Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Menikah


__ADS_3

Empat hari sudah berlalu sejak pertemuan dua keluarga yang dilaksanakan secara mendadak. Kini tibalah hari pernikahan Satria dan Mila.


"Kamu dimana sayang, seharusnya ini menjadi hari bahagia kita", batin Satria mengingat Sisi.


Rasa sakit dalam hati nya selalu muncul ketika Satria mengingat Sisi. Satria tau bahwa Sisi pergi dengan terpaksa , semua karena Eyang. Satria tau pasti Sisi menanggung segala rasa sakit dan kehancuran sendirian dan kenyataan itu semakin membuat Satria hancur juga.


Dia memenuhi permintaan Sisi untuk menikahi Mila tapi Satria sudah bertekad hanya akan menikahi Mila tanpa benar benar memperlakukan Mila sebagai seorang istri. Satria ingin melakukan hal itu supaya Mila juga merasakan sakit yang Sisi rasakan.


"Jika Sisi tidak bisa menjadi istriku maka Mila pun tidak akan benar benar menjadi istri ku", ucap Satria dalam hati.


Rombongan keluarga Mila sudah lebih dulu sampai di tempat pernikahan nya akan berlangsung. Berselang setengah jam kemudian Satria dan keluarga nya juga sampai di tempat itu.


Sebuah hotel bintang lima yang terletak di pusat Ibu Kota sudah di pilih orang tua Satria sebagai tempat akad nikah dan resepsi akan berlangsung.


Semestinya hotel itu menjadi tempat pernikahan Satria dan Sisi tetapi kini berubah menjadi pernikahan Satria dan Mila.


Mila di dampingi oleh mama nya menuju ruangan acara proses akad nikah akan berlangsung. Hati Satria kembali terasa sakit saat melihat Mila mengenakan baju yang semestinya dikenakan oleh Sisi.


Dia mengalihkan pandangan nya ke tempat lain karena tidak ingin melihat Mila sedikitpun.


Eyang dan sahabat nya yaitu Nenek Mila terlihat bahagia karena apa yang mereka inginkan sebentar lagi akan tercapai.


Proses ijab qabul antara Satria dan Mila telah selesai. Sekarang Mila sah menjadi istri Satria secara agama dan hukum tapi tidak demikian bagi Satria. Dia tetap tidak bisa menerima Mila untuk benar benar menjadi istrinya secara utuh.


Mila menuju kamar yang sudah disiapkan di hotel untuk beristirahat. Keluarga yang lain juga menuju kamar masing masing. Masih ada waktu sekitar dua jam sebelum acara resepsi berlangsung. Mila merasa kepala nya sangat sakit. Pandangan mata nya agak gelap, hampir saja Mila jatuh jika dia tidak cepat berpegang pada tembok.


"Aku tidak boleh sakit jika tidak ingin semua terbongkar", batin Mila.


Satria memilih beristirahat di kamar Rama. Dia menghindari Mila. Rama yang mengerti kondisi Kaka nya membiarkan Satria istirahat di kamar nya.


Sementara itu di London..


Sisi sudah mulai dengan aktivitas nya bekerja di cabang perusahaan di London yang di pimpin oleh Jonathan. Pak Albert sengaja menempatkan Sisi sebagai serketaris Jonathan agar mereka lebih sering bersama.


Sisi berusaha untuk fokus pada pekerjaan nya agar bisa perlahan melupakan Satria.

__ADS_1


"Mestinya hari ini adalah hari bahagia ku dengan Satria", batin Sisi ketika mengingat tanggal pernikahan nya dengan Satria. Sebulir air mata berhasil lolos begitu saja tanpa bisa Sisi tahan.


Dari kejauhan Jonathan memperhatikan Sisi yang sedang duduk di meja kerja nya. Dia melihat Sisi menghapus air mata di pipi nya.


"Apa yang terjadi pada gadis itu", tanya Jonathan dalam hati.


Hotel bintang lima di pusat Ibu Kota..


Resepsi pernikahan Satria dan Mila segera berlangsung. Lagi lagi Mila memakai baju yang semestinya dipakai oleh Sisi. Satria sangat tidak menyukai hal itu.


