Sisi, Jodoh Yang Tertunda

Sisi, Jodoh Yang Tertunda
Bertemu Bara lagi


__ADS_3

Sepulang nya liburan dari Malang, kini Sisi sudah siap dengan aktifitas nya seperti biasa. Pagi pagi sekali dia sudah ada di kampus. Sisi menuju perpustakaan dengan langkah cepat karena ada buku yang harus dia cari.


Tiba tiba langkah nya terhenti di ujung lorong tempat perpustakaan berada. Seorang laki laki dan seorang gadis berjalan ke arah Sisi dengan ekspresi seperti kedua nya baru saja habis bertengkar. Wajah laki laki itu terlihat jelas oleh Sisi sehingga membuat Sisi menghentikan langkah nya.


Menyadari ada seorang yang sedang berhenti dan menatapa ke arahnya, Bara reflek menengok ke arah orang tersebut. Mata nya beradu dengan mata Sisi dan langkah nya terhenti saat tepat berada di hadapan Sisi. Mereka saling menatap, sibuk dengan pikiran masing masing. Cukup lama mereka terdiam, sampai akhirnya Bara tersadar saat gadis yang tadi berjalan bersama memangil namanya.


"Bara kenapa berhenti dsini sih", ucap gadis itu kesal.


"Sisi ya ? " tanya Bara gugup dan mengabaikan gadis yang tadi bersamanya.


"Hai, Kak Bara", jawab Sisi berusaha bersikap biasa saja.


"Kamu duluan aja, aku ada urusan sebentar", ucap Bara pada gadis yang tadi bersamanya.


"Itu kan gadis yang pernah aku tabrak ga sengaja di lorong", batin gadis tadi yang tetap berdiri disana menatap Sisi dan Bara bergantian.


"Aku permisi", tiba tiba Sisi beranjak pergi meninggalkan Bara dan gadisnya. Seketika bayang wajah Satria hadir di hadapan Sisi dan membuat nya tersadar untuk segera berlalu dari hadapan Bara.


"Jadi dia Sisi, gadis yang bikin kamu belum bisa move on sampai detik ini", ucap Vita.


Vita adalah kekasih Bara, mereka menjalin hubungan sejak awal masuk kuliah. Salah satu teman Bara mengenalkan nya pada Vita dan beberapa waktu kemudian mereka menjalin hubungan.


Vita kebetulan berada satu fakultas dengan Sisi. Dia pernah tidak sengaja menabrak Sisi di lorong beberapa waktu lalu. Pantas saja waktu itu berasa kayak pernah lihat wajahnya tapi Vita lupa dimana, dan sekarang Vita baru ingat kalau pernah menemukan foto Sisi tersimpan di galeri HP Bara.


"Aku udah berusaha untuk ngelupain dia", jawab Bara sambil berlalu dari hadapan Vita.


Sekarang Bara tau ternyata Sisi juga mengambil jurusan teknik secara spesifiknya teknik apa Bara belum tau.


Perasaan yang sudah susah payah Bara kubur selama ini, tiba tiba muncul begitu saja ketika bertatapan dengan Sisi lagi secara langsung.


Sejak kejadian dulu Bara berkelahi dengan Satria, Sisi membangun tembok pembatas yang sangat tinggi antara dirinya dan Bara. Komunikasi mereka hanya sebatas terkait hal hal yang berhubungan dengan OSIS saja. Bahkan untuk minta maaf pun Bara tidak di beri kesempatan oleh Sisi.


Empat tahun berlalu, namun Bara belum bisa untuk benar benar merelakan Sisi. Bagi Bara, selama Sisi belum menjadi istri seseorang, maka Bara masih punya kesempatan walau pun kecil.


"Aku akan mulai memperbaiki hubungan dengan Sisi, setidak nya untuk menjadi teman nya lagi", ucap Bara dalam hati.


