Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Takut kehilangan Sisi


__ADS_3

Eyang mulai menyadari kalau Satria seringkali sengaja menghindari Mila.


Dan Eyang mulai mencari cara supaya Satria bisa secepatnya dekat dengan Mila.


Satria pun menyadari setiap rencana rencana Eyang terhadap diri nya dan Mila.


Sama hal nya dengan Eyang yang selalu berusaha untuk mencari jalan bagi Mila supaya dekat dengan Satria, maka Satria pun selalu punya seribu cara untuk menggagalkan. Rama pun selalu membantu Kaka nya dalam menjauhi Mila.


Suatu sore, Satria sudah tidak tahan dengan sikap Eyang akhirnya dia menelpon Ibu nya. Satria mencurahkan segala keluh kesah nya pada wanita yang selalu melindungi dirinya.


"Aku sudah ga tahan sama sikap Eyang", keluh Satria pada Ibu nya di telepon.


"Sabar ya nak, anggap ini sebagai ujian bagi cinta kamu dan Sisi", jawab Ibu nya berusaha memberi semangat dan kekuatan pada anak nya.


"Aku ga bisa bayangin gimana masa depan aku kalau akhirnya aku kalah dari Eyang" , kembali Satria mencurahkan kekhawatiran nya.


"Jangan menyerah nak, kita pasti punya jalan untuk menolak perjodohan nya", ucap Ibunya berusaha menenangkan Satria.


Satu jam berlalu dan mereka mengakhiri percakapan lewat telepon.


Hati Satria sebenarnya tetap tidak bisa merasa tenang, dia lelah harus menghadapi Eyang.


Tetapi Satria juga tidak ingin membebani Ibu dan Ayah nya jika harus selalu mengadukan tentang semua perbuatan Eyang.


Cinta nya untuk Sisi sudah sangat mendalam. Dia benar benar tidak siap jika harus menghadapi masa depan tanpa Sisi, begitu pun Sisi yang sudah berharap akan mengukir masa depan yang indah bersama Satria.


Satria selalu bermimpi berdampingan dengan Sisi sampai akhir hidup nya.


Dia sedang berusaha keras untuk mempersiapkan segala nya bagi Sisi, masa depan mereka.


Sudah terlintas dalam benak Satria bahwa nanti nya dia akan mewujudkan cita cita Sisi yang sangat ingin mempunyai perusahaan yang bergerak dalam bidang properti.


Satria berjanji pada dirinya bahwa dia akan mewujudkan impian gadis yang menempati seluruh ruang di hati nya itu.


Minggu depan Sisi berulang tahun dan dia berniat memberikan kejutan untuk Sisi. Dia menghubungi Renata dan menceritakan rencana nya sekaligus meminta bantuan Renata untuk kejutan tersebut.


Satria ingin membelikan Sisi sebuah cincin sebagai tanda keseriusan nya pada Sisi.


Kebetulan mama Renata mempunyai toko perhiasan yang cukup terkenal di Jakarta, Satria meminta bantuan Renata untuk memberikan beberapa referensi cincin yang sesuai dengan Sisi.


"Minggu depan Sisi ulang tahun, kita ke Jakarta", Satria memberitahu Rama saat mereka sedang santai di kamar.


"Wah ada acara dong nih", jawab Rama.

__ADS_1


"Renata akan mempersiapkan semuanya", jawab Satria.


Renata mulai sibuk mempersiapkan kejutan untuk ulang tahun Sisi. Dia mulai mencari tempat untuk acara. Hanya akan ada Satria beserta keluarga serta Sisi dan Renata.


Biasanya Satria merayakan ulang tahun Sisi dengan mengundang beberapa teman teman Sisi yang lain yang cukup akrab dengan Sisi, tapi kali ini dia menginginkan hanya keluarga dan Renata yang adalah sahabat terdekat Sisi.


Satria ingin melamar Sisi secara internal karena dia khawatir Eyang akan semakin bergerak cepat dalam perihal menjodohkan dirinya dengan Mila.


Satria ingin meyakinkan Sisi kalau dirinya dan Satria akan menikah segera begitu kuliah mereka selesai.


Satria harus mengikat Sisi secepatnya supaya tidak ada yang bisa merusak hubungan mereka. Dia melakukan ini karena khawatir akan kehilangan Sisi jika tidak segera meminta kepastian dari Sisi tentang masa depan mereka.


"Beruntung nya Sisi bisa mendapatkan hati Satria seutuhnya", batin Renata.


"Semoga tuhan juga akan mengirimkan laki laki seperti Satria untuk ku suatu hari nanti", doa Renata dalam sujudnya.


***************


Hari yang di nanti tiba. Satria sengaja seolah melupakan hari ulang tahun Sisi. Untuk berkirim kabar pun Satria sengaja mengurangi intensitas nya, tidak seperti biasa.


