
Tahun ajaran baru segera di mulai. Sekarang Sisi resmi menjadi seorang mahasiwi salah satu universitas terbaik Indonesia.
Sisi mengambil jurusan teknik sipil, dia sangat berminat pada bidang tersebut. Impian Sisi adalah bisa memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti.
Sisi kuliah pagi dari senin sampai jumat, sore nya dia lanjutkan dengan mengajar privat.
Sabtu dan Minggu dia manfaatkan untuk istirahat.
Renata juga mulai sibuk dengan aktivitas di kampus nya. Meski sibuk, dia selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan Sisi, biasanya mereka bertemu sore hari setelah Sisi mengajat les privat.
Sementara itu di Jogja, Satria dan Rama juga sudah mulai kuliah. Mila selalu berusaha mendekati Satria. Dengan seribu cara pun Satria selalu berhasil menghindar dari Mila.
Sudah dua bulan Satria di Jogja dan sekalipun dia belum bisa pulang ke Jakarta. Dia sudah merindukan Sisi.
Setiap dia berniat untuk ke Jakarta, Eyang selalu punya cara yang membuat Satria dan Rama tidak bisa pulang, mulai dari minta ditemani ke acara acara penting Eyang dan yang terakhir Eyang pura pura sakit ketika Satria sudah berencana ingin pulang ke Jakarta.
Satria tau Eyang sengaja menahan nya agar tidak pulang, dia sedang memikirkan cara bagaimana supaya dalam minggu ini dia bisa pulang.
Dia tidak bisa lagi menahan keinginan untuk bertemu Sisi. Meskipun Sisi selalu memberi kabar dan Renata juga selalu menemani Sisi tetap saja Satria merasa perlu melihat keadaan Sisi secara langsung.
Dia sudah rindu menatap mata Sisi secara langsung, rindu mengusap rambut Sisi, rindu bergurau dengan Sisi. Semua hal yang ada dalam diri Sisi sudah sangat di rindukan oleh Satria.
Satria sudah meminta Ayah dan Ibu nya serta Sisi untuk mengunjungi nya di Jogja tetapi Ayah dan Ibu sedang banyak kerjaan yang harus di urus di Jakarta.
Renata pun sedang banyak kegiatan jadi tidak bisa jika harus menenami Sisi ke Jogja.
Mau tidak mau Satria harus memikirkan cara supaya bisa pulang tanpa halangan dari Eyang.
HP Sisi bergetar ketika dia baru saja selesai mandi. Ada pesan masuk dari Satria.
Satria
sayang lagi apa ? aku kangen
Sisi
baru selesai mandi
Satria
jumat ini aku plg ya
Sisi
kalau belum bisa jangan dipaksain
Satria
bisa kok, kali ini pasti bisa
Sisi
semoga berhasil 😊
Tanpa sepengetahuan Eyang, Satria sudah memesan dua tiket pesawat ke Jakarta untuk dirinya dan Rama.
Rama menyetujui rencana Satria yang membeli tiket diam diam karena dia juga sudah rindu Jakarta, sudah rindu kedua orang tua nya dan tentu saja sudah rindu Renata juga.
Pagi ini Rama sengaja minta bantuan teman nya untuk menjemput diri nya dan Satria di rumah Eyang, sehingga mereka tidak perlu membawa mobil ke kampus.
Selesai kuliah, mereka akan langsung menuju bandara. Mereka sengaja tidak membawa baju supaya Eyang tidak curiga. Kebetulan baju baju mereka juga masih banyak di Jakarta.
Satria mengirim pesan singkat pada Sisi mengabarkan kalau dia jadi pulang ke Jakarta hari ini.
Satria
sore ini aku jadi pulang, pesawat jam empat sore dari Jojga
Sisi
iya, have a save flight
Satria
__ADS_1
makasih sayang..😘
Sementara itu di kampus Sisi,
"Brukk..tiba tiba seseorang yang sedang berlari menabrak Sisi. Beberapa buku yang di bawa Sisi dari perpustakaan jatuh berserakan di lantai.
"Maaf saya ga sengaja", ucap orang yang tadi menabrak Sisi.
