Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Kejutan untuk Sisi


__ADS_3

Waktu yang dinanti Satria akhirnya tiba. Dia serta Rama dan kedua orang tua nya dalam perjalanan menuju tempat yang sudah di siapkan oleh Renata.


Sebuah restoran yang terletak di Selatan Jakarta di pesan oleh Renata untuk acara Sisi malam ini.


Dekorasi restoran yang indah dan romantis sudah Renata persiapkan.


Kebetulan pemilik restoran adalah adik mama nya jadi Renata bisa meminta restoran di kosongkan sejak jam lima sore tadi, sehingga tidak ada pengunjung lain selain Renata, Rama, Sisi serta Satria dan orang tua nya.


Satria serta Rama dan orang tua nya sudah sampai lebih dulu. Ini sengaja sudah diatur oleh Satria dan Renata.


Para pelayan di restoran sudah menyiapkan semua makanan di meja makan. Lampu sengaja dimatikan. Dekorasi bunga bunga mawar cantik sudah tertata rapi di restoran.


Dilengkapi dengan balon balon dan pernak pernik ulang tahun yang menambah dekorasi restoran menjadi semakin cantik.


Sisi dan Renata sudah sampai, begitu turun dari mobil Sisi merasa heran karena restoran tampak gelap seperti sudah tutup.


"Kok gelap, apa kita salah tempat ?" tanya Sisi pada Renata.


"Ahh itu, sedang ada perbaikan lampu sebentar, ini aku baru baca pesan dari mama. Kita masuk aja dulu yuk ga apa apa kok", jawab Renata yang mencoba mengalihkan kecurigaan Sisi.


"Yuk masuk aja", ajak Renata sambil menarik tangan Sisi masuk ke dalam restoran.


Pintu di buka dan mereka berdua masuk. Tepat ketika Sisi sudah memasuki restoran, lampu di nyalakan.


"Surpriseeee..."teriak Renata, Satria, Rama dan orang tua nya.


Sisi masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia mencubit lengan nya sendiri untuk memastikan bahwa ini nyata, bukan mimpi.


Bahkan Sisi lupa kalau hari ini ulang tahun nya. Kejutan yang di siapkan berhasil membuat Sisi terharu, dia meneteskan air mata.


Satria menghampiri dan mengusap air mata yang menetes di pipi Sisi.


"Jangan nangis", ucap Satria sambil mengusap air mata Sisi.


"Aku terharu bahkan aku sendiri lupa kalau hari ini aku ulang tahun", jawab Sisi terbata bata karena tanpa di komando air mata nya mengalir makin deras.


"Dan maaf karena sudah membuat khawatir sejak beberapa hari yang lalu karena dengan sengaja mengurangi intensitas komunikasi kita". Satria meminta maaf karena sudah mengabaikan Sisi beberapa hari ini, karena bagian dari rencana kejutan nya untuk hari ini.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga apapun yang kamu ingin kan bisa terwujud dan berjalan sesuai keinginan", ucap Satria yang kemudian mengecup lembut puncak kepala Sisi.


Rama, Renata serta Ayah dan Ibu secara bergantian mengucapkan selamat dan memberikan pelukan hangat sebuah keluarga. Kembali Sisi merasa sangat di sayang oleh keluarga itu.


Pelayan datang membawakan sebuah kue ulang tahun yang sudah di siapkan untuk Sisi.


Cheesecake kesukaan Sisi yang di hias dengan sangat cantik, terpasang liling angka 19 tahun diatas kue cantik nya.


Sisi mengucapkan doa kemudian meniup lilin nya.


Sebuah pelukan kasih sayang kembali Satria berikan pada Sisi.


Mereka berdua memotong kue ulang tahun Sisi, lalu Sisi memberikan suapan pertamanya pada Satria, kemudian pada Ibu dan Ayah Satria lalu menyusul Renata dan Rama.


