Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Malang memberi kenangan indah


__ADS_3

Pagi pagi sekali Ayah dan Ibu sudah diantar oleh pak Bagus ke Bandara. Meeting mendadak tentang proyek besar yang sudah lama sangat Ayah tunggu tunggu membuat Ayah dan Ibu terpaksa kembali ke Jakarta lebih awal.


Satria dan yang lain sekarang sedang menunggu pak Bagus di lobi hotel. Mereka sudah siap untuk melakukan perjalanan hari ini berkeliling kota Batu. Banyak tempat yang akan mereka kunjungi, diantara nya Batu Flower Garden, Batu Secret Zoo, Eco Green Park dan Batu Night Spectacular.


"Udah siap sayang ? " tanya Satria pada Sisi yang duduk di sebelahnya sedang memainkan ponsel nya.


"Hmm..udah ", jawab Sisi sekilas tersenyum.


Lima belas menit kemudian, pak Bagus sudah datang dengan mobil nya, mereka langsung masuk ke mobil. Rama yang duduk di sebelah pak Bagus menjelaskan tujuan mereka hari ini kemana saja.


"Siap den Rama, laksanakan", ucap pak Bagus merespon penjelasan Rama.


Perjalanan di mulai menuju Batu Flower Garden. Satria yang duduk di sebelah Sisi kembali menggengam tangan Sisi erat.


"Kasian dong di sebelah nya ada jomblo nih", ucap Renata menggoda Satria.


"Berisik, ga cewe nya ga cowo nya sama sama berisik", jawab Satria sambil melotot ke arah Renata.


Tingkah Satria yang seperti anak kecil tidak mau lepas dengan mainan kesayangan nya membuat Renata tertawa keras.


"Ya sudah lah, jomblo merem aja", ucap Renata masih sambil tertawa.


Sisi yang merasa malu pada Renata berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Satria tapi Satria makin mempererat sehingga Sisi kesulitan melepaskan.


"Biar aja begini, jangan dilepas" bisik Satria di telinga Sisi.


"Tapi malu sama yang lain", jawab Sisi dengan pipi yang sudah berubah warna menjadi kemerahan.


"Anggap aja yang lain ga ada", jawab Satria sambil tertawa.


Sisi hanya diam dengan ekspresi menahan kesal. Karena Satria tidak akan bisa di bantah kalau sudah menginginkan sesuatu.


Mereka sampai di Batu Flower Garden. Tempat yang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat cantik. Lagi lagi Sisi terpesona dengan keindahan yang terpapar di depan mata nya.


Berbagai macam wahana juga terdapat disana dan banyak tempat tempat menarik untuk dijadikan sebagai latar berfoto.


Satria mengajak Sisi naik sepeda layang, awalnya Sisi ragu tapi akhirnya setuju karena Satria meyakinkan Sisi bahwa semua akan baik baik saja selama ada Satria.


Rama dan Renata pun sudah sibuk berpindah pindah tempat berfoto. Mereka berdua juga mencoba naik sepeda layang seperti Sisi dan Satria.


Puas bermain di Batu Flower Garden mereka berpindah ke Batu Secret Zoo. Sejenak mereka istirahat dan makan siang sebelum memasuki kawasan Batu Secret Zoo.


Menjelang Ashar mereka berpindah menuju Eco Green Park. Tempat yang tak kalah bagus dari tempat tempat sebelumnya yang mereka kunjungi. Sedikit pun tidak ada yang merasa lelah. Mereka berempat sangat menikmati semua hal yang mereka lakukan di Malang.


Sore menjelang, tidak lama lagi matahari akan terbenam. Mereka sedang diperjalanan kembali menuju hotel. Hanya untuk sekedar mandi dan berganti pakaian serta melaksanakan ibadah shalat magrib.


Setelah shalat magrib nanti mereka akan menuju Batu Night Spectacular. Sisi sudah sangat penasaran dengan tempat itu karena dari vidio vidio yang dilihatnya di youtube bersama Renata, tempat nya sangat bagus untuk di nikmati di malam hari.