"Iya ga apa apa", jawab Sisi sambil mengumpulkan buku buku nya yang jatuh di lantai.
Orang yang menabrak Sisi menatap Sisi cukup lama sebelum akhirnya dia pergi.
"Rasanya seperti pernah lihat wajahnya, tapi dimana ya", batin perempuan yang baru saja menabrak Sisi.
"Sisiiiiiii".....refleks Sisi menengok ke arah suara yang meneriakan namanya. Ternyata Renata yang datang. Dia menjemput Sisi di kampus karena mereka akan menjemput Satria dan Rama ke bandara.
"Cepet banget udah datang, memangnya udah selesai jam kuliah nya ?" tanya Sisi pada Renata.
"Udah selesai Sisi sayang makanya aku langsung kesini", jawab Renata.
"Makan siang yuk laper nih", ajak Renata sambil menarik tangan Sisi menuju kantin.
"Tapi aku masih ada 1 mata kuliah di jam 1, ga apa apa nunggu ?" tanya Sisi pada Renata.
"Iya ga apa apa", jawab Rena.
Sisi dan Renata makan siang di kantin kampus, Renata tadi nya mengajak Sisi makan di cafe sebrang kampus tapi Sisi menolak karena waktu nya tidak cukup kalau untuk makan siang di luar kampus.
Jadilah mereka berdua makan di kantin kampus. Duduk di kursi paling pojok di bagian kiri kantin.
Mereka makan siang sambil membicarakan kedua Kaka Beradik yang nanti sore akan mereka jemput ke bandara.
"Ga terasa ya udah dua bulan ternyata kita ga ketemu mereka", ucap Renata.
"Iya rasanya baru kemarin kita anter mereka ke Jogja", jawab Sisi.
"Hubungan kamu sama Rama gimana Ren ?"
"Ga ada yang spesial, masing masing dari kita belum ada yang ungkapin apa apa, kita jalan di tempat", jawab Renata.
"Mungkin karena dari kecil udah terbiasa bersama jadi rasanya udah ga ada yang spesial, tapi Rama pernah bilang kalau dia nanti nya hanya mau menikah dengan satu perempuan yaitu Aku dan dia minta aku untuk nunggu dia sampai cukup mapan", Renata menjelaskan pada Sisi tentang rencana masa depan yang pernah Rama janjikan pada dirinya.
Mendengar penjelasan Renata, tiba tiba Sisi teringat ucapan Satria yang juga pernah menjanjikan tentang masa depan bersama dengan nya. "Apakah benar aku akan berjodoh dengan Satria nantinya", batin Sisi di dalam hati nya.
Renata menunggu Sisi menyelesaikan mata kuliah terakhirnya nya di kantin. Tiba tiba ada yang duduk di hadapan Renata.
"Hey, serius banget baca nya", seorang pria mengagetkan Renata.
"Kak Baraaa"..teriak Renata kaget
"Iya, kamu kuliah di sini juga ?" tanya Bara sambil tersenyum.
"Ga kak, aku kuliah nya di Londin Shool, Sisi yang kuliah di sini", jawab Renata.
Sekarang giliran Bara yang terkejut. Ingatan nya kembali pada Sisi, gadis yang sampai sekarang masih punya tempat di sudut hati Bara.
Walaupun Bara sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain sekarang tapi dia belum bisa melupakan Sisi.
"Sisi nya mana sekarang ?" tanya Bara
"Masih ada mata kuliah , sebentar lagi dia selesai" jelas Renata.
"Kalian mau ada rencana kemana habis ini ?" tanya Bara
"Kita mau jemput Satria, dia sampe sore ini dari Jogja", jawab Renata.
"Oh sudah ada rencana ya", sahut Bara dengan nada kecewa.
"Kak Bara memang nya mau apa kalau kita belum ada rencana ?" selidik Renata sekaligus ingin menggoda Bara yang jelas terlihat kecewa karena tau Sisi masih berhubungan denga Satria.
"Tadinya mau ajak kalian ke cafe sebrang, udah lama kan kita ga ketemu, pengen ngobrol ngobrol", jawab Bara.
