Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Sisi sudah bersiap untuk berangkat ke kantor ketika ponsel nya tiba tiba bergetar. Ternyata Ibu Satria yang menelpon nya.


Sisi menjawab telepon dengan diawali mengucapkan salam pada calon mama mertua nya itu.


"Sisi sayang jangan lupa sore ini ada janji fitting baju akad ya nak", ucap Ibu di sambungan telepon.


"Ohh iya baik Bu , nanti pulang kerja Sisi langsung ke butik", jawab Sisi.


"Tapi Satria baru pulang lusa kan Bu, gimana ? ".


"Ga apa apa hari ini Sisi aja dulu nanti Satria menyusul setelah dia kembali dari luar kota", jawab Ibu.


Setelah berbincang beberapa menit dengan Ibu , Sisi segera berangkat ke kantor. Dia berdoa semoga jalanan tidak macet pagi ini karena Sisi harus ikut meeting pagi ini dengan Pak Albert dan tim proyek yang sedang dia tangani.


Di perjalanan menuju kantor Sisi memikirkan pernikahan nya yang tidak akan lama lagi. Semakin hari nya dekat semakin Sisi merasa gugup. Dia tidak menyangka di usia nya yang masih cukup muda sudah akan segera menjadi seorang istri, itu artinya kewajiban serta tugas Sisi akan bertambah.


Sisi beruntung ada Ibu Satria yang bersedia membantu mengurus semua persiapan pernikahan nya dengan Satria jadi Sisi hanya perlu menyiapkan diri dan mengikuti semua arahan Ibu dan wedding organizer.


Dia juga memikirkan tentang beasiswa ke London yang belum sempat dia bicarakan dengan Satria. Sama sama di sibukkan dengan pekerjaan masing masing membuat Sisi sulit bicara sesuatu yang penting dengan Satria.


Tanpa Sisi sadari ternyata dia sudah sampai di depan kantor nya. Segera dia mencari tempat parkir mobil lalu bergegas menuju ruang meeting karena sebentar lagi meeting akan segera di mulai.


Sisi seorang yang mencintai pekerjaan nya. Dia akan sangat fokus dan mengerahkan segala kemampuan terbaik nya. Sisi selalu berusaha sempurna di setiap pekerjaan yang dia lakukan.


Meeting selesai ketika jam makan siang hampir tiba. Sisi hendak keluar mencari makan, tiba tiba Renata menelpon nya dan mengajak makan di sebuah cafe di sebrang kantor Sisi.


Sisi segera menuju cafe di sebrang kantor nya. Renata sudah memesan makanan untuk dirinya dan Sisi. Sisi menghampiri meja yang sudah di pesan Renata.


"Nanti sore aku ada jadwal fitting baju akad, bisa temenin ? " tanya Sisi ketika sudah duduk di hadapan Renata.


"Iya nanti aku temenin", jawab Rena.


"Makasih Renaku sayang", Sisi mencubit pipi Renata gemas.


"Jika nanti sudah menikah, apa kamu masih punya waktu untuk ku walau sedikit ? " tanya Rena tiba tiba.


"Tentu aja masih Rena sayang, kapan pun kamu butuh aku bilang aja. Aku masih akan selalu ada buat kamu", Sisi tersenyum meyakinkan Renata.


Makanan yang dipesan akhirnya datang. Mereka makan dengan lahap. Tadi pagi Sisi tidak sempat sarapan begitu pun Renata yang tidak sempat sarapan pagi ini karena harus menemui dosen nya pagi pagi sekali.


Ponsel Sisi bergetar di dalam tas nya. Dia mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas. Pesan masuk dari Satria.


Satria,


lagi apa calon istriku sayang ?


Sisi segera menjawab pesan tersebut dan menghentikan makan nya sejenak.


Sisi,


lagi makan siang sama Rena. Kamu udah makan ?


Satria,


baru selesai makan. Lusa aku pulang.

__ADS_1


Sisi,


iya sayang, aku tunggu.


hari ini aku ada jadwal fitting baju.


Satria,


iya sayang tadi Ibu telepon.


aku lanjut kerja dulu. nyetir hati hati ya sayang.


love u 😘😘😘


Sisi,


kamu juga hati hati disana..🥰🥰🥰


Sisi kembali menyimpan ponsel nya ke dalam tas dan menghabiskan makanan nya segera. Renata sudah menyelesaikan makan nya lebih dulu.


Masih ada waktu sekitar setengah jam untuk Sisi sebelum kembali memulai pekerjaan nya. Dia gunakan waktu nya untuk berbincang dengan Renata mengenai pernikahan nya yang sudah di depan mata.


"Semakin dekat waktu nya aku semakin gugup", curhat Sisi.


"Itu perasaan wajar, aku rasa semua calon pengantin pasti akan merasakan hal yang sama", Renata mencoba menenangkan.


"Iya kamu benar Ren, makasih ya selalu ada buat aku".


"Sama sama", ucap Rena lalu memeluk Sisi ingin memberikan kekuatan bagi sahabat nya itu.


