Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Dipaksa Menikahi Mila


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika Eyang dan Mila sampai di rumah Satria. Ayah dan Ibu Satria menyambut kedatangan Eyang, hari ini Ayah tidak ke kantor karena Eyang mengabarkan bahwa akan sampai hari ini.


Satria masih mengunci diri di kamarnya sejak kemarin. Ayah dan Ibu merasa khawatir dengan kondisi anak nya terlebih Satria tidak menyentuh makanan nya sejak kemarin.


"Dimana cucuku ? " , tanya Eyang.


"Satria sedang di kamar nya Bu", Ayah menjawab.


"Beritahu dia supaya bersiap siap karena sebentar lagi keluarga Mila akan sampai, Aku ingin dia menyambut kedatangan keluarga Mila dengan baik", perintah Eyang.


"Apa tidak terlalu cepat Bu ? Tolong berikan Satria waktu untuk mempersiapkan diri untuk saat ini seperti nya dia belum siap", Ayah mencoba bernegosiasi.


"Pernikahan antara Satria dan Mila harus segera berlangsung, bukan kah kalian sudah mempersiapkan segala nya hanya pengantin wanita nya saja yang berubah kan", Eyang berkata sambil menatap tajam pada Ibu Satria yang sejak tadi hanya diam.


"Akan aku sampaikan pada Satria", ucap Ibu Satria kemudian segera berlalu meninggalkan Eyang.


Di kamar Satria..


Ibu mengetuk pintu tiga kali namun tidak ada jawaban. Ternyata pintu kamar tidak di kunci dan langsung saja Ibu masuk. Satria berdiri di balkon kamar nya menghadap ke jalan dengan tatapan kosong. Matanya bengkak dan sembab meninggalkan jejak sehabis menangis dalam waktu yang lama.


Hati Ibu merasa sakit melihat kondisi anak nya seperti itu. Dia menghampiri Satria ke balkon.


"Kenapa Sisi terlalu bodoh Bu , dengan mudah nya dia menyerah pada Eyang padahal selama ini aku berjuang melindungi dirinya dari Eyang agar dia tidak disakiti", Satria berkata lirih. Kembali air mata menetes di pipinya tanpa bisa terbendung.


"Kamu harus kuat dan ikhlas. Sisi sudah mengorbankan kebahagiaan nya demi keutuhan keluarga kita, kamu harus bangga karena mendapatkan cinta dari gadis sebaik dia. Sisi tidak akan suka jika kamu lemah seperti ini", Ibu mencoba membangkitkan semangat Satria.


"Aku ga bisa hidup tanpa dia", jawab Satria tegas.


"Serahkan semua nya pada Tuhan, jika kamu memang sudah di takdirkan berjodoh dengan Sisi maka tidak ada satu pun yang bisa memisahkan", ucap Ibu mencoba memberi harapan pada anaknya.


"Di bawah ada Eyang dan Mila dan sebentar lagi keluarga Mila juga akan sampai, Eyang minta kamu ikut menyambut keluarga Mila", Ibu menyampaikan pesan Eyang dan segera keluar dari kamar Satria.


"Aku mohon kembali sayang, Aku ga bisa tanpa kamu", batin Satria.

__ADS_1


Satu jam kemudian rombongan keluarga besar Mila tiba di rumah Satria. Tampak hadir kedua orang tua Mila, Kakek dan Nenek serta beberapa orang sepupu dan sahabat dekat kedua orang tua nya.


Ibu sudah memesan beberapa makanan dari restoran langganan nya untuk menjamu tamu tamu nya. Pertemuan keluarga yang dilaksanakan secara mendadak di saat kondisi Satria sedang terpuruk karena kepergian Sisi.


"Ibu benar benar keterlaluan, tidak memikirkan perasaan Satria sedikit saja, Ibu egois dan aku kecewa", ucap Ayah pada Eyang.


"Kamu tidak berhak berkata seperti itu pada wanita yang sudah mempertaruhkan nyawa nya untuk melahirkan mu ke dunia ini", jawab Eyang sinis.


Ayah berlalu meninggalkan Eyang ketika sudah tidak bisa lagi mengajak Eyang bicara baik baik. Percuma saja Ayah memohon sekalipun karena Eyang tetap pada pendirian nya.


