Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Restu dari Eyang


__ADS_3

Sisi memenuhi undangan makan malam dari orang tua Satria. Kedua orang tua Satria sangat senang atas kembali nya Sisi. Eyang yang berada di Jogja seketika langsung kembali ke Jakarta saat mendengar bahwa Sisi kembali.


Eyang ingin minta maaf pada Sisi dan menyatukan kembali cucunya dengan Sisi. Eyang sampai di rumah Satria ketika Sisi dan yang lain sedang berkumpul di taman belakang. Malam ini mereka mengadakan pesta barbeque di rumah Satria.


Ayah, Satria dan Rama sibuk memasak bahan bahan yang sudah di siapkan oleh Ibu dan Renata. Sisi bertugas menemani Farizz bermain. Satria merasa bahagia saat melihat Sisi dan Farizz sudah sangat akbrab, sudah terlihat seperti Ibu dan Anak.


"Kapan Farizz bisa tinggal bareng sama Mama dan Ayah ?", tanya Farizz polos.


"Nanti kalau Mama dan Ayah Farizz sudah menikah", jawab Eyang yang tiba tiba muncul.


Sisi menjadi gugup dan salah tingkah ketika Eyang menghampirinya. Dia tidak tau harus berbuat apa.


Sisi menatap Eyang ragu ragu. Dia takut Eyang akan kembali menyuruhnya pergi.


"Maafkan Eyang karena sudah melakukan kesalahan dengan memisahkan kamu dan Satria", ucap Eyang tulus.


"Ga apa apa Eyang, Sisi sudah melupakan semuanya", Sisi tersenyum.


"Eyang merestui hubungan mu dengan Satria, segeralah menikah dengan Satria karena dia sangat membutuhkan mu, Farizz juga membutuhkan seorang Ibu", Eyang tersenyum.


Sisi merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bahagia dan haru bercampur menjadi satu. Sisi masih tidak percaya kalau Eyang sudah menerima dan merestuinya. Sisi menangis dalam pelukan Eyang.


"Terima kasih Eyang", hanya itu yang bisa terucap dari bibir Sisi.


Makanan sudah siap, mereka berkumpul dan menyantap hidangan dengan lahap. Sisi dengan sabar menyuapi Farizz. Satria yang melihat Sisi sibuk menyuapi Farizz segera mendekati Sisi dan menyuapi Sisi.


Kedua orang tua Satria dan Eyang bahagia melihat pemandangan di depan mata mereka. Mereka berharap semoga Satria dan Sisi segera menikah dan hidup bersama.


Selesai makan, mereka masih berkumpul di taman belakang. Mereka membahas persiapan pernikahan Rama dan Renata. Farizz sudah tertidur dalam pangkuan Sisi.


"Biar ku antar Farizz ke kamar, kasian kamu berat kalau harus gendong Farizz lebih lama lagi", Satria mengambil alih Farizz dari pangkuan Sisi dan membawa ke kamar.


"Segeralah menikah dengan Satria setelah Renata dan Rama menikah", ucap Eyang pada Sisi.


"Nanti akan Sisi bicarakan dulu dengan Satria", jawab Sisi tersenyum malu.

__ADS_1


Tidak lama Satria sudah kembali dari mengantar Farizz ke kamar. Dan Eyang kembali mengulang perintah nya untuk menyuruh Satria segera menikah dengan Sisi.


"Iya Eyang nanti Satria bicarakan dulu dengan Sisi karena Satria belum tau apakah Sisi masih mau atau tidak menjadi istri Satria", jawab Satria sambil menatap dalam pada Sisi.


Sisi yang di tatap seperti itu, menjadi salah tingkah dan berusaha menghindari tatapan Satria dengan membuang pandangan ke segela arah.


"Kalian ini..Eyang ga mau tau pokoknya setelah Rama dan Renata menikah maka kalian harus segera mempersiapkan pernikahan kalian juga", ucap Eyang tegas.


Satria kembali menatap Sisi dalam, dia ingin mencari jawaban dari Sisi atas permintaan Eyang. Kembali Sisi merasa jantung nya seakan berhenti berdetak saat di tatap seperti itu oleh Satria.


"Kalau Sisi, terserah bagaimana Satria saja Eyang..kapan pun Satria meminta, Sisi siap", jawab Sisi tertunduk malu.


