Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Pernyataan Cinta Jonathan


__ADS_3

Enam bulan berlalu sejak Sisi bertemu Farizz di London. Bayang bayang wajah anak kecil itu masih sering melintas dalam benak Sisi. Dia masih penasaran dengan orang tua Farizz.


Sejak enam bulan yang lalu juga Sisi merasa ingin kembali ke Indonesia. Dia sudah menyiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi jika dia kembali. Sisi sudah siap jika dia bertemu lagi dengan Satria.


"Aku siap jika nanti bertemu Satria dengan kondisi dia sudah bahagia bersama istri dan anak anak nya", batin Sisi.


Saat makan siang bersama dengan Jonathan sepulang nya mereka bertemu klien, Sisi mengutarakan maksud nya yang sudah lama dia pikirkan.


"Kak, ada hal yang ingin aku bicarakan", ucap Sisi.


"Bicara aja", jawab Jonathan santai.


"Aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan dan pulang ke Indonesia", Sisi berkata dengan serius.


"Kenapa ?", tanya Jonathan kaget dengan ucapan Sisi.


"Aku merasa tempatku bukan di sini Kak, Aku ingin pulang", jawab Sisi.


Jonathan yang tidak siap dengan keinginan Sisi merasa tidak tau harus bersikap bagaimana. Tapi satu hal yang pasti adalah Jonathan ingin Sisi tau perasaan nya pada Sisi, setelah itu terserah apakah Sisi menerima atau menolaknya.


"Sisi..sebenarnya sejak kita bertemu Aku sudah jatuh hati padamu. Semakin kita dekat semakin aku mencintaimu tapi Aku tau masa lalu mu dari Papa sebelum mendengar langsung darimu. Karena Aku tau masa lalu mu maka Aku tidak berani menyatakan cintaku karena Aku tau pasti kamu butuh waktu untuk sendiri dulu", Jonathan berkata dengan gugup.


"Sekarang saat kamu minta izin untuk kembali ke Indonesia, Aku merasa kamu perlu tau bahwa sebenarnya aku mencintaimu sebagai seorang wanita bukan sebagai seorang adik seperti yang selama ini terjadi antara kita", lanjut Jonathan.


Sisi tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Lama dia menatap Jonathan untuk mencari kebenaran dan ternyata Jonathan memang tidak berbohong.


Sisi merasa bersalah karena tidak bisa membalas cinta Jonathan untuk nya. Sampai saat ini Sisi tidak bisa mencintai laki laki manapun selain Satria.


Sisi hanya menyayangi Jonathan sebagai seorang Kaka, tidak lebih dari itu. Jonathan pun tau hal itu. Dia tau Sisi masih sangat mencintai Satria sampai detik ini.


"Maaf Kak..pasti Kaka sudah tau kalau Aku hanya bisa menyayangi mu sebagai seorang Kaka, tidak lebih", ucap Sisi merasa bersalah.


"Terima kasih karena selama ini Kaka sudah menjaga ku dengan sangat baik. Aku ga akan pernah bisa lupa kalau punya seorang Kaka sebaik Kak Jo".


"Apakah tidak bisa jika Aku meminta mu untuk tetap tinggal di sini bersamaku", Jonathan mencoba menahan Sisi.


Sekarang Sisi semakin yakin untuk kembali ke Indonesia guna menghindari Jonathan. Sisi tidak ingin Jonathan selalu berharap padanya sementara Sisi jelas jelas tidak bisa membalas perasaan Jonathan.


"Maaf Kak..Aku ga bisa", Sisi menolak dengan halus.


"Baik lah, Kaka mengerti..tapi sebelum kamu resign Kaka minta dibantu carikan dulu serketaris untuk menggantikan mu", pinta Jonathan.


"Iya baik Kak, akan Sisi bantu", Sisi menyetujui.

__ADS_1


Dua minggu berlalu..


Jonathan masih belum mendapatkan seorang serketaris pengganti Sisi yang cocok menurutnya. Sudah lebih dari sepuluh orang pelamar yang diajukan oleh bagian HRD tapi belum ada yang cocok bagi Jonathan.


Sisi juga sudah ikut merekomendasikan beberapa kandidat tetapi Jonathan masih menolak semua yang Sisi ajukan.


Sisi berjalan tergesa gesa keluar dari lift hendak menuju parkiran. Tanpa sengaja dia menabrak seorang wanita hingga terjatuh.


Dengan sigap Sisi membantu wanita yang jatuh itu dan segera minta maaf. Sisi dan wanita itu sama sama terkejut ketika mereka saling bertatapan..


