Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Kehidupan baru Satria..


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Satria kini sudah tidak bekerja lagi di kantor nya. Berkat kerja keras nya kini Satria sudah berhasil mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan bangunan. Perusahaan impian Sisi yang ingin dia wujudkan sejak dahulu.


Perusahaan Satria membangun sendiri unit unit rumah dan ruko lalu menjual langsung ke konsumen. Dia membangun beberapa kawasan real estate yang sedang banyak diminati oleh masyarakat. Meski tergolong perusahaan baru tapi nama nya sudah cukup di kenal luas.


Pak Albert memiliki lahan yang cukup luas di pinggir Ibu Kota. Dia ingin membangun kawasan real estate disana. Pak Albert tertarik dengan profil perusahaan Satria dan menawarkan kerja sama dengan Satria.


Karena kondisi kesehatan nya yang kurang baik, kini Pak Albert berada di London. Dia dan juga istrinya tinggal bersama dengan Jonathan. Pak Albert sedang melakukan pengobatan di London.


Lewat asisten nya Pak Albert meminta Satria untuk datang ke London guna membahas kerja sama mereka lebih lanjut. Dan Satria menyetujui hal tersebut.


Di sinilah Satria kini berada. Untuk pertama kali nya dia menginjakkan kaki di kota London. Dia mengajak Farizz ikut ke London. Anak itu kini sudah berusia empat tahun. Farizz tumbuh menjadi anak laki laki yang tampan dan cerdas.


Meski bukan anak kandung Satria tetapi karakter dan wajah Satria melekat pada sosok Farizz. Hal ini mungkin karena sejak bayi dia sudah di rawat oleh Satria.


Satria datang ke London bersama Farizz dan Rama yang sekarang menjadi asisten nya. Setelah Rama lulus kuliah, dia sempat bekerja di perusahaan Ayah nya namun sejak Satria membuka perusahaan, dia bekerja pada Kaka nya. Satria hanya ingin adik nya yang mendampingi nya karena adik nya bisa diandalkan dan di percaya.


Satria menginap di hotel yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari kantor Pak Albert, hal ini untuk memudahkan mereka mengatur pertemuan.


Sore ini jadwal pertemuan mereka. Pak Albert di dampingi oleh Jonathan dan asisten nya. Sisi tidak ikut menemani karena dia mewakili Jonathan untuk melakukan meeting juga dengan klien mereka yang lain.


Satria sama sekali tidak mengetahui bahwa Sisi bekerja pada perusahaan Pak Albert yang berada di London sebagai serketaris Jonathan. Sisi dan Jonathan pun tidak tau jika klien Pak Albert yang datang dari Jakarta adalah Satria.


Hanya Pak Albert yang tau karena Sisi pernah menyebutkan nama Satria dulu pada Pak Albert sebelum dia pindah ke London dan Pak Albert masih mengingat nya. Sengaja Pak Albert meminta Sisi mewakili Jonanthan untuk bertemu klien mereka yang lain agar Sisi dan Satria tidak bertemu.


Satria datang bersama Rama. Sementara itu Farizz tetap berada di hotel. Dia menitipkan Farizz pada tempat bermain anak yang di sediakan oleh hotel tempat mereka menginap.


"Farizz ga boleh kemana mana sampai Ayah datang menjemput lagi ya", pesan nya pada Farizz.


"Baik Ayah", jawab Farizz mengerti.

__ADS_1


Pertemuan Satria dengan Pak Albert cukup lama karena ada banyak hal yang perlu mereka bahas.


Pak Albert sekalian mengajak Satria dan Rama makan malam bersama.


Sementara itu Sisi sudah kembali dari pertemuan dengan klien. Dia kembali ke kantor karena ponsel nya tadi tertinggal di laci meja kerja nya.


Farizz yang merasa bosan di tempat bermain, pergi keluar untuk melihat lihat sekitar hotel. Petugas di tempat bermain itu tidak menyadari kepergian Farizz. "Ayah dimana ya, lama sekali belum kembali", ucap Farizz lirih.


