba tiba sudah menarik tangan Sisi menuju masuk studio foto mini itu.
Sisi hanya bisa pasrah mengikuti Satria, dengan rasa gugup dan canggung nya tentu saja.
Mereka berfoto sampai 6 kali. Setelah melihat hasilnya, mereka berdua tertawa karena Satria memasang gaya yang lucu sehingga membuat Sisi tertawa.
"Manis banget", ucap Satria.
"Apa nya ?" tanya Sisi merespon ucapan Satria.
'Senyum kamu", jawab Satria dengan tatapan mata yang sangat dalam pada Sisi.
Kembali Sisi merasa jantung nya bermasalah setiap di tatap seperti itu oleh Satria.
"Kita keatas sekarang yuk, Rena pasti sudah kelamaan nunggu kita", ajak Sisi sambil segera berlalu meninggalkan Satria.
Dia tidak kuat jika harus berlama lama dengan Satria dengan kondisi seperti itu.
Satria mengikuti Sisi yang sudah naik eskalator menuju ke lantai 4. Dalam hati nya Satria bergumam, "apa Dia juga merasakan hal yang sama dengan ku setiap kali kita saling menatap satu sama lain", "Entahlah", batin Satria.
"Aku merasa Sisi masih menjaga jarak denganku", pikiran Satria.
Mereka ber empat menonton film bergenre horor, kebetulan film tersebut baru saja tayang di bioskop dua hari yang lalu.
Satria tahu kalau Sisi menyukai film horor, Satria mencari informasi tentang hal hal yang Sisi suka dari Renata.
Renata dulu nya sempat menyukai Satria tetapi karena Satria terlalu dingin dan hanya menganggap Rena sebagai adik saja , Rena memutuskan untuk berhenti menyukai Satria.
Sekarang dia mulai melabuhkan hati nya pada Rama yang sangat jelas sudah tertarik pada Renata sejak mereka kecil.
Renata mulai melihat seorang Rama sebagai laki laki, yang sebelumnya hanya dianggap sahabat tapi kini berbeda. Dia pun sudah mengikhlaskan jika Satria jatuh hati pada Sisi, sahabat yang dia sayang.
Renata berpesan pada Satria saat akhirnya Satria menceritakan perasaan nya terhadap Sisi kemarin.
"Aku tidak akan menyakiti Sisi, perasaan ku ke dia tulus". Satria meyakinkan Renata dan akhirnya Renata bersedia membantu Satria untuk lebih dekat dengan Sisi.
Sekitar dua jam mereka nonton dan film pun berakhir. Selama menonton Sisi sangat fokus pada jalan nya cerita, dia tidak menyadari kalau Satria selalu mencuri pandang pada nya. Sisi sangat menyukai film nya jadi dia tidak menghiraukan orang orang di sekelilingnya, hanya fokus pada film selama dua jam berlangsung.
Begitulah Sisi, selalu fokus pada hal hal yang dia suka dan inginkan.
Satria menyodorkan segelas minuman es coklat pada Sisi. Tangan nya menerima uluran Satria sambil mengucapkan terima kasih lalu menyedot minuman es coklat kesukaan nya itu. Tanpa Sisi sadari Satria mengabadikan pose Sisi saat minum dengan kamera HP nya.
Satria tersenyum melihat hasil jepretan nya dengan objek yang sangat manis itu, langsung saja dia jadikan sebagai wallpaper di HP nya foto Sisi dengan pose sambil menyedot es coklat.
"Kita makan dulu ya , udah laper banget nih", Renata merengek minta makan karena perutnya sudah berdendang kelaparan.
"Iya, kita makan di restoran Jepang aja", ajak Satria.
Tentu saja Satria sengaja mengajak makan di restoran Jepang karena berdasarkan info dari Renata bahwa Sisi sangat menyukai makanan Jepang terutama Sushi.
Sisi hanya mengikuti langkah kaki Satria dan yang lain tanpa berkomentar apa pun.
Renata dan Rama sudah berjalan lebih dulu jauh di depan, terpaksa Sisi berjalan beriringan dengan Satria.
Mereka melewati toko buku, dan Sisi menengok ke arah toko buku tersebut.
Satria menyadari dan membuka pembicaraan, "Apa ada buku yang ingin kamu beli ?" tanya Satria pada Sisi.
"Cuma mau lihat aja dulu, beli nya ga sekarang kok", jawab Sisi sambil tersenyum ke arah Satria.
