
Malam hari setelah selesai membersihkan diri, Rama menelpon Renata. Dia menceritakan kejadian hari ini yang menimpa Satria. Renata memang sengaja tidak menghadiri pernikahan Satria dan Mila karena dia tidak merestui hubungan Satria dengan Mila. Bagi Rena, hanya Sisi lah yang berhak mendapatkan cinta Satria dan menjadi istrinya.
Sementara itu Satria segera menghubungi sahabat nya ketika di SMA yang kini sudah menjadi pengacara, Arya. Satria meminta bantuan Arya untuk segera mengurus perceraian nya dengan Mila.
"Lo serius Bro..hari ini baru menikah dan hari ini juga langsung menjatuhkan talak ? " , tanya Arya masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Satria menceritakan semua yang terjadi pada Arya secara detail termasuk perihal kepergian Sisi.
"Lo jangan nyerah Bro, kalau Sisi memang jodoh Lo pasti dia akan kembali", Arya memberi dukungan untuk Satria.
Semua berkumpul di meja makan untuk sarapan kecuali Satria. Dia hanya pamit pada kedua orang tua nya dan juga Rama untuk segera berangkat ke kantor. Satria tidak merespon keberadaan Eyang nya.
Eyang menatap kepergian Satria dengan sendu. Kini dia sangat merasa bersalah pada cucu nya itu dan juga pada Sisi.
"Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku, Aku akan menanggung penyesalan nya sampai aku mati", ucap Eyang lirih.
"Ibu ga boleh berkata seperti itu. Satria itu cucu Ibu nanti pasti dia akan memaaafkan Ibu sekarang ini dia hanya sedang kecewa, Ibu sabar dulu ya", Ibu Satria berkata untuk menenangkan Eyang.
"Sekarang kita sarapan dulu", ajak Ayah.
Dalam perjalanan menuju kantor, Satria mengendarai mobilnya sambil memikirkan kejadian kejadian yang menimpa nya dalam beberapa hari ini.
Mulai dari kepergian Sisi dan kejadian dimana dia harus menikah dengan Mila secara terpaksa sampai pada kehamilan Mila yang terungkap di hari pernikahan nya yang membuat Satria menjadi duda di hari yang sama dengan hari pernikahan nya.
"Mengapa segala nya harus menimpa ku Tuhan, apa rencanamu di balik semua ini", batin Satria.
Di rumah sakit...
Mila sudah di izinkan pulang pagi ini. Sejak tadi malam dia siuman dari pingsan nya, Mila hanya diam tak bicara sepatah kata pun. Dia sudah diberitahu oleh kedua orang tua nya bahwa Satria telah menjatuhkan talak ketika mengetahui Mila hamil dengan pria lain.
Dia tidak bisa menjawab pertanyaan keluarga nya tentang siapa ayah dari anak yang dia kandung karena Mila juga tidak tau yang mana sebab dia melakukan nya dengan beberapa pria.
__ADS_1
Mila memaki kebodohan diri nya sendiri yang tiba tiba pingsan. Tadi nya Mila pikir setelah Satria menikahi nya maka anak nya akan terlahir mempunyai seorang Ayah tetapi semua jadi berantakan karena dia pingsan.
Sekarang Mila membenci anak yang dia kandung. Mila melimpahkan semua kesalahan pada anak dalam kandungan nya. "Aku akan segera menyingkirkan mu", ucap Mila pada anak dalam kandungan nya.
Satu bulan berlalu....
Surat keputusan pengadilan mengenai perceraian Satria dan Mila sudah keluar. Kini Satria dan Mila sudah resmi bercerai. Kini Satria resmi berstatus sebagai seorang duda.
Selama sebulan Satria tidak berhenti mencari keberadaan Sisi. Ayah juga membantu mencari Sisi tetapi semua usaha belum menunjukkan hasil.
Eyang semakin merasa bersalah melihat kondisi cucu nya sekarang. Tidak ada lagi senyum hangat yang Eyang lihat tersungging dari bibir cucu nya seperti ketika Sisi belum pergi.
Satria menjadi seorang yang sangat dingin. Tatapan mata yang selalu tajam dan mematikan selalu dia berikan bagi siapa saja yang melihat nya. Dia menenggelamkan dirinya dengan pekerjaan dan tetap mencari keberadaan Sisi setiap hari nya.
Satria akan selalu pulang ke rumah ketika hari sudah larut dan pagi pagi sekali dia sudah berangkat ke kantor. Ibu nya mulai khawatir melihat kondisi Satria yang seperti itu.
"Ayah, semakin hari Satria semakin dingin dan menyendiri, Ibu khawatir", ucap Ibu pada Ayah ketika mereka sedang makan malam.
"Apa Ayah masih belum mendapat petunjuk tentang keberadaan Sisi ? " , tanya Ibu.
"Belum Bu , tapi Ayah masih terus cari info", jawab Ayah.
"Sisi..kamu dimana Nak , Ibu harap kamu baik baik saja dan segera kembali ya Nak", ucap Ibu dalam hati.
Pukul sebelas malam Satria pulang ke rumah. Dia segera naik ke lantai dua menuju kamar nya. Ibu yang baru saja selesai mengambil minum di dapur, melihat anak nya melintas menuju lantai dua.
Segera Ibu nya menyusul Satria ke kamar. Di ketuk nya pintu kamar oleh Ibu namun tidak ada jawaban, ternyata pintu kamar belum di kunci dan langsung saja Ibu masuk.
Satria sedang bersandar di sofa dalam kamar nya. Ibu segera menghampiri dan duduk di sebelahnya.
"Jangan terlalu kecapean Nak, Ibu khawatir nanti kamu sakit", ucap Ibu memandang iba pada anak nya.
__ADS_1
"Aku akan baik baik aja Bu, ga usah terlalu mengkhawatirkan aku", jawab Satria memandang ke langit langit kamar nya menahan air mata agar tidak jatuh.
"Apa Sisi ga rindu sama aku ya Bu , apa Sisi ga peduli lagi kalau aku butuh dia".
"Kamu harus inget Nak, Sisi pergi karena dia terlalu mencintai mu dan keluarga kita. Dia mengalah demi keutuhan dan kebahagiaan kita", Ibu berusaha memberi semangat pada Satria.
"Tapi kebahagiaan aku adalah dia dan aku ga bisa tanpa dia", Air mata Satria kembali menetes tanpa bisa dia bendung lagi.
"Jangan pernah menyerah ya Nak, berdoa pada Tuhan supaya cintamu kembali", Ibu keluar dari kamar Satria supaya anak nya bisa istirahat.
Satria segera menuju kamar mandi , membersihkan diri nya dan berwudhu. Dia shalat dan berdoa minta supaya Sisi nya di kembalikan.
Satria selalu tertidur dalam keadaan menangis sejak Sisi pergi. Hampir setiap malam dia bermimpi tentang Sisi yang berdiri di ujung jalan namun ketika Satria sudah mendekat maka Sisi menghilang begitu saja. Setelah nya Satria akan terbangun dan tidak bisa memejamkan mata lagi sampai tiba waktu subuh.
"Aku mohon kembali sayang, aku mati tanpa mu", ucap Satria lirih.
Eyang yang merasa bersalah pada Satria dan Sisi kini sedang berusaha juga mencari keberadaan Sisi. Dia meminta bantuan beberapa rekan bisnis nya yang berada di luar negeri, kalau saja mungkin ada yang melihat Sisi.
Satria sudah mencoba menanyakan tentang Sisi ke kantor nya , namun bagian HRD mengatakan bahwa Sisi mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan ingin menjadi ibu rumah tangga setelah menikah. Hal ini membuat harapan Satria makin tipis , tadi nya dia sempat berharap bahwa akan mendapat sedikit petunjuk dari kantor tempat Sisi bekerja.
☆
☆
☆
☆
☆
^^mohon dukungan nya para readers..bantu like vote dan komen..terima kasih banyak^^🥰🥰🥰
__ADS_1