Vita yang menyaksikan tatapan Bara terhadap Sisi tadi, sangat yakin kalau Bara masih menyukai Sisi.


"Aku harus bicara dengan gadis itu", batin Vita.


Dia memutuskan menyusul Sisi ke dalam perpustakaan.


Vita menghampiri Sisi yang sedang membaca sebuah buku di meja panjang, di tengah ruangan perpustakaan.


"Boleh aku duduk ? " tanya Vita.


Sisi menutup buku nya dan menengok ke arah suara, "Silahkan", jawab Sisi sambil tersenyum.


"Kenalin aku Vita, pacar Bara", ucap Vita sambil mengulurkan tangan nya.


"Sisi", jawab Sisi menyambut ulurang tangan Vita.


"Bisa kita bicara, tapi ga di sini ? " ajak Vita.

__ADS_1


Sisi yang tidak enak menolak ajakan Vita akhirnya mengikuti kemana Vita membawa nya. Vita mengajak Sisi bicara di kantin supaya lebih leluasa karena kalau di perpustakaan tidak enak mengganggu yang lain kalau mereka mengobrol.


"Langsung saja pada intinya, aku tau kalau Bara masih menyimpan perasaan buat kamu. Aku mohon jauhi Bara karena aku sangat mencintai dia", kata kata Vita keluar begitu saja dari bibirnya yang seksi itu.


Sisi cukup kaget mendengar apa yang dikatakan Vita.


"Maaf sebelumnya, tapi aku ga pernah punya hubungan apa apa sama Kak Bara, hanya sebatas senior dan junior yang kebetulan kita sama sama pengurus OSIS waktu di SMA, hanya itu aja ga lebih", jelas Sisi pada Vita.


"Tapi Bara sangat menyukaimu bahkan dia masih menyimpan foto mu di galeri HP nya", ucap Vita lagi.


Sisi semakin kaget karena mengetahui fakta bahwa Bara menyimpan fotonya, Sisi merasa takut.


"Kamu ga usah khawatir, aku sudah punya calon suami", jawab Sisi sambil menunjukkan cincin pemberian Satria pada Vita.


"Dan aku akan menjauhi Kak Bara, sesuai dengan yang kamu minta", janji Sisi pada Vita.


"Makasih untuk pengertian nya", jawab Vita dengan sedikit senyum di bibirnya.


Sisi kemudian lebih dulu meninggalkan Vita karena kelas nya sebentar lagi akan di mulai. Sisi tidak menduga dia akan bertemu lagi dengan Bara dengan cara seperti ini.


"Aku tau Bara ga akan menyerah begitu saja pada Sisi, tapi aku juga akan berjuang untuk mempertahankan Bara", ucap Vita dalam hati.


Bara yang diam diam mengikuti Sisi, kini tau Sisi mengambil jurusan apa di kampus itu. Siang nya, saat Sisi keluar dari kelas nya tiba tiba Bara sudah berdiri di depan pintu. Langkah Sisi terhenti ketika melihat Bara berdiri disana.


"Kak Bara mau apa ? " tanya Sisi tegas.


Sisi merasa harus bersikap lebih tegas terhadap Bara karena kini ada dua hati yang harus dia jaga, Satria dan Vita. Sisi tidak ingin menyakiti kedua nya jika dia sampai memberikan ruang pada Bara untuk mendekati nya.


Sisi memang tidak mengenal Vita, tapi sebagai sesama perempuan Sisi sangat paham perasaan Vita. Dia akan menepati janji nya pada Vita, menjauhi Bara.


"Maaf kak, aku ga bisa. Bicara aja sekarang disini, waktu Kak Bara cuma lima menit", jawab Sisi.


"Baiklah..Aku cuma mau kamu tau kalau perasaan aku ke kamu masih sama kayak dulu", ucap Bara dengan tegas.