Satria belum juga muncul ditengah tengah dua keluarga yang sudah berkumpul. Eyang mulai merasa kesal pada cucu nya itu dan memutuskan untuk turun tangan langsung menjemput Satria di kamar nya.


Eyang langsung masuk menerobos ke dalam kamar Satria tanpa mengetuk pintu. Satria sedang duduk dalam diam nya di sofa dalam kamar nya.


"Kenapa kamu masih disini dan belum bersiap hah ? ", tanya Eyang marah.


"Aku lagi pengen sendiri", jawab Satria dingin.


"Kamu harus turun dan bertemu dengan keluarga Mila, jangan membuat malu Eyang dan orang tua mu", Eyang semakin ketus.


"Apa kamu lupa bahwa gadis yang sangat kau cintai itu sudah meminta mu untuk mau menikah dengan Mila, apa kamu tidak ingin mengabulkan permintaan orang yang kamu cintai", Eyang mengingatkan Satria pada isi surat Sisi.


"Keterlaluan..Aku kecewa sama Eyang", ucap Satria menatap Eyang dengan sangat dingin.


"Segera bersiap dan aku tunggu di bawah, jika kamu tidak turun maka Eyang pastikan kamu akan mendapat kabar buruk tentang gadis pujaanmu itu", Eyang mengancam dan segera berlalu meninggalkan Satria di kamar nya.


Dengan berat hati Satria beranjak dari sofa dan bersiap menemui keluarga Mila. Dia tau Eyang nya adalah tipe orang yang bisa melakukan apapun demi mencapai tujuan nya. Satria tidak ingin Sisi disakiti. Dia terpaksa hadir dalam pertemuan keluarga itu demi Sisi.


"Aku akan kabulkan keinginan mu jika dengan begitu bisa membuat mu hidup damai dan bahagia", batin Satria sambil menatap foto Sisi ketika fitting baju akad yang terpasang pada layar depan ponselnya.


Pertemuan keluarga berlangsung sesuai dengan keinginan Eyang. Mila dan keluarga nya berbahagia begitu pula Eyang tetapi tidak dengan Satria dan kedua orang tua serta adik nya.


Sudah disepakti bahwa Satria dan Mila akan menikah empat hari lagi. Mestinya hari itu adalah hari pernikahan yang di tunggu Satria dan Sisi tetapi kini Satria harus menelan kenyataan pahit bahwa Sisi akan digantikan oleh Mila.

__ADS_1


Mila tersenyum bahagia ketika mendengar bahwa diri nya dan Satria akan segera menikah.


"Akhirnya hal yang aku takutkan tidak akan terjadi", batin Mila disertai dengan senyum misterius tersungging dari bibirnya.


Satria segera kembali ke kamar nya ketika para tamu sedang sibuk menikmati hidangan yang tersedia. Dia tidak berselera untuk makan sedikit pun. Ibu nya yang melihat Satria menuju kamar nya meminta Rama untuk membawakan makanan Satria ke kamar nya.


Segera Rama menyusul Satria sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Kaka nya itu.


"Makan dulu kak , dari kemarin aku lihat Kaka belum makan", Rama meletakkan nampan diatas meja.


"Bawa lagi aja karena aku ga lapar", jawab Satria.


"Tapi Kaka harus makan kalau ga makan Kaka bisa sakit", Rama memaksa.


"Aku sudah hancur sejak kemarin Sisi meninggalkan Aku", ucap Satria lirih.


"Jangan menyerah begitu aja Kak, bisa aja nanti Kaka masih punya kesempatan kedua untuk bersama dengan Sisi", Rama mencoba memberi semangat pada Satria.


"Tapi Eyang sudah memutuskan bahwa Aku akan menikah dengan Mila", Satria merasa frustasi.


"Apapun bisa terjadi Kak, berdoa aja sama Tuhan jika Kaka hanya ingin Sisi sebagai pendamping hidup Kaka selamanya", Rama meyakinkan Satria.


"Makasih",


Rama memeluk Kakak nya. Kemudian dia segera keluar kamar memberikan waktu untuk Kaka nya sendiri memikirkan segala nya.





__ADS_1



^^jangan lupa like vote dan komen ya untuk karya pertama author ini..terima kasih readers^^😘😘😘😘


__ADS_2