Para tamu mulai berdatangan satu per satu untuk memberikan ucapan selamat pada Satria dan Mila. Senyum lebar selalu tersungging dari bibir Mila, berbeda dengan Satria yang hanya diam dengan tatapan dingin nya yang mematikan.


"Ya Tuhan aku tidak bahagia dengan semua ini, bahagia ku hanya Sisi..Aku mohon kembalikan dia", doa Satria dalam hati nya.


Hampir dua jam Satria berdiri menyalami tamu tamu yang mengucapkan selamat untuk dirinya dan Mila.


Satu per satu tamu pun sudah terlihat mulai meninggalkan hotel tempat acara berlangsung.


Kini hanya tinggal keluarga dari kedua belah pihak. Eyang mengajak semua keluarga menuju meja dan kursi yang sudah di siapkan untuk jamuan keluarga.


"Apa yang terjadi padanya, aneh sekali", batin Satria.


Ayah Satria segera menghubungi dokter keluarga mereka. Kurang dari dua puluh menit dokter pun datang. Para keluarga memberi jalan untuk dokter memeriksa kondisi Mila yang masih belum sadarkan diri.


Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan, dokter meminta Mila untuk dibawa ke rumah sakit karena ada hal yang ingin dia pastikan.


Segera Mila dibawa ke rumah sakit, semua ikut menyusul. Tiba di rumah sakit dokter tadi memanggil seorang rekan nya untuk memeriksa Mila.


Semua berkumpul di depan kamar tempat Mila diperiksa. Orang tua Mila serta Kakek dan Neneknya, Eyang serta kedua orang Satria lalu Satria dan Rama. Semua sibuk dengan pikiran masing masing menunggu hasil pemeriksaan dokter.


Tidak lama dokter keluar membawa hasil pemeriksaan Mila.


"Siapa di sini yang berstatus suami Nyonya Mila ? " , tanya dokter.


"Yang ini dokter", jawab Eyang menunjuk ke arah Satria.

__ADS_1


"Selamat ya Tuan, sebentar lagi Tuan dan Nyonya Mila akan menjadi orang tua. Nyonya Mila sudah mengandung 12 minggu", jelas dokter kepada Satria dan semua keluarga yang disana.


Semua yang mendengar merasa terkejut tanpa terkecuali Satria. Dia menatap tajam pada Eyang. Satria benar benar kecewa pada Eyang , dia merasa di jebak.


Namun Eyang pun sama hal nya dengan Satria merasa kecewa , marah dan tertipu oleh Mila.


"Jadi cucumu ingin menipu keluarga ku hah ? " , Eyang berteriak emosi pada Nenek Mila.


"Aku tidak menyangka anak kalian serendah itu", lanjut Eyang berkata dengan nada tinggi pada kedua orang tua Mila.


Ayah dan Ibu Satria berusaha menenangkan Eyang. Semua yang ada disana juga sama terkejutnya tanpa terkecuali keluarga Mila. Mereka juga tidak mengetahui perihal kehamilan Mila.


"Saat ini juga ku jatuhkan talak tiga terhadap Mila dan aku tidak mau ada urusan apapun lagi dengan nya, berkas perceraian akan segera aku urus", Satria berkata dengan dingin pada semua orang disana.


"Dan semoga Eyang sudah merasa puas karena telah menghancurkan masa depan ku", Satria menatap tajam pada Eyang dan segera berlalu pergi dari rumah sakit.


"Terima kasih Tuhan telah Engkau tunjukkan sebuah kebenaran tepat pada waktu nya", batin Satria sambil berjalan menuju mobil nya.


"Mulai detik ini kita tidak saling kenal lagi dan semua kerja sama bisnis kita segera akan aku putus", Eyang berkata tegas pada keluarga Mila.


Eyang segera meninggalkan rumah sakit segera tanpa memberi kesempatan bagi keluarga Mila untuk menjelaskan segala nya yang mereka juga tidak mengetahui sebelum nya.


Kedua orang tua Satria dan Rama segera menyusul Eyang.


"Benar benar memalukan", ucap Eyang kesal dan sangat kecewa.






__ADS_1


^^mohon bantu untuk like vote dan komen nya..terima kasih readers^^🥰🥰🥰🥰


__ADS_2