"Sisi nya masih langgeng kak sama Satria", ucap Renata dengan senyum meledek Bara.
__ADS_1
Bara hanya merespon dengan senyum tapi tampak jelas sekali ada rasa kecewa di balik senyum tipis nya itu.
"Aku pergi dulu, ada sedikit urusan", Bara segera pamit pada Renata karena tidak ingin mendengar lebih lanjut kisah Sisi dan Satria yang sampai saat ini masih baik baik saja.
Bara juga belum sanggup jika hari ini bertemu dengan Sisi. Dia tidak siap jika hati nya akan merasa tak menentu kalau tiba tiba dia bertemu Sisi lagi.
Selang beberapa menit setelah Bara berlalu, Sisi sudah menemui Renata di kantin. Renata menceritakan pada Sisi kejadian dengan Bara tadi secara detail.
"Tapi dia ga tau kan aku ambil jurusan apa ?" tanya Sisi.
"Ga, dia ga nanya kalaupun dia tanya aku ga akan kasih tau", jawab Renata sambil tertawa.
"Kamu tenang aja, aku akan selalu jagain kamu supaya Bara ga bisa deket deket sama kamu", tambah Renata.
Mereka berdua pun tertawa bersama dan segera berlalu meninggalkan kantin.
Bandara , sore hari
"Kita nunggu aja di cafe itu", Renata mengajak Sisi menuju sebuah mini cafe yang ada di Bandara.
"Aku udah kirim pesan ke Rama kalau kita di sini", ucap Renata.
Sisi memesan segelas ice chocolate untuk dirinya dan secangkir ice coffe latte untuk Renata serta sepiring kentang goreng.
"Aku ke toilet dulu sebentar", ucap Renata.
Sisi hanya menjawab dengan anggukan.
Sebentar sebentar Sisi melirik jam tangan yang dia pakai. "Mestinya mereka sudah landing", batin Sisi.
Dia coba mengecek pesan yang dia kirim ke Satria, belum terkirim. Sisi mulai resah dan Renata pun tak kunjung kembali dari toilet. Dia menghubungi Renata tapi tidak diangkat.
Tiba tiba ada seseorang yang menutup mata nya dari belakang. Sisi mengenali aroma parfum yang dipakai oleh orang tersebut.
"Satria", ucap Sisi dengan rasa gembira yang tak bisa dibendung.
Yang disebut namanya pun melepas kan tangan nya dari mata Sisi.
Mereka saling berhadapan. Satria menyerahkan sebuket bunga mawar putih campur merah pada Sisi.
"Apa kabar sayang ?" tanya Satria sambil menyerahkan bunga nya.
"Kabar aku baik", jawab Sisi tersenyum sambil menerima buket bunga nya.
"Boleh peluk ?% tanya Satria sambil merentangkan kedua tangan nya
Sisi mengangguk lalu memeluk Satria.
Cukup lama mereka berpelukan, mencurahkan semua perasaan rindu mereka masing masing.
"Ehem..ehem..di sini ada orang lain yaa", ucap Renata menggoda Sisi dan Satria.
"Lama banget sih ke toilet nya", Sisi mencubit pipi Renata gemas.
"Sebenernya ini rencana Satria. Aku sengaja ninggalin kamu, Satria mau kasih kejutan", jelas Renata sambil tertawa meledek Sisi.
Sisi pun memasang wajah cemberut pada Renata.
"Berhasil kan rencana kita", ucap Satria.
Rama dan Renata kembali tertawa karena Sisi juga mencubit pipi Satria , gemas karena dia dikerjai oleh Satria , Rama dan Renata.
Mereka ber empat menuju rumah Satria. Ibu dan Ayah sudah menunggu di rumah. Ibu sudah menyiapkan makan malam yang nikmat untuk mereka semua.
Sementara itu di Jogja, Eyang merasa kesal pada kedua cucunya karena pulang ke Jakarta tanpa izin Eyang, terutama pada Satria.
Eyang merasa di kecoh oleh Satria dan merencanakan segera mengirim Mila untuk menyusul Satria.
^^jangan lupa like dan vote ya readers, makasih banyak^^😘😘😘
Kampus Sisi
__ADS_1