Renata mengajak semua nya menuju meja makan yang sudah di tata dengan sangat apik. Aneka jenis makanan sudah siap di nikmati. Mereka semua duduk melingkari meja makan dan mulai sibuk dengan menu menu yang sudah tersedia.


Tidak henti Sisi mengucap syukur pada Tuhan dan tidak lupa berterima kasih pada semua yang sudah memberikan pesta kejutan ini untuk nya.

__ADS_1


Di sela sela makan, tiba tiba Satria berdehem.


Semua menengok ke arah Satria dan menghentikan kegiatan makan mereka sejenak tanpa terkecuali Sisi.


Satria mengeluarkan sebuah kotak berwarna maroon dari dalam saku celananya dan meletakkan diatas meja.


Lalu dia menarik kedua tangan Sisi sehingga posisi duduk Sisi yang tadi nya bersebelahan dengan Satria sekarang menjadi berhadapan. Satria menggenggam erat kedua tangan Sisi.


Sisi hanya diam karena tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Satria. Tidak ada satu hal apa pun yang terlintas dalam pikiran Sisi.


"Sisi Karenina Humaira Putri dengan ini saya Satria Rangga Ananda Putra di hadapan kedua orang tua dan adik adik saya meminta pada mu untuk mau menjadi istri saya, pendamping hidup saya selamanya saat kita sudah menyelesaikan pendidikan S1 kita nanti, apakah kamu bersedia ?"


Satria mengucapkan permintaan nya secara serius, dengan tatapan yang membuat Sisi sulit bernafas karena debaran jantung nya yang tidak karuan.


Sisi yang tidak menduga Satria akan melakukan hal ini kembali meneteskan air mata, tanpa mampu mengeluarkan kata kata.


"Apakah kamu bersedia ?" Satria mengulangi pertanyaan nya dengan tatapan yang masih sama, yang membuat Sisi semakin sulit mengatur irama jantung nya.


Sisi hanya mampu mengangguk sambil tersenyum tanpa bisa mengeluarkan kata kata.


Satria merasa lega dengan respon Sisi, rasanya semua beban berat yang menghimpit dadanya sejak tadi terlepas sudah dan membuat dirinya kembali bisa bernafas lega.


Satria membuka kotak maroon yang sejak tadi dia letakkan diatas meja, mengambil isinya dan memasangkan di jari manis Sisi.


"Sekali lagi selamat ulang tahun sayang dan ini sebuah bentuk keseriusanku pada mu", ucap Satria lalu mengecup jari manis Sisi yang sudah terpasang sebuah cincin berlian cantik yang di balik nya bertuliskan simbol namanya "Satria".


"Makasih sayang, cincin nya cantik banget", jawab Sisi.


"Ibu sama Ayah juga sudah punya kado untuk Sisi tapi kita selesaikan makan dulu ya nanti keburu dingin", ucap Ibu menyela supaya semua kembali melanjutkan makan nya.


Semua mengiyakan ucapan Ibu dan kembali sibuk dengan makanan masing masing, di selingin beberapa obrolan dan canda gurau.


Satria menghabiskan makanan nya sambil satu tangan nya tetap menggengam tangan Sisi dibawah meja.


Ibu dan Ayah hanya tersenyum melihat tingkah anaknya. Mereka bahagia karena Satria sudah dewasa dan sudah mampu berusaha untuk memperjuangkan kebahagiaan dirinya.


"Urusan sama Eyang bisa dihadapi nanti yang penting sekarang adalah kebahagiaan Satria", batin Ayah dan Ibu secara bersamaan.


Semua makanan yang disajikan sudah mereka habiskan, pelayan pun segera membersihkan meja tersebut.


"Sekarang saat nya yang lain menyerahkan kado untuk Sisi", ucap Renata.


"Aku permisi dulu kado nya masih di mobil", Renata kemudian menuju mobilnya mengambil kado yang sudah dia siapkan untuk sahabat nya itu.


