Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Kesempatan beasiswa lagi


__ADS_3

Pagi ini Sisi bersiap menuju lokasi proyek yang sedang dia tangani. Sisi sudah lancar menyetir dan hari ini pertama kali nya dia akan menyetir mobil sendiri. Mobil Satria kemarin malam diantar ke apartemen Sisi karena pagi ini Satria ada tugas keluar kota selama dua minggu meninjau proyek baru nya disana.


Sisi mulai melajukan mobil menuju lokasi proyek yang berada di pinggir kota. Tiba tiba ponsel Sisi berdering ternyata panggilan dari Bos nya, dia segera menekan tombol jawab dan mendengarkan lewat headset.


"Selamat pagi Pak", ucap Sisi menjawab panggilan Bos nya.


"Pagi Sisi, kamu bisa ke kantor dulu sebelum ke lokasi proyek karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan", ucap si Bos.


"Oh baik Pak, saya menuju kantor sekarang".


Sisi memutus sambungan telepon dan melajukan mobilnya ke arah kantor sesuai instruksi Bos nya tadi.


Atasan Sisi seorang pria paruh baya yang masih berkharisma di usia nya. Pak Albert seorang yang baik dan sangat bijaksana oleh karena itu semua karyawan nya sangat menghormati nya tanpa terkecuali Sisi.


Perusahaan Sisi berkantor pusat di Australia. Dimana cabang yang di Jakarta ini di pimpin oleh Bos nya , seorang berkebangsaan Australia tetapi sudah sangat menguasai kebudayaan Indonesia karena dia menikah dengan seorang wanita berdarah Jawa, Solo.


Untuk perusahaan yang di Australia di kelola oleh Kaka si Bos yang dibantu oleh anak laki laki nya, Jonathan yang berusia terpaut lima tahun diatas Sisi.


Dua puluh menit berlalu dan Sisi sudah sampai di kantor nya. Segera dia menuju ruang kerja Pak Albert, mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Pak Albert mempersilahkan Sisi masuk dan menyuruh duduk di kursi di hadapan nya. Sisi sedikit merasa gugup saat duduk di hadapan Pak Albert sepagi ini.


"Maaf jadi merepotkan kamu harus ke kantor terlebih dahulu", Pak Albert membuka pembicaraan.


"Tidak apa apa Pak, sudah menjadi tugas saya menjalankan semua instruksi Bapak", jawab Sisi sopan.


Attitude Sisi yang sangat baik ditambah dengan otak nya yang cerdas membuat Sisi mendapat kepercayaan dengan cepat dari Bos nya.


"Perusahaan sedang membuka program beasiswa S2 bagi karyawan yang berpotensi dan berprestasi di London dan kebetulan juga kita akan membuka kantor cabang disana yang nanti nya akan di pimpin oleh anak saya Jonathan", Pak Albert mulai menjelaskan.


"Saya memperhatikan kinerja mu sebulan ini dan juga saya sudah lihat dan pelajari berkas berkas mu, oleh karena itu saya memilih kamu sebagai salah satu karyawan yang berhak menerima beasiswa ini. Nanti nya kamu akan kuliah disana dan tetap bekerja di kantor cabang kita yang di London", Pak Albert melanjutkan penjelasan nya.


Sisi sangat senang mendengar nya. Dia tidak menyangka kesempatan untuk belajar di luar negeri datang lagi padanya. Kali ini Sisi tidak ingin melepas kesempatan itu lagi.


"Terima kasih banyak atas kepercayaan yang bapak berikan untuk saya, dengan senang hati saya nemerima kesempatan ini Pak dan saya janji akan saya jalankan dengan sebaik baiknya", jawab Sisi tegas dan sopan.


"Baiklah, semua akan di urus dan kurang lebih satu bulan lagi kamu sudah bisa berangkat" ucap Pak Albert.


"Tapi bagaimana dengan proyek yang baru saya tangani pak ? " Sisi teringat proyek nya.


"Nanti akan dialihkan pada yang lain", jelas Pak Albert.


"Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan Pak, satu bulan lagi saya akan menikah jadi apa bisa keberangkatan saya ke London setelah saya menikah ? " tanya Sisi ragu ragu.


"Ah itu , tentu saja boleh Sisi. Kamu akan berangkat setelah acara pernikahan mu selesai", Pak Albert tersenyum meyakinkan Sisi.