Tiba tiba Sisi teringat tentang tua orang murid les privat nya yang tadi malam menelpon minta di bantu mencari guru pengganti Sisi.


"Hmmm..coba nanti aku tanya Adit, apa dia masih punya waktu luang atau ga ya", Renata mencoba membantu.


"Iya Ren, nanti kabarin ya kasian murid murid ku belum dapat guru pengganti".


Waktu istirahat Sisi sudah habis dan dia harus segera kembali ke kantor. Dia berpisah dengan Renata di cafe. Rena ingin lanjut ke kantor mama nya baru nanti sore dia menuju butik menemani Sisi untum fitting baju.


Sementara itu Sisi kembali ke kantor nya melanjutkan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menumpuk.


Pak Albert memanggil nya ke ruangan ketika Sisi akan mulai melanjutkan pekerjaan. Sisi segera menemui Bos nya itu di ruangan nya.


Sisi mengetuk pintu dan Pak Albert mempersilahkan Sisi masuk dan duduk di hadapan nya.


"Berkas berkas mu untuk ke London semua sudah siap, tinggal menunggu kamu siap berangkat", ucap Pak Albert.


"Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak. Setelah saya menikah, saya akan beritahu Bapak kapan saya bisa berangkat", jawab Sisi.


Sisi pamit dan meninggalkan ruangan Bos nya, kembali ke meja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan.


Sore hari nya..


Sisi membereskan meja kerja dengan cepat dan segera menuju parkiran. Dia melajukan mobil nya dengan cepat menuju butik tempat dia harus fitting baju untuk pernikahan nya dengan Satria.


Butuh waktu sekitar empat puluh lima menit untuk Sisi akhirnya bisa sampai di butik karena jalanan sore hari sudah mulai padat merayap.

__ADS_1


Ibu Satria dan Rena sudah lebih dulu datang. Sisi minta maaf pada Ibu karena terlambat.


"Ga apa apa sayang, Ibu dan Rena juga belum lama sampai", jawab Ibu.


Karyawan butik yang bertugas membantu Sisi untuk fitting segera mengajak nya ke ruang ganti dan membantu Sisi mencoba kebaya untuk akad nya. Sisi melihat bayangan diri nya di cermin.


"Cantik banget baju nya, aku suka", batin Sisi.


Sisi keluar dari ruang ganti menuju Ibu dan Rena yang sedang menunggu nya. Diam diam Rena mengambil foto Sisi dan dia kirimkan pada Satria.


"Lihat nih calon bidadari surga Kaka"


Rena mengetikan pesan seperti itu di bawah foto Sisi yang dia kirim.


Satria yang baru saja selesai mandi di kamar hotel nya , mengecek ponsel nya yang bergetar.


Dia membuka pesan dari Renata dan tersenyum melihat foto Sisi yang di kirim Renata.


Langsung saja Satria menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper pada layar ponsel nya.


"Makasih adik baik, tau aja yang aku mau"


Satria membalas pesan Renata dengan kata kata itu.


Ibu sangat takjub melihat Sisi yang seperti bidadari. "Benar benar cantik luar dalam, anak ku beruntung bisa memiliki istri seperti Sisi", batin Ibu.


Selesai fitting baju, Ibu kembali mengajak Sisi dan Renata makan malam dulu sebelum pulang. Kali ini mereka hanya makan bertiga karena Ayah dan Rama sedang tidak bisa menyusul. Ayah sedang ada pertemuan dengan rekan bisnis dan Rama sedang di Jogja ada keperluan bertemu dosen nya terkait skripsi nya.


Selesai makan, Sisi langsung pulang ke apartemen. Ibu pulang diantar Renata karena rute nya searah. Mereka berpisah di parkiran Mall.


Dalam perjalanan pulang Sisi mendapat sebuah panggilan dari nomor tidak di kenal. Sisi menjawab lewat headset yang sudah terpasang di telinga nya.


"Halo apa benar ini dengan Sisi ?", tanya suara di sebrang sana.


"Iya benar saya dengan Sisi, maaf Bu dengan siapa saya bicara", jawab Sisi sopan.


"Ini Eyang, bisa bertemu malam ini ? ", tanya suara di sebrang lagi yang ternyata adalah Eyang Satria.


"Oh maaf Eyang tadi Sisi ga kenalin suara Eyang, mau bertemu dimana ? ", kembali Sisi menjawab dengan sangat sopan.


"Saya di hotel Indonesia kamar nomor 237, tolong jangan beritahu anak menantu dan cucu saya", pinta Eyang.


Sisi terdiam sejenak, dia merasa agak aneh dengan permintaan Eyang tapi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


"Baik Eyang , sekaranga Sisi kesana", jawab nya lagi.


Dia melajukan mobilnya menuju tempat yang Eyang sebutkan tadi.


☆


☆


☆


☆

__ADS_1


☆


^^mohon bantu dukungan nya ya readers..jangan lupa like vote dan komen..makasih sebelumnya..^^🥰🥰🥰


__ADS_2