"Ini untuk Sisi dari Ibu dan Ayah", ucap Ibu sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna gold pada Sisi.


"Boleh Sisi buka Bu ?" izin Sisi


"Tentu saja boleh sayang", jawab Ibu.


Sisi kemudian membuka kotak pemberian orang tua Satria. Dia tersenyum bahagia dan kembali penuh haru saat melihat isi kotak tersebut.


Sebuah gelang cantik berwarna silver dengan hiasan huruf SS menggantung pada gelang tersebut.


"SS artinya Sisi dan Satria", ucap Ibu menjelaskan arti simbol huruf "SS" pada gelang tersebut.

__ADS_1


"Aku bantu pasangin ya", ucap Satria.


Sisi menyerahkan pada Satria dan dipasangkan oleh Satria pada tangan Sisi.


Sisi mengucapkan terima kasih pada orang tua Satria. Lama Ibu memeluk Sisi. Ayah Satria pun ikut memeluk gadis yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.


Rama dan Renata pun tidak ketinggalan menyerahkan kado nya pada Sisi.


Rama memberikan sebuah bingkai foto cantik yang di dalam nya sudah terpasang sebuah foto kolase cantik berukuran 12R yang berisikan kumpulan foto foto Sisi dan Satria.


"Aku bajak foto foto nya dari HP Satria hehe", ucap Rama sambil tertawa menjelaskan darimana dia mendapatkan foto Sisi dan Satria sebanyak itu.


"Makasih ya Rama, foto nya bagus banget", ucap Sisi tulus pada Rama.


"Sama sama", jawab Rama sambil tersenyum.


Rama yang terkesan cuek pada hubungan Satria dan Sisi selama ini tapi sebenarnya dia selalu mendukung.


Bahkan sejak awal Satria menceritakan tentang seorang gadis yang membuat hati nya bergetar pada Rama, dia sudah meyakinkan Satria bahwa yang Satria rasakan pada Sisi adalah cinta.


Selanjutnya Sisi membuka kado dari Renata, sebuah tas cantik dari brand yang cukup terkenal dihadiahkan Renata untuk sahabat nya.


Sisi kembali terharu dan memeluk Renata dengan sangat erat sambil mengucapkan terima kasih.


Hadiah yang Renata berikan adalah sesuatu yang Sisi impikan.


Waktu itu dia menemani Renata belanja di sebuah Mall di Jakarta Utara dan Sisi melihat tas itu di sebuah toko brand yang sangat terkenal. Lama Sisi menatap tas itu dan ternyata Renata mengetahui kalau Sisi menyukai barang itu.


Sisi tidak mungkin membeli nya saat itu, karena harga nya yang sangat mahal bagi Sisi sehingga dia hanya bisa menatap tas tersebut sampai puas.


Dia tidak menyangka bahwa Renata mengetahui dan menghadiahkan untuk nya.


Malam ini teramat indah dan spesial bagi Sisi.


Suasa bahagia bercampur haru Sisi rasakan malam ini.


Dia sangat berterima kasih pada Tuhan, pada sahabata nya Renata, pada Satria dan keluarganya.


"Malam yang ga akan bisa aku lupain. Makasih banyak untuk semua yang udah kamu kasih", ucap Sisi pada Satria saat hendak turun dari mobil ketika sudah sampai di depan kost nya.


"Aku juga makasih sayang karena kamu udah mau terima aku, terima cinta dan hati aku", jawab Satria sambil menatap Sisi dengan tatapan penuh cinta yang membuat Sisi kembali kesulitan mengatur detak jantung nya.


Sisi segera turun dan berdiri di depan pagar menunggu Satria melajukan mobilnya meninggalkan kostan.


Dia masuk setelah mobil Satria tidak terlihat lagi.






__ADS_1


^^selamat membaca, jangan lupa like dan vote nya readers yang baik hati^^


^^terima kasih banyak^^🥰🥰🥰


__ADS_2