Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Menjadi Ayah


__ADS_3

Sudah hampir satu tahun Sisi pergi. Hati Satria semakin membeku seperti gunung es. Hidup nya hanya untuk bekerja dan mencari Sisi. Kedua orang tua nya pun semakin mengkhawatirkan kondisi anak nya. Namun mereka tidak tau harus berbuat apa. Karena hanya Sisi lah yang mampu mencairkan kembali gunung es tersebut.


Suatu malam..


Satria lembur sampai larut seperti biasa. Meskipun pekerjaan nya bisa ditunda besok tapi Satria sengaja memilih menuntaskan sampai larut malam karena jika berdiam diri di rumah Satria akan selalu teringat Sisi meskipun sebenarnya sampai detik ini Sisi masih menguasai seluruh pikiran dan hati nya.


"Aku rindu kamu, Sisi sayang", batin Satria lirih.


Jarum jam di tangan kiri Satria menunjuk kan pukul sepuluh malam. Dia merapikan barang barang nya dan segera menuju parkiran.


Satria mendengar sayup sayup suara tangis bayi ketika dia hendak masuk ke dalam mobilnya. Dia mencari sumber suara untuk memastikan yang dia dengar adalah benar suara tangisan bayi.


Berjarak sekitar dua ratus meter dari mobil Satria , dia melihat seorang bayi tergeletak di pinggir di bawah pohon. Hanya di bungkus selimut berwarna biru. Satria segera menghampiri bayi tersebut lalu mengangkat nya.


Tidak ada seseorang yang tampak di sekitar parkiran mobil tersebut. Satria membawa bayi tersebut ke pos security kantor nya. Dua orang security yang sedang berjaga menghampiri Satria ketika melihat Satria menggendong seorang bayi.


"Malam Mas Satria, itu anak siapa yang dibawa ? " , tanya salah seorang security yang berbadan gemuk.


"Malam Pak..ini tadi saya temukan tidak jauh dari mobil saya, dan ga tau siapa yang meninggalkan anak ini disana", jelas Satria.


"Waduh kok kita ga lihat orang masuk ya padahal sejak tadi kita di sini", ucap security yang berkulit hitam.


Bayi yang tadi menangis sudah berhenti sejak Satria menggendong nya.


"Terus bagaimana ini baik nya ya Mas Satria ? " , tanya security berbadan gemuk tadi.


Satria sejenak berpikir. Entah mengapa dia merasa tidak tega jika harus meninggalkan bayi tersebut. Terlebih sekarang si bayi sudah tertidur pulas dalam gendongan Satria.


"Begini saja Pak, biar saya bawa pulang dulu kasian, nanti bapak bapak coba tolong bantu cek cctv siapa tau kita bisa mendapat petunjuk atau barangkali nanti ada yang mencari bayi ini bisa hubungi saya", Satria meninggalkan kartu namanya pada security dan segera pulang membawa bayi tersebut.


Dia meletakkan bayi yang sudah tertidur itu di kursi belakang. Segera dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya.


Sampai di rumah, Satria membawa bayi itu masuk. Dia mengetuk pintu kamar Ibu nya. Ayah dan Ibu nya yang kebetulan belum tidur, langsung keluar dari kamar ketika mendengar pintu di ketuk dan mendengar suara anak nya memanggil.

__ADS_1


"Ya Tuhan anak siapa itu yang kamu bawa Nak ? " , tanya Ibu panik.


Ibu nya berpikir terlalu jauh. Takut kalau Satria berbuat kesalahan pada seorang wanita karena merasa frustasi di tinggal Sisi.


"Aku menemukan nya di parkiran kantor Bu, tidak tau siapa yang meninggalkan disana. Security sedang membantu mencari tau tentang bayi ini. Aku ga tega ninggalin bayi nya di kantor jadi aku bawa pulang dulu sampai menemukan informasi orang tua nya", jelas Satria.


Ibu merasa lega karena anak nya tidak melakukan hal yang dia takutkan. Ibu mengambil alih untuk menggendong bayi tersebut.


"Apa tidak ada susunya dan perlengkapan lain nya ? " , tanya Ibu.


"Ga ada Bu", jawab Satria.