Ini akan jadi malam terakhir mereka di Malang, karena besok siang mereka sudah kembali ke Jakarta. Ketika mereka menuju lobi hotel, disana pak Bagus sudah duduk menunggu.


"Kita ke BNS ya pak", ucap Satria sopan pada pak Bagus.


"Siap laksanakan aden ganteng", jawab pak Bagus tersenyum.


Pak Bagus orang yang ramah dan menyenangkan serta sangat sopan. Di sepanjang perjalanan pak Bagus suka bercerita mengenai tempat tempat di Malang, terutama yang mempunyai nilai sejarah dan seni yang tinggi.


Sisi dan yang lain senang mendengarkan cerita pak Bagus dan sesekali mereka akan bertanya tentang beberapa hal yang membuat mereka penasaran.


Sampai di BNS, mereka mencari kuliner yang lezat. Satria mengajak pak Bagus serta tetapi dengan halus pak Bagus menolak.

__ADS_1


"Besok kita beliin pak Bagus oleh oleh aja, kita kasih sebelum pulang ke Jakarta", saran Sisi.


"Iya aku setuju, pak Bagus udah memberikan pelayanan yang baik banget sama kita selama kita di sini", jawab Satria.


"Aku kasih uang juga nanti untuk tips nya", lanjut Satria.


Sisi mengangguk dan tersenyum tanda setuju.


Dalam hati Sisi merasa beruntung bisa mengenal laki laki sebaik Satria. Walau dari luar terkesan dingin dan sombong, tapi kalau sudah kenal dekat akan tau hati Satria sebaik apa.


Mereka berempat menikmati malam terakhir di Malang dengan bermain berbagai wahana yang tersedia di BNS.


"Berasa juga capek nya", ucap Satria yang sedang duduk di sebuah kursi panjang sambil meneguk sebotol air mineral dingin. Sisi duduk di sebelahnya sambil bersandar pada kursi.


"Rama sama Renata masih belum nyerah tuh", ucap Sisi sambil tertawa melihat Rama dan Renata yang masih asik dengan sebuah wahana yang cukup menguras adrenalin.


"Kamu suka ga perjalanan kita kali ini ? " tanya Satria sambil menatap Sisi lekat.


"Suka banget, kemana aja aku pasti suka selama ada kalian", jawab Sisi sambil tersenyum tulus.


"Makasih ya sayang selalu kasih senyum kayak gini buat aku", ucap Satria sambil mengusap lembut puncak kepala Sisi.


"Ehemm..ehemmm...dunia serasa milik berdua", Rama berdehem mengganggu dua orang yang sedang saling tatap.


Satu kali lemparan botol air mineral melesat persis diatas kening Rama.


Sisi dan Renata hanya bisa tertawa menyaksikan dua kaka beradik yang selalu saja seperti Tom and Jerry , tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.


"Ke hotel yuk, udah pengen selonjoran di kasur nih", ajak Renata.


Satria menelpon pak Bagus, menyampaikan kalau mereka sudah akan kembali ke hotel.


Sampai di hotel,


"Bersih bersih dulu terus shalat isya sebelum tidur", ucap Sisi pada Renata.


"Iya mama Sisi sayang", jawab Renata menggoda Sisi.


Tidak merespon dengan kata kata, Sisi langsung saja mencubit kedua pipi Renata. Yang dicubit pun merespon dengan melempar bantal ke arah Sisi yang sudah kabur menjauh dari Renata.


dddrrrrttt....dddrrrrrt...


HP Sisi diatas meja bergetar, pesan masuk dari Satria.


Satria,


sayang udah tidur belum ? Rama ngajakin renang lagi, mau nemenin ga ?


Sisi,


belum tidur tapi aku udah ngantuk banget


Satria,


hmm..ya udah istirahat aja, aku ga jadi renang kalau kamu ga nemenin.