"Maaf Kak Bara, sejak dulu sampai sekarang aku hanya anggap Kak Bara sebagai senior ga lebih, dan aku mau Kak Bara tau kalau aku sudah menjadi tunangan Satria", jawab Sisi tidak kalah tegas sambil memperlihatkan cincin pemberian Satria.


"Vita mencintai Kak Bara dengan tulus, tolong jangan sakiti dia", ucap Sisi sebelum dia berlalu dari hadapan Bara. Sisi meninggalkan Bara yang masih berdiri di depan kelas nya. Rasa sakit atas penolakan kembali Bara rasakan saat ini.


"Aku ga akan nyerah Si", gumam Bara.


Dari balik tembok kelas Sisi, tanpa di sadari oleh Bara atau pun Sisi ternyata Vita bersembunyi disana. Dia mendengar semua percakapan Bara dan Sisi.


"Akan aku buat kamu ga bisa meninggalkan aku", ucap Vita dalam hati sambil menatap Bara dengan tatapan sakit hati.


Sisi meninggalkan kampus dengan suasan hati yang buruk akibat pertemuan nya dengan Bara.


Hari ini dia ada janji makan siang dengan Ibu Satria di sebuah Mall di kawasan Jakarta Selatan.


Sampai di Mall yang dituju, Sisi langsung menuju restoran tempat nya janjian makan siang dengan Ibu Satria. Ibu sudah datang lebih dulu, Sisi minta maaf karena sudah membuat Ibu menunggu.


"Anak gadis Ibu kenapa, kok muka nya seperti sedang ada yang di pikirkan ? " tanya Ibu penuh selidik.


Sisi akhirnya menceritakan kejadian bertemu Bara di kampus. Sambil menikmati makan siang nya, Sisi menceritakan semua nya pada Ibu Satria yang sudah dia anggap seperti Ibu nya sendiri.

__ADS_1


"Satria udah tau belum ? " tanya Ibu.


"Belum, Sisi baru cerita sama Ibu aja", jawab Sisi.


"Ya udah jangan di kasih tau dulu, nanti dia langsung pulang ke Jakarta kalau tau kamu di ganggu Bara dan bisa jadi dia akan mindahin kamu kuliah", ucap Ibu sambil tertawa.


Sisi pun ikut tertawa mendengar ucapan Ibu. Dia sudah membayangkan bagaimana reaksi Satria kalau tau hal ini. Satria yang dari luar terlihat dingin dan cuek pada siapa pun tapi akan sangat posesif pada orang yang dia cintai.


Selesai makan siang, Ibu mengajak Sisi melakukan perawatan di sebuah Klinik Kecantikan yang ada di Mall tersebut.


Acara selanjutnya setelah dari salon adalah Sisi menemani Ibu belanja keperluan rumah dan keperluan pribadi Ibu. Tak lupa Ibu mentraktir Sisi beberapa barang, alasan Ibu adalah sebagai ucapan terima kasih karena Sisi sudah mau nememani Ibu.


Waktu menjelang magrib ketika Sisi sampai di kostan. Dia pulang diantar oleh Ibu Satria.


Selesai mandi dan shalat magrib, Sisi mengecek HP nya yang sejak tadi dia lupakan.


Berpuluh panggilan tak terjawab dan pesan dari Satria. Sejak bertemu Ibu tadi siang, Sisi tidak mengecek HP nya.


Satria,


kemana aja si sayang ? ga ada kabar 😐


Sisi,


maaf baru buka HP, dari siang jalan sama Ibu.


sampai di kost tadi sebelum magrib


Satria,


asik banget sama Ibu sampai lupa sama aku


Sisi,


aku ga enak sama Ibu kalau buka buka HP.


maaf ya 🥰


Mendapat emot seperti itu hati Satria langsung luluh.


Satria,


dimaafin 😘😘


Sisi langsung tertawa melihat jawaban Satria.


^^jangan lupa dukungan nya ya readers yang baik hati,.makasih^^ 😘😘😘


Bara,



Vita,

__ADS_1



__ADS_2