Farizz tertarik dengan gedung bertingkat yang terletak di sebrang hotel tempat nya menginap. Gedung itu memiliki taman dengan air mancur mini yang menarik perhatian Farizz. Dia segera menuju kesana. Farizz duduk di sebuah bangku yang terdapat di depan air mancur, di bawah langit kota London yang sudah gelap. Hanya cahaya lampu taman yang menerangi.


Cukup lama Farizz di sana dan dia kembali teringat pada Ayah dan Om nya yang belum kembali. Farizz mulai mengantuk dan kini dia menangis ketakutan. Sisi melihat sosok Farizz yang sedang menangis sendirian di kursi taman ketika dia hendak menuju mobil nya yang terparkir di area halaman gedung kantor nya, tidak berapa jauh dari tempat Farizz berada.


Segera Sisi menghampiri dan berjongkok di hadapan Farizz. Jantung Sisi berdetak lebih cepat ketika melihat wajah Farizz dari dekat yang mengingatkan nya pada Satria.


"Wajahnya seperti anak dari Indonesia dan kenapa bisa mirip dengan Satria", batin Sisi.


Dia mencoba mengajak Farizz bicara dengan bahasa Indonesia.


"Dimana orang tua mu ? ", tanya Sisi lagi.


Farizz menatap Sisi lekat. Dia seperti pernah melihat wajah Sisi tapi dia lupa dimana.


"Ayah dan Om sedang bekerja dan aku tidak punya Ibu", jawab Farizz dengan bahasa Indonesia juga.


"Ahh ternyata benar anak ini dari Indonesia", batin Sisi.


"Kamu tinggal dimana ? ", Sisi kembali bertanya.


"Di hotel itu", tunjuk Farizz ke arah hotel tempat nya menginap.

__ADS_1


"Farizz lapar tante", ucap nya lirih.


"Ahh ya ampun kasian sekali, ayok tante belikan makanan yang Farizz mau", Sisi segera menggandeng tangan Farizz menuju food court yang tidak jauh dari kantornya.


Dalam hati nya Sisi mengutuk orang tua yang lalai sekali meninggalkan anak nya yang masih kecil seorang diri di negara orang hanya demi mengurus pekerjaan.


Sementara itu, Satria dan Rama sudah kembali dari pertemuan dengan Pak Albert. Mereka segera menjemput Farizz di tempat bermain tetapi Farizz tidak ada. Satria mulai panik ketika penjaga mengatakan mereka tidak menemukan anak nya di dalam.


Satria meminta petugas hotel untuk mengecek CCTV dan ternyata terlihat Farizz keluar dari gedung hotel tersebut. Langsung saja Satria dan Rama segera mencari anak nya di luar gedung.


Farizz yang merasa sudah kenyang kini minta diantar kembali ke hotel. Dengan senang hati Sisi mengantar nya ke hotel tempat nya menginap.


Sisi sampai di resepsionis dan mengatakan pada resepsionis bahwa dia menemukan Farizz di taman di depan kantor nya. Sisi ingin meminta izin untuk menunggu orang tua Farizz di lobi.


Ponsel nya tiba tiba berbunyi, panggilan masuk dari Jonathan. Sisi diminta untuk segera kembali ke kantor karena ada yang ingin di bahas.


Akhirnya Sisi menitipkan Farizz pada resepsionis hotel karena dia harus segera kembali ke kantornya.


Satria dan Rama sudah cukup lama mencari Farizz namun mereka tidak menemukan. Rama mengajak Kaka nya untuk kembali dulu ke hotel dan nanti mencoba minta bantuan pihak hotel agar diberi petunjuk harus melapor kemana.


Satria melangkah gontai memasuki lobi hotel. Pikiran nya menerawang jauh tentang anak nya yang hilang. Dia takut hal buruk terjadi pada anak nya.





__ADS_1



^^readers jangan lupa selalu dukung karya pertama author ini ya..like vote dan komen ya..terima kasih^^😘😘😘😘


__ADS_2