Satria tidak bisa mengungkap kan perasaan nya dengan kata kata ketika mendengar jawaban Sisi. Rasanya sangat lega seperti terbebas dari himpitan batu yang sangat berat.


Seketika itu juga Satria langsung berdiri dari duduk nya, menghampiri Sisi dan berlutut di hadapan Sisi. Di raih nya kedua tangan Sisi.


"Sisi Karenina Humaira Putri, detik ini di hadapan semua keluarga yang aku cintai, Aku dengan sepenuh hati meminta mu untuk menjadi istriku selamanya sampai maut memisahkan kita..Apakah kamu bersedia ?", tanya Satria tegas.


Sisi yang tidak menyangka Satria akan kembali melamar nya secepat ini hanya bisa mengangguk sambil meneteskan air mata bahagia.


Dulu ketika Sisi memutuskan pergi ke London, dia sudah mengubur semua impian masa depan yang dia rancang bersama Satria. Sisi merelakan Satria untuk wanita lain dan mencari kehidupan nya yang baru.


Tapi takdir nya berkata lain, Sisi kembali dipertemukan dengan Satria atas kehendak Tuhan. Dan kini dia sudah mendapatkan restu dari Eyang. Tidak ada lagi alasan bagi Sisi untuk tidak bahagia.


Eyang dan kedua orang tua Satria segera memberikan pelukan hangat pada Sisi dan Satria. Renata dan Rama juga melakukan hal yang sama. Renata sekarang bisa tenang karena sahabat nya yang sudah seperti saudara kandung baginya, kini sudah kembali pada cinta nya. Sisi sudah kembali mendapat kan kebahagiannya.


"Rena harap Kaka bisa menjaga Sisi dengan baik ya, selalu mencintai Sisi karena dengan begitu Rena jadi bisa fokus pada Rama dan calon anak anak Rena nanti", harapan Rena pada Satria.


"Kamu tenang aja, Kaka janji akan selalu menjaga dan mencintai Sisi, Kaka ga akan pernah nyakitin dia", janji Satria pada Rena.


"Malam ini kalian tidur disini aja ya, Ibu masih kangen sama kalian", ucap Ibu pada Sisi dan Rena.


"Iya Bu, apapun untuk Ibu pasti Sisi kabulkan", jawab Sisi sambil memeluk Ibu Satria.


Mereka membahas banyak hal termasuk persiapan pernikahan Satria dan Sisi juga. Tak terasa waktu menunjuk pukul dua belas malam. Mereka memutuskan kembali ke kamar masing masing dan melanjutkan pembahasan mereka esok hari.

__ADS_1


"Sayang, temui aku di balkon ya sebentar saja", Satria berbisik pada Sisi kemudian segera berlalu.


Renata sudah masuk kamar terlebih dahulu, begitupun dengan Rama. Sementara Sisi menuju balkon di lantai dua karena Satria tadi meminta nya kesana. Satria sudah menunggu Sisi.


"Ada apa memintaku kesini hah ?", tanya Sisi.


Satria meraih tangan kiri Sisi lalu menyematkan sebuah cincin berlian dengan batu berwarna biru di tengah nya.


"Cantik banget, makasih ya sayang", ucap Sisi terharu.


"Besok aku akan kembalikan semua barang barang yang kamu tinggalkan sewaktu pergi, aku ingin kamu kembali menerima semuanya", Satria mengingatkan Sisi pada semua yang pernah dia tinggalkan.


"Aku minta maaf sudah membuat mu repot dan sudah menyakitimu", Sisi kembali menangis menyesali kebodohan nya.


Satria segera membawa Sisi ke dalam pelukan nya. Menyalurkan rasa hangat dan kekuatan bagi Sisi.


"Jangan di ingat lagi, yang penting sekarang kamu sudah kembali buat aku..Aku sangat butuh kamu dan Farizz juga butuh kamu", Satria menenangkan Sisi.


Satria menyentuh bibir Sisi lembut dan mereka berciuman cukup lama. Mengalirkan rasa hangat pada masing masing. Menyatukan kekuatan agar mereka tidak rapuh dan merasa sakit lagi.


Satria mengantar Sisi ke kamar dan dia pun menuju kamar nya sendiri setelah itu.







^^jangan lupa like vote dan komen nya supaya author tetap semangat menulis..maafkan jika masih banyak kesalahan karena ini karya pertama author dan author masih dalam tahap belajar^^


terima kasih banyak atas dukungan nya..

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2