"Kasian sekali nanti kalau haus pasti dia akan terbangun, dia butuh susu dan keperluan lain", ucap Ibu.


"Kita ke supermarket 24 jam Bu untuk beli semua perlengkapan nya biar Ayah antar", ucap Ayah.


Ibu menyerahkan kembali bayi itu pada Satria dan bersiap untuk pergi ke supermarket 24 jam bersama Ayah.


Satria membawa bayi itu ke kamar nya. Dia menidurkan diatas kasurnya. Cukup lama dia memandangi bayi tak berdosa yang sedang tertidur pulas itu.


Bayi laki laki tampan itu mencuri perhatian Satria sejak bayi itu langsung berhenti menangis ketika Satria menggendong nya dan langsung tertidur pulas dalam gendongan Satria.


"Apa maksud dari semua ini Tuhan", Satria berkata lirih.


Kurang dari satu jam, Ibu dan Ayah sudah kembali dengan membawa semua perlengkapan kebutuhan sang bayi. Mulai dari susu berserta dot nya, diapers, baju baju, perlengkapan mandi dan kebutuhan lain sepertk minyak wangi , minyak rambut dan bedak.


Satria membaca petunjuk membuat susu. Lalu dia ke dapur mengambil satu termos air panas dan satu botol air suhu normal untuk nanti membuat susu jika si bayi bangun.


"Ibu dan Ayah lanjut aja istirahat, biar aku yang urus bayi ini", ucap Satria.


"Kalau perlu bantuan telepon aja Ibu ya Nak".


Ayah dan Ibu kembali ke kamar nya. Satria membersihkan diri lalu melakukan shalat malam. Setelah nya dia mencoba memejamkan mata di samping si bayi.

__ADS_1


Satu bulan berlalu..


Informasi mengenai orang tua sang bayi belum juga di dapat. CCTV di kantor Satria tidak dapat memberikan petunjuk siapa yang meninggalkan bayi itu disana. Orang tersebut memakai jubah yang menenggelamkan seluruh badan nya dan posisi nya membelakangi kamera sehingga wajah nya tidak terlihat.


Merasa kasian pada nasib sang bayi, akhirnya Satria memutuskan untuk mengadopsi bayi laki laki tersebut. Keluarga nya tidak merasa keberatan atas hal yang ingin dilakukan Satria terhadap bayi itu termasuk Eyang yang juga mendukung.


Hubungan Satria dan Eyang sudah mulai membaik. Satria sudah mulai bisa memaafkan Eyang meski pun belum sepenuhnya.


Segala urusan administrasi mengenai kepemilikan terhadap bayi itu sudah di urus Satria, dengan bantuan Arya. Sekarang anak itu sah dimata hukum sebagai anak Satria. Meskipun secara biologis Satria bukan lah orang tua anak itu tetapi dia sudah berjanji akan merawat dan membesarkan seperti anak kandung nya.


"Al Farizzi Pratama", Nama anak itu, Ayah nya yang memberikan nama dan Satria menyetujuinya.


"Aku akan memanggil nya dengan "Farizz" , ucap Satria.


"Hmmm..sepertinya Farizz butuh sosok seorang Ibu", goda Arya.


"Aku akan menjadi Ayah sekaligus Ibu bagi Farizz kecuali kalau Sisi kembali baru aku akan menikah dengan nya", jawab Satria tegas.


"Bagaimana jika Sisi kembali dengan status sudah menjadi istri orang lain", Arya kembali menggoda Satria.


"Itu tidak akan terjadi , aku sangat mengenal Sisiku", jawab Satria percaya diri.


Bayangan ketika dia dan Sisi saling berciuman sebelum Sisi meninggalkan nya kembali muncul dalam pikiran Satria. Kini Satria menyadari mengapa Sisi membiarkan Satria melakukan hal itu, semua itu karena Sisi ingin meninggalkan kenangan termanis bagi mereka berdua.


"Ya Tuhan kembalikan Sisi , aku tidak bisa jika tanpa dia", doa yang sama selalu Satria ucapkan tanpa pernah lelah dan bosan.





__ADS_1



^^jangan lupa like vote dan komen ya readers..makasih sebelumnya^^🥰🥰🥰


__ADS_2