
Sisi baru saja pulang dari sekolah, ketika dia masuk ke dalam rumah betapa kaget nya Sisi melihat ada 1 tas kain dan 1 buah koper besar tergeletak di ruang tamu. Kedua barang itu adalah milik Sisi.
"Sisi silahkan bawa kedua barang kamu itu dan pergi lah dari hidup kami, tinggalkan rumah ini karena kami sudah tidak ingin tinggal bersamamu lagi", Kakak ayah nya dan kedua anaknya tiba tiba saja mengusir Sisi dari rumah nya.
"Kalian tidak berhak mengusirku dari rumah orang tua ku", jawab Sisi dengan tegas.
"Rumah ini sekarang sudah menjadi milik kami jadi kami berhak mengusirmu dari sini", kakak ayahnya menjawab sambil menunjukkan surat rumah yang sudah teratas nama dirinya.
"Ga mungkin bisa begini", ucap Sisi dengan air yang mata sudah menetes di pipi nya.
Kedua tas Sisi sudah dilemparkan keluar oleh dua orang saudaranya kemudian mereka menarik Sisi untuk segera keluar dari rumah itu.
Sisi mengambil koper dan tas nya lalu pergi dari rumah itu dengan air mata yang tiada henti mengalir. Sekarang Sisi bingung ga tau harus kemana. Dia berjalan terus tanpa tujuan, yang jelas dia menjauh dari rumah itu, rumah peninggalan orang tua nya yang kini sudah dikuasai oleh keluarga nya yang tidak punya hati dan serakah.
Menjelang magrib, Sisi masih duduk diam di halte bus tidak jauh dari sekolah nya, dia bingung harus pergi kemana. Tiba tiba sebuah mobil berwarna kuning berhenti tepat di depan Sisi. Kaca jendela dibuka oleh pemilik mobil yang ternyata adalah Renata.
"Sisi ngapain duduk di sini, terus kenapa bawa bawa koper dan tas ?" Renata bertanya dari dalam mobil. Tidak ada jawaban dari Sisi, hanya air mata yang mengalir dari pipinya yang mulus.
Renata kemudian keluar dari mobilnya dan menghampiri Sisi. "Apa yang terjadi ?" Dia bertanya sambil memeluk Sisi.
"Aku di usir dari rumah oleh Bibi dan anak anak nya", Sisi menjawab dengan terbata bata disertai isakan.
"Ikut aku aja yuk ke rumah, tenangin diri kamu dulu di rumah aku", Renata mengajak Sisi ke rumah nya. Dia memasukkan koper dan tas Sisi ke dalam bagasi lalu menuntun Sisi masuk ke dalam mobilnya. Mobil Renata pun meninggalkan halte bus, melaju menuju rumah nya.
Tidak ada percakapan apa pun selama perjalanan menuju rumah Renata. Sebotol air mineral di ulurkan oleh Renata kepada Sisi.
"Minum dulu supaya kamu merasa lebih baik", ucap Renata.
"Terima kasih Ren", Sisi mengambil botol air mineral dari tangan Renata. Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Renata.
"Mang Ujang tolong bawain barang barang temen aku ke kamar ya", Renata meminta bantuan kepada penjaga di rumah nya untuk membawakan koper dan tas Sisi ke dalam rumah. "
__ADS_1
Baik non Rena", jawab mang ujang.
"Bersih bersih aja dulu lanjut shalat magrib nanti habis itu kita turun makan ya", Renata berkata sambil memberikan handuk kepada Sisi.
Dia pun mengambil sebuah handuk juga dan pakain ganti lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Aku mandi di kamar mandi bawah, kamu mandi aja di kamar mandi ini ya", ucap Renata pada Sisi sambil berlalu keluar kamarnya.
Sisi mengambil baju ganti nya dari koper lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia masih tidak bisa menyangka dengan apa yang sudah dilakukan keluarga ayahnya terhadap diri nya. Sekarang dia harus bagaimana dan harus tinggal dimana, Sisi mandi sambil terus memikirkan apa yang harus dia lakukan.
Sesudah mandi dan shalat magrib, Sisi dan Renata makan malam bersama. Selesai makan Renata mengajak Sisi kembali ke kamar. Renata meminta Sisi menceritakan kejadian nya dari awal dan dia merasa geram atas perlakuan keluarga Sisi.
"Rencamu ke depan bagaimana ?" tanya Renata.
"Sebenarnya aku tidak keberatan kalau kamu tinggal di sini bersamaku, orang tua ku pasti akan setuju dan sangat senang karena aku jadi punya teman di sini",
Renata menawarkan Sisi untuk tinggal bersama dengan nya.
Sisi menolak tinggal di rumah Renata karena tidak ingin merepotkan.
"Kamu tenang saja Rena, aku pasti akan baik baik saja kok ke depan nya", Sisi tersenyum meyakinkan Renata untuk tidak perlu mencemaskan nya.
Saat mereka susah akan tidur, tiba tiba hp Sisi bergetar, dia melihat ada pesan masuk dari Satria.
Satria
malam, sudah tidur belum ?
Sisi
baru aja mau tidur
__ADS_1
Satria
ya sudah lanjut tidur, maaf ganggu
Sisi
ga apa apa, ga ganggu kok
Satria
Nite..nice dream
Sisi
makasih
Dan Sisi pun akhirnya menyusul Renata yang sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi.
☆
☆
☆
☆
☆
^^readers mohon di bantu like dan vote nya ya untuk author pemula ini dengan karya pertama nya yang masih banyak salah tapi selalu berusaha diperbaiki^^
^^terima kasih readers^^😚😚😚
__ADS_1