__ADS_1


"Baik Pak terima kasih kalau begitu saya ke lokasi dulu", pamit Sisi.


Pak Albert mempersilahkan Sisi melanjutkan tugas nya berkunjung ke lokasi proyek yang baru.


Sisi merasa lega karena Bos nya mengizinkan dia berangkat ke London setelah menikah.


Sisi memikirkan tentang apa yang tadi disampaikan Pak Albert di sepanjang perjalanan nya menuju proyek. Dia sudah bertekad akan memberitahu pada Satria begitu Satria kembali dari tugas nya dari luar kota.


"Aku harus ambil kesempatan ini tidak boleh melepas lagi", tekad Sisi sudah bulat.


Sampai di proyek Sisi menjalankan tugas sebaik mungkin. Dia mengerahkan segala kemampuan terbaik nya untuk perusahaan nya. Sisi belajar keras di perusahaan ini karena nanti nya suatu hari dia bertekad untuk membangun perusahaan sendiri, impian nya bersama Satria sejak masih duduk di bangku SMA.


Sisi merasa dengan mengambil S2 di London adalah peluang yang sangat baik untuk dirinya memperdalam ilmu sebagai modal nanti nya dia membangun perusahaan impian nya. Tentu saja Sisi berharap Satria sangat mendukung nya kali ini.


Mengenai pernikahan nya dengan Satria sudah Sisi serahkan pada Ibu Satria untuk mengurus semua dibantu dengan Wedding organizer.


Baik Sisi dan Satria sama sama sibuk dengan pekerjaan menjelang hari pernikahan mereka. Ini akan membuat mereka sulit bertemu , beruntung Ibu nya bisa mengatur semua dengan baik.


Dan Sisi akan bertambah sibuk karena harus mempersiapkan juga segala hal yang berkaitan dengan kepindahan nya ke London dalam waktu dekat.


"Berikan jalan yang terbaik ya Tuhan, mudahkan segala urusan ku, baik urusan pernikahan maupun urusan pekerjaan dan studi ku nanti", doa Sisi kini di setiap sujud nya.


Malam hari diperjalanan nya dari kunjungan proyek Renata menelpon. Dia mengatakan ingin menginap di apartemen Sisi karena sedang banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Sisi.


Renata juga sedang sibuk dengan skripsi nya. Tetapi sejak kemarin Rama menyatakan perasaan nya dan niat nya untuk menikahinya, Renata mulai merasa pusing. Dia tidak bisa fokus dengan skripsi nya. Hati nya menjadi tidak menentu , akhirnya dia memutuskan untuk menemui Sisi di apartemen nya.


"Aku di perjalanan pulang, kurang dari 20 menit lagi aku sampai", jawab Sisi ketika Rena bertanya dirinya dimana.


"Baiklah, aku tunggu di apartemen ya", Renata memutus sambungan telepon nya.


"Aku merasa dia sedang tidak baik baik saja", batin Sisi.


Sisi mampir membeli makanan untuk dirinya dan Renata terlebih dahulu karena stok bahan makanan di kulkas nya kosong, dia belum sempat berbelanja.


Satria mengirim pesan ketika Sisi sedang menunggu pesanan makanan nya dibuatkan.


Satria,


lagi apa calon istri ku sayang ?


Sisi tersenyum membaca pesan dari Satria, sekarang dia menambah panggilan nya dengan kata kata "calon istri".


Sisi,


lagi beli makan, Rena mau nginep kebetulan bahan makanan habis.

__ADS_1


Satria,


jadi bawa mobil tadi ?


Sisi,


jadi sayang


Satria,


hati hati ya sayang jangan ngebut


Sisi,


siap bos 🥰


Satria,


kangen banget sama calon istriku 😘😘😘


Sisi,


cepet pulang..😁


istirahat, jgn lupa makan dan shalat


jgn capek capek juga


Satria,


siap bos sayang 😘😘😘


Sisi menyimpan ponsel nya karena makanan yang dia pesan sudah siap. Segera dia melanjutkan perjalanan menuju apartemen nya karena Renata sudah menunggu nya disana.







^^readers jangan lupa like vote dan komen nya ya supaya author tetap semangat terus nulisnya..makasih readers^^🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2