"Ya udah yuk kita masuk", Satria menarik tangan Sisi untuk masuk ke toko buku itu.
Dia mengambil HP nya dan menekan tanda panggilan pada Renata.
__ADS_1
"Cari tempat dulu untuk ber empat dan langsung pesan aja, aku sama Sisi ke toko buku sebentar", instruksi Satria pada Renata lalu dia menyudahi panggilan nya.
'Sebenarnya nanti aja kita masuk ke sini habis makan juga ga apa apa", ucap Sisi yang merasa tidak enak hati.
"Ga apa apa kok, makanan nya juga ga langsung ada kan", jawab Satria tersenyum.
Sisi langsung menuju rak novel, dan ternyata buku yang dia ingin beli memang sudah terbit. Dia hanya membaca sinopsis novel itu sebentar lalu meletakkan kembali pada rak nya dan mengajak Satria keluar dari toko buku itu.
"Ga jadi beli ?" tanya Satria saat mereka sudah melanjutkan langkah menuju restoran.
"Nanti saja awal bulan, tunggu terima gaji dari les", jawab Sisi.
Satria semakin mengagumi Sisi. "Benar benar gadis yang mandiri", batin nya.
"Mulai sekarang aku yang akan belikan apapun yang kamu inginkan", ucap Satria dalam hati.
Satria dan Sisi sudah bergabung di meja yang sudah Rena dan Rama tempati. Makanan sudah datang dan mereka mulai makan sambil mengobrol hal hal yang ringan.
Membahas film yang baru saja mereka tonton juga termasuk dalam isi obrolan mereka.
Tiba tiba sepasang pria dan wanita yang sudah menginjak usia hampir 50 menyapa mereka.
"Ibu, Ayah"..Satria dan Rama berucap bersamaan dengan ekspresi kaget. Mereka tidak menduga akan bertemu orang tua nya.
"Om, Tante"..ucap Renata sambil berdiri dari duduknya dan mencium tangan kedua orang itu. Sisi ikut berdiri dari duduknya, hanya tersenyum sambil ikut mencium tangan kedua orang tua itu.
Mereka adalah orang tua Satria dan Rama.
"Ibu, Ayah..kenalkan ini Sisi", ucap Satria pada orang tua nya.
Ibu nya berbisik pada Satria, "apakah ini gadis itu?"
Satria menjawab dengan anggukan dan senyuman.
"Mari om dan tante gabung sama kita di sini", ajak Renata.
'Tidak usah, kalian lanjutkan saja makan nya, om dan tante juga baru saja selesai makan", jawab ayah Satria.
"Ibu tunggu kalian di rumah ya, ajak Sisi dan Rena juga karena Ibu tadi habis beli cake ini", ucap Ibu Satria pada anaknya sambil menunjukkan paper bag kue yang dia beli.
"Baik bu, Sisi pasti tidak keberatan jika mampir dulu ke rumah"..jawab Satria sambil melihat ke arah Sisi.
Sisi hanya tersenyum karena merasa tidak sopan jika menolak Ibu Satria.
"Kenapa kamu selalu tersenyum seperti itu, tidak kah kamu tau kalau aku sangat meleleh melihat senyum mu itu, rasa nya jiwa ku semua lumer melihat senyum itu", Satria membatin.
Tiba di rumah Satria, orang tua Satria sudah menunggu mereka di ruang keluarga.
Sudah tertata dengan rapi dan sangat menggoda berbagai makanan dan minumam manis serta menyegarkan disana.
Ovomaltine cheesecake, beberapa jenis buah buahan lengkap dengan bumbu rujak serta satu teko penuh minuman jus buah segar.
Mereka berkumpul di ruang keluarga, mengobrol hal hal yang menarik. Orang tua Satria juga bertanya tentang sekolah baru mereka yang sudah berjalan tiga bulan dan sebentar lagi mereka akan melaksanakan ujian tengah semester.
"Sering sering main kesini ya Sisi", ucap Ibu Satria pada Sisi saat dia pamit izin pulang.
"InsyaAllah Sisi usahakan bu", jawab Sisi sambil tersenyum.
"Sisi pamit, terima kasih jamuan nya", ucap Sisi sambil mencium tangan Ibu dan Ayah Satria.
☆
☆
☆
☆
☆
__ADS_1
^^readers yang baik hati, jangan lupa like dan vote nya supaya author yang masih sangat baru ini makin semangat untuk nulis^^
^^makasih readers^^😚😚