Sisi,


kamu juga istirahat, besok kan masih harus ke tempat oleh oleh, banyak pesenan Ibu yang harus dibeli

__ADS_1


Satria,


Iya sayang..love u. 😘😘😘


Sisi menyimpan HP nya tanpa membalas lagi pesan terakhir dari Satria. Dia sudah sangat mengantuk dan tidak lama Sisi terlelap.


Perjalanan ke Malang yang memberikan banyak kenangan manis. Meski lelah tapi Sisi bahagia. Sebuah senyum manis tersungging di bibirnya meski dalam keadaan tertidur.


Renata yang melihat itu, langsung mengarahkan kamera HP nya pada Sisi dan mengirimkan pada Satria.


Satria yang sudah hendak memejamkan mata, mengurungkan niat nya ketika HP nya kembali bergetar. Dibuka nya pesan dari Renata dan senyum mengembang ketika melihat foto Sisi tidur dalam keadaan tersenyum yang baru saja di kirim Renata.


"Makasih adik baik 🤗", Satria mengirim pesan balasan pada Renata.


Mereka berempat senang. Tetapi tidak hal nya dengan Mila yang hati nya sedang terbakar cemburu selama empat hari ini dan ini semua ulah Renata.


Mila diam diam menjadi pengikut akun sosial media Sisi dan Renata. Sisi tidak menyadari hal itu namun Renata menyadari. Dengan sengaja Renata selalu memposting foto foto Sisi dan Satria yang diambil secara diam diam, hal itu tentu saja di lihat oleh Mila dan membuat hati nya panas terbakar api cemburu.


"Awas aja ya, secepat nya aku akan rebut Satria dari Sisi", ucap Mila kesal.


"Kamu belum tau berhadapan dengan siapa", batin Mila semakin kesal.


Esok pagi nya,


Selesai sarapan di hotel, mereka berempat menuju tempat oleh oleh dengan diantar oleh pak Bagus.


Mereka menuju toko kue kenamaan di Malang. Toko kue kekinian yang sedang di minati banyak orang. Selain kue nya yang nikmat, oleh oleh kekinian dari Malang tersebut juga ternyata punya seorang publik figur ternama.


Setelah semua daftar oleh oleh yang di kirim oleh Ibu mereka beli lengkap, segera mereka kembali ke hotel. Mereka bersiap siap untuk perjalanan menuju Jakarta.


"Kita makan siang di hotel aja sebelum check out", jelas Satria pada yang lain.


"Oke", jawab Sisi, Renata dan Rama serentak.


Selesai makan siang, mereka sudah siap menunggu pak Bagus di lobi. Barang barang mereka pun sudah siap semua nya.


Tak lama pak Bagus datang dibantu dengan dua petugas dari hotel yang menyusun barang bawaan mereka ke bagasi mobil. Setelah semua beres, pak Bagus segera mengendarai mobil menuju Bandara Juanda.


Mereka berpamitan pada pak Bagus. Sisi menyerahkan oleh oleh yang sudah dibeli untuk pak Bagus. Satria menyerahkan sebuah amplop putih yang sudah di isi beberapa lembar uang seratus ribuan pada pak Bagus ketika dia berpamitan.


Mereka kembali ke Jakarta dengan hati gembira. Liburan yang menyenangkan, batin mereka masing masing.


Satria tertidur selama perjalanan menuju Jakarta dengan posisi tangan nya yang tetap menggengam sebelah tangan Sisi.


Kali ini Sisi hanya diam dan membiarkan Satria tidur dengan menggengam tangan nya. Rasa hangat yang menjalar dari genggamam Satria membuat Sisi merasa nyaman. Tidak lama Sisi pun ikut tertidur. Kedua nya terbangun saat pramugari menginformasikan bahwa tidak lama lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


^^jangan lupa dukungan nya ya readers, supaya author tetap semangat untuk nulis, makasih ya^^😘😘😘


Batu Flower Garden,



Batu Secret Zoo



Eco Green Park


__ADS_1


BNS



__ADS_2