Sisi merasa sedikit heran terhadap Satria yang tidak seperti biasanya. Dia berusaha untuk tetap berpikir positif, mungkin Satria lagi banyak tugas kuliah pikir Sisi.


Sisi pun sedang banyak tugas kuliah dan melupakan tentang hari ulang tahun nya sehingga dia tidak memikirkan bahwa Satria punya sebuah kejutan.


Renata pun bersikap biasa, seolah olah hari ini bukan hari spesial bagi Sisi. Ibu dan Ayah Satria pun melakukan hal yang sama.


"Nanti malam ada acara ga ?" tanya Renata di sebrang sana.


"Hmmm ga ada deh, cuma lagi banyak tugas aja dan deadline nya hari Selasa", jawab Sisi.


"Temenin yuk nanti malam ke acara mama, lagi launching produk baru gitu", Renata mengajak Sisi keluar malam ini dengan alasan menghadiri acara mamanya.


"Ya udah tapi jangan lama ya", jawab Sisi.


"Iya ga lama kok, nanti jam setengah 7 aku jemput ya", ucap Renata.


Sambungan telepon terputus dan Sisi melanjutkan makan nya.


Renata sudah sering mengajak Sisi datang ke acara yang diadakan mama nya jika ada launching produk baru, jadi Sisi tidak merasa curiga sama sekali jika kali ini Renata kembali mengajak nya.


Sementara itu, Satria dan Rama segera menuju bandara selesai mereka melaksanakan shalat jumat.


Kebetulan hari ini jadwal kuliah mereka hanya sampai jam sebelas jadi Satria mengambil jadwal penerbangan jam dua siang. Dia sudah tidak sabar untuk acara malam ini.

__ADS_1


Kedua orang tua Satria pun sudah diberitahu tentang acara malam ini sejak awal. Ayah dan Ibu sudah menyiapkan kado untuk Sisi.


Renata pun demikian. Dia sudah menganggap Sisi seperti saudara kandung, lebih dari sahabat. Mereka saling menyayangi sejak kenal di SMA.


Pukul lima sore Satria dan Rama sampai di rumah mereka. Ayah dan Ibu nya sudah ada di rumah juga begitu mereka sampai.


Mau makan dulu atau mau langsung mandi ? tanya Ibu pada Satria dan Rama.


"Makan aja boleh bu, kangen banget sama masakan Ibu", jawab Rama sambil merangkul Ibu nya.


Rama memang selalu manja kalau dengan Ibu nya, berbeda dengan Satria yang sejak kecil memang tidak pernah bersikap manja pada ibunya tetapi Ibu nya lah orang pertama yang selalu tau semua hal yang Satria alami dan Satria rasakan.


"Aku ga ikut makan bu, mau tidur dulu sebentar", jawab Satria kemudian segera menuju kamar nya.


Sampai di kamar Satria tidak kunjung bisa memejam kan mata nya. Dia merasa gugup jika mengingat acara yang dia siapkan untuk Sisi nanti malam.


Satria takut jika Sisi tidak menerima nya. Meskipun sudah lama menjalin hubungan dengan Sisi, tetap saja Satria merasa gugup menghadapi nya.


Sebuah pesan kembali masuk dari Sisi ketika Satria sedang mencoba untuk memejamkan matanya. Pesan Sisi yang dari siang pun bahkan sengaja belum dia buka.


Sisi


sayang, are u oke ?


dari pagi belum ada kabar lagi


Satria hanya membaca, belum menjawab. Ada tiga pesan Sisi yang belum dia jawab sejak siang, hanya tadi pagi dia menjawab pesan Sisi setelah itu sengaja dia tidak membaca nya.


Sebenarnya Satria tidak tega mendiamkan Sisi selama ini tapi demi acara yang sudah dia siapkan maka dia harus menguatkan hati nya. Dia mencoba untuk memejamkan mata nya.


Sementara itu, Sisi yang juga sedang merebahkan diri diatas kasur di kamar kost nya mulai merasa khawatir dengan Satria.


Pesan nya sudah dibaca tapi Satria belum membalas, Sisi ingin menelpon tetapi dia takut mengganggu Satria.


Sisi tetap berusaha untuk berpikir positif.


"Apa aku coba tanya ke Rama ya", batin Sisi.


Akhirnya Sisi mengirim pesan pada Rama, menanyakan tentang Satria.


Rama hanya menjawab bahwa Satria sedang sibuk dengan tugas kuliah yang harus dikumpulkan malam ini juga.


Sisi cukup merasa tenang karena sudah mendapat kabar dari Rama bahwa Satria baik baik saja, dia hanya sedang sibuk dengan tugas kuliah nya.

__ADS_1


Sisi memutuskan untuk mandi karena sehabis magrib nanti dia ada janji menemani Renata ke acara mamanya.


^^readers yang baik hati, mohon dibantu like dan vote nya, terima kasih banyak^^😘😘😘


__ADS_2