"Sisi..".


"Kak Vita..".


ucap mereka bersamaan..


Wanita yang di tabrak Sisi adalah Vita, senior nya ketika di kampus dan juga merupakan kekasih Bara, sang ketua Osis yang dulu pernah jatuh hati pada Sisi.


"Ga nyangka banget kita bisa ketemu lagi di sini", ucap Vita gembira.


"Iya Kak..ngomong ngomong Kak Vita mau kemana ?", tanya Sisi.


"Aku mau melamar pekerjaan di kantor ini, kebetulan ada lowongan jadi serketaris pemilik perusahaan katanya", jawab Vita.


Sisi menarik tangan Vita menuju ruangan Jonathan dengan semangatnya.


"Kali ini Kak Jo harus menerima, ga bisa mengelak lagi", ucap Sisi.


Vita yang tidak paham maksud perkataan Sisi, hanya bisa pasrah mengikuti kemana Sisi mengajak nya.


Sisi mengetuk pintu ruangan Jonathan dan segera masuk ketika Jonathan menyahut dari dalam.


"Permisi Kak, Sisi kesini membawa calon serketaris baru untuk Kak Jo. Kenalkan ini Kak Vita, dia adalah senior Sisi sewaktu di kampus di Indonesia", jelas Sisi pada Jonathan.


Jonathan memperhatikan Vita sekilas. Lalu mempersilahkan Sisi dan Vita untuk duduk.


"Saya Jonathan", ucap nya memperkenalkan diri.


"Saya Vita", balas Vita menyambut uluran tangan Jonathan.


"Silahkan perkenal kan diri mu dan persentasikan pengalam kerja sebelum nya", perintah Jonathan.


"Nama saya Vita, usia 25 tahun. Saya pernah menikah tetapi hanya satu bulan saja karena suami saya meninggal kecelakaan tepat satu bulan usia pernikahan kami. Saya pernah bekerja di perusahaan properti di Jakarta tetapi saya memutuskan resign dan ingin mencoba keberuntungan di kota ini karena jika tetap di Jakarta saya sulit melupakan almarhum suami saya", Vita menjelaskan tentang dirinya sesuai yang Jonathan pinta.

__ADS_1


Sisi cukup terkejut ketika mendengar suami Vita meninggal. Dia langsung terbayang wajah Bara. Vita yang memperhatikan ekspresi Sisi langsung mengerti bahwa Sisi pasti ingin tau apakah suami yang Vita maksud adalah Bara atau bukan.


"Aku menikah dengan Bara setahun yang lalu", ucap Vita.


"Ya Tuhan, itu artinya Kak Bara...", Sisi tidak bisa melanjutkan kata kata nya.


"Iya", jawab Vita lirih..


"Maaf ya Kak, Sisi benar benar ga tau kalau Kak Bara meninggal..Sisi turut berduka cita dan maafkan jika Sisi mungkin pernah menyakiti Kak Bara dan Kak Vita juga", ucap Sisi masih sulit menerima apa yang dia dengar.


"Kamu ga pernah salah, Bara yang ga bisa berbesar hati menerima kekalahan nya", Vita tersenyum tulus.


Jonathan hanya mendengarkan dua wanita di depan nya membahas seseorang yang bernama Bara, yang tidak dia kenal.


"Nanti akan ku tanyakan pada Vita lebih detail", batin Jonathan.


"Apa kamu mau Vita yang menjadi serketaris Kaka, menggantikan mu ?", tanya Jonathan pada Sisi.


"Iya Kak..Sisi rasa Kak Vita adalah orang yang cocok", jawab Sisi yakin dan tegas.


"Baiklah, kamu bisa lanjutkan tugas mu dan Vita biar di sini dulu bersama Kaka".


"Siap Kak..Sisi permisi dulu", segera Sisi meninggalkan ruangan Jonathan.


"Sisi adalah serketaris saya dan sudah saya anggap seperti adik sendiri. Tapi dia ingin kembali ke Indonesia oleh karena itu saya mencari orang untuk menggantikan posisi nya sebagai serketaris", jelas Jonathan.


Vita mengangguk paham. Tapi Vita juga paham arti tatapan Jonathan pada Sisi bukan hanya sekedar tatapan Kaka yang menyayangi adiknya tetapi ada cinta yang besar di dalam tatapan itu.


"Lagi lagi aku berurusan dengan laki laki yang mencintai Sisi, gadis cantik berhati malaikat", ucap Vita dalam hati.







^^jangan lupa like, vote dan komen..^^🥰🥰🥰


Jonathan,

